Featured Video

Sabtu, 20 Juli 2013

Hina Ramadan, Dua Blogger Cabul Malaysia Ditahan

Foto yang diunggah Alvin Tan dan Vivian Lee di Facebook


Dua blogger asal Malaysia yang terkenal dengan situs cabul mereka ditahan aparat. Keduanya didakwa karena memasang gambar yang dinilai menghina umat Muslim di bulan Ramadan.


Sepasang kekasih bernama Alvin Tan, 25, dan Vivian Lee, 24, ini terancam hukuman penjara hingga delapan tahun akibat tersandung pasal berlapis. Free Malaysia Today, Kamis 18 Juli 2013, memberitakan ada tiga dakwaan terhadap Alvin dan Vivian, yaitu penghinaan agama, memicu ketidakstabilan keamanan dan penyebaran gambar porno.

Gambar yang memicu kontroversi itu diunggah keduanya di laman Facebook mereka bulan ini. Dalam gambar itu, dua pasangan beretnis China ini tengah menyantap bak kut teh, hidangan daging babi. Di atasnya ada tulisan, "Selamat Berbuka Puasa, dengan Bak Kut Teh, wangi, menyelerakan". Dipojok kiri bawah gambar, ada stempel "Halal" dari pemerintah Malaysia.

Keduanya mengaku tidak bersalah pada pengadilan kemarin di Kuala Lumpur. Jaksa menolak permintaan bebas dengan jaminan selama pengadilan. Laptop mereka disita, khawatir kembali akan digunakan untuk mengunggah gambar provokatif.

"Mereka berpotensi kembali mengunggah konten yang memicu kemarahan publik," kata jaksa penuntut Abdul Gani Patail.

Patail mengatakan bahwa foto keduanya memicu ketegangan etnis di negara tersebut. Pekan ini, ujarnya, ada kasus penculikan dan penyerangan warga akibat gambar itu. Patail tidak menyebutkan kasus dimaksud, namun media Malaysia mengatakan bahwa korban dalam kasus tu adalah seorang pemuda China yang ditelanjangi dan dipukuli. Di badannya, tertulis kata "Saya Menghina Islam".

Kasus Alvin dan Vivian ini juga mendapatkan perhatian Perdana Menteri Najib Razak. Dia mengatakan, Malaysia menjunjung kebebasan berekspresi, namun kali ini telah kelewat batas dan mengganggu stabilitas nasional.

"Jika kita tidak tegas dalam masalah ini, maka akan menghancurkan pilar negara, yaitu solidaritas dan keharmonisan nasional. Kebebasan harus diiringi dengan tanggung jawab. Kebebasan tidak boleh mengancam kepentingan dan keharmonisan bangsa," ujar Razak.

Blogger Cabul

Vivian dan Alvin sebelumnya sempat menghebohkan Malaysia dan Singapura akibat situs porno mereka berdua tahun lalu. Dalam situs itu, dipajang foto-foto dan rekaman adegan seksual keduanya.

Blog itu dihapus setelah cacian dan makian berdatangan dari masyarakat. Namun, mereka ini mengaku tidak menyesal. Penyesalan juga tidak terlihat di wajah mereka pada pengadilan di Kuala Lumpur kemarin.

Alvin adalah mahasiswa sebuah universitas di Singapura. Jika kembali ke Singapura, kemungkinan Alvin akan tersandung masalah hukum.
Di negara ini, pasangan ini dianggap melanggar Undang-undang perfilman dengan mengunggah film kotor. Selain itu, Alvin juga terancam kehilangan beasiswanya karena dianggap melanggar kode etik mahasiswa.

S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar