Featured Video

Sabtu, 20 Juli 2013

Kafe Nazi di Bandung Bikin Geger, Ini Penjelasan Pemiliknya

Soldatenkaffee, kafe bernuansa Nazi di Bandung.


 Pemilik kafe Soldatenkaffe yang berada di kompleks Paskal Hypersquare Bandung, Henry Mulyana, akhirnya menjelaskan alasan mengapa kafenya dibuat bernuansa Nazi.


Dalam jumpa pers di kafe Soldatenkaffe, Sabtu 20 Juli 2013, Henry menegaskan bahwa tujuannya memasang atribut Nazi dan Adolf Hitler bukan karena dirinya seorang rasialis ataupun fasis.

"Saya mendirikan kafe ini karena hobi kesukaan kepada sejarah Perang Dunia ke-II. Bukan ideologi, apalagi ektremisme dan rasialisme," tegasnya.

Dia tidak menyangkal bahwa tema dari kafenya sendiri adalah pop culture atau seni kontemporer yang mengangkat tema Perang Dunia II dari sisi Jerman.

"Pada website kami pun telah dijelaskan sejelas-jelasnya maksud dan tujuan kafe ini bahwa kami bukan pro Nazi dan tidak terafiliasi secara politik dengan ideologi Nazi-isme," tuturnya. 

"Ini semata-mata hanya mengangkat tema Militer Jerman era Perang Dunia II," dia kembali menegaskan.

Kafe Soldatenkaffe atau dalam bahasa Jerman berarti kafe serdadu, yang berada di komplek Paskal Hypersquare Bandung, mendapat sorotan keras dari Pemerintahan Kota Bandung.

Pasalnya Kaffe yang sudah ada sejak tahun 2011 ini memiliki dekorasi dan di dalamnya kental dengan nuansa Nazi Jerman, partai yang berhaluan ekstrem kanan dan rasis pimpinan Adolf Hitler.

Dari pantauan, bangunan kafe empat lantai ini tertutup rapat. Dengan terpampang sebuah bendera dengan logo bulat bertuliskan kaffe Soldaten namun di tengahnya terdapat simbol Nazi berupa Elang Jerman (Iron Eagles) berdiri di atas Swastika dengan lambang SS Bolts.

Di dalam kafe tersebut terpampang foto Adolf Hitler, lambang Swastika, kostum Wehrmact atau pakaian angkatan bersenjata Nazi, helm tentara Jerman asli, foto-foto zaman perang Nazi, termasuk logo Soldatenkaffe yang disebut-sebut mirip lambang Nazi berupa gambar Elang Jerman yang berdiri diatas Swastika.

Terang saja kafe Soldatenkaffee ini menjadi perhatian publik. Bukan hanya di tanah air, tapi dunia. 

S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar