Featured Video

Kamis, 15 September 2011

API MENGAMUK LAGI DI PASAR PADANG PANJANG


142 Kios Ludes Terbakar
Musibah kebakaran kembali melanda pedagang Pasar Padang Panjang. Beredar isu, kebakaran ini disengaja. Atas dugaan itu, Walikota Padang Panjang Suir Syam menyerahkan masalah ini kepada polisi.
PADANG PANJANG, HALUAN — Pasar Padang Panjang kembali terba­kar. Hanya berselang sepuluh hari setelah terbakarnya Blok F dan G yang menghanguskan 123 petak kios, Rabu (14/9) menjelang subuh terbakar pula 142 petak kios yang berada di Blok B dan C.
Kebekaran kedua pusat perbelanjaan Pasar Padang panjang masing-masing 60 petak di Blok B, 22 petak gang tengah dan 60 petak di Blok  C.

Api yang diketahui mulai mem­besar pukul 04.30 WIB itu, baru dapat dikuasai sekitar pukul 06.00 WIB. Hal ini berkat bantuan mobil pemadam kebakaran Padang Pan­jang, Damkar Bukittinggi, Tanah Datar, Agam, Limapuluh Kota dan Kota Pariaman yang turut bersama-sama memadamkan api. Tidak ada korban jiwa, sementara jumlah kerugian belum diketahui secara pasti. Sedangkan kerugian akibat kebakaran pertama Minggu (4/9) ditaksir Rp2,19 miliar.
Pedagang Panik
Akibat kebakaran kemarin, para pedagang Pasar Padang Panjang tersebut menjadi panik. Mereka sibuk dan berusaha menyelamatkan barang masing-masing dari amukan si jago merah. Bahkan pedagang di perto­koan bertingkat dan di sekitarnya ikut berkemas-kemas mengeluarkan barang barang mereka. Takut jika api menjalar ke toko mereka.
Walaupun toko mereka tak terbakar, para pedagang itu tetap mengeluarkannya dan menumpuk barang-barang itu bersama etalase toko di emper toko sepanjang jalan Imam Bonjol dan Jalan M Syafei.
“Kami takut kalau kalau api menjalar ke toko kami” kata bebe­rapa pedagang kepada Haluan Rabu (14/9). Bahar pemilik toko kain Muda Mudi yang sehari-hari ber­jualan kain di Blok A setelah menerima telepon beberapa saat api mulai mengamuk bergegas ke pasar dari rumahnya di Bancah Laweh. Ia langsung menyelamatkan barang dagangannya yang masih berada di dalam toko. Ia dibantu beberapa famili mengangkut barang barang itu untuk selanjutnya dititip di sebuah toko di Jalan M Syafei.
“Barang-barang saya terpaksa dikeluarkan, takut jika api menjalar ke toko saya. Alhamdulilah, semua selamat “ katanya. Hal serupa juga dilakukan pedagang lainnya.
Suasana pasar Padang Panjang subuh itu semakin ramai. Di tengah kesibukan mobil pemadam kebaka­ran memadamkan api, masyarakat juga berbondong-bondong menyak­sikan terbakarnya  Blok B dan C Pasar Padang Panjang. Mereka berdiri di toko bertingkat yang berada di sisi kanan dan depan Blok B dan C yang sedang dilalap api.
Walikota Padang Panjang Suir Syam bersama Sekda Budi Harianto dan Kasat Pol PP Sukma sejak subuh sudah berada di lokasi kejadian. Suir Syam berdiri di Lantai II pertokoan bertingkat menyaksikan petugas Damkar melokalisasi api agar tidak merembes ke Blok A dan toko sekitarnya. Bahkan Wakil Walikota Edwin Anas setelah menerima telepon terjadinya musibah kebakaran langsung turun ke lapangan. Edwin malah ikut membantu pedagang mengeluarkan barang-barang dari beberapa toko.
“Saya ikut membantu pedagang. Kasihan pedagang yang kena musibah ini,” kata Edwin Anas.
Suir Syam yang ditemui Haluan di lokasi kebakaran menyatakan rasa dukanya atas musibah yang mendera warganya.
“Saya benar-benar terpukul dan bersedih atas berulangnya musibah kebakaran ini,” ujarnya.
Ia berharap semua pedagang menerima musibah ini dengan sabar dan tenang. Jangan ada sakwasangka. Aparat kepolisian dapat menyelidiki penyebab kebakaran ini.
“Jika memang ada unsur sengaja, maka wajib diproses dan dihukum menurut ketentuan yang berlaku,” ujar Suir Syam dengan matanya berkaca-kaca tanda kesedihan.
Curiga Disengaja
Musibah kebakaran kedua ini menimbulkan kecurigaan pedagang. Mereka menduga, kebakaran disenga­ja. Dugaan itu muncul setelah mengetahui ditemukannya jeriken minyak tanah berikut sejumlah kayu yang sudah dilumari minyak di depan Blok B persisnya dekat toko kain Muda Mudi. Jeriken dan kayu terletak di bawah tangga menuju lantai II pertokoan Inpres. Setelah mene­mukan jeriken dan kayu terse­but, petugas polisi langsung mema­sang police line di bawah tangga tersebut.
Aksi Unjuk Rasa
Siangnya pedagang mendatangi Kantor Balai Kota. Ratusan pedagang  berorasi di halaman Kantor Balai Kota meminta bertemu Walikota Padang Panjang Suir Syam. Aksi ini di bawah pengawalan aparat kepo­lisian. Pedagang semula menolak dilayani wakil Walikota Edwin Anas. Kemudian ditenangkan Kapolres AKBP Sofyan Hidayat agar pedagang dapat menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin dan tertib.
“Saya minta pedagang bisa menyampaikan aspirasi dengan tertib, kami sudah memandu agar pedagang bisa bertemu dengan pimpinan daerah,” kata Sofyan Hidayat.
Akhirnya dialog dengan wakil walikota dilaksanakan di ruang pertemuan Balai Kota dengan 15 wakil pedagang dengan tertib. Hadir dalam dialog bersama pedagang itu Sofyan Hidayat, Komandan Detase­men Brimob Polda Sumbar AKBP H. Busral, Sekdako Budi Harianto serta Bustami Narda kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Padang Panjang. Dialog berjalan tertib.
Di hadapan Edwin Anas, para pedagang menumpahkan keke­cewaan mereka. Mereka mensinyalir keba­karan disengaja, sebab di samping adanya jeriken minyak tanah dan kayu yang dilumari minyak, pedagang juga melihat adanya 3 orang men­curi­gakan berada di pasar malam itu.
“Apalagi sejak beberapa hari belakangan, lampu penerangan gang seluruhnya padam,” kata Armadanis St Pangeran. Terlepas dari terbakar atau dibakar, pedagang tidak terlalu mempersoalkannya. Penyelidikan diserahkan kepada aparat kepo­lisian. “Semuanya adalah tugas polisi,” kata Syailendra salah seorang wakil pedagang.
Musibah ini tak bisa dibiarkan berlarut larut. Pedagang bukanlah orang orang kaya yang memiliki banyak uang. Mereka perlu kembali berdagang guna menghidupi keluarga bahkan ada yang meminjam modal ke bank. Hanya satu permintaan, pinta Syailendra, adalah mengizinkan agar lokasi yang terbakar dibersihkan dan diperbaiki supaya pedagang bisa beraktivitas kembali.
“Kami sepakat lokasi kebakaran itu direnovasi dulu agar kami bisa kembali berdagang selekasnya. Kami minta segera dituangkan secara tertulis. Jika perlu hari ini lokasi kebakaran digorokan bersama-sama. Kami juga tak berharap bantuan bersyarat, biarkan kami yang mere­novasinya,” kata Pangeran.
Edwin Anas menyikapi kekece­waan dan amarah pedagang itu dengan tenang. “Saya dan pemerintah daerah tak punya niat membakar pasar ini. Saya berani bersumpah dan siap untuk mati jika punya niat seperti itu. Sekarang yang harus dibicarakan adalah bagaimana mencari solusi dari musibah ini agar pedagang bisa beraktivitas kembali,” katanya.
Setelah berkoordinasi Suir Syam, Edwin menyatakan permohonan pedagang menempati kembali kios yang terbakar pertama diizinkan dipergunakan menjelang dibangun­nya pasar yang representatif.
“Itu adalah kesepakatan pemk melalui musyawarah bersama, jadi bukan keputusan saya,” kata Edwin Anas dan disambut gembira semua perwakilan pedagang.
Untuk kebakaran di Blok B dan C diminta pedagang bersabar me­nung­gu penyelidikan dari Tim Labforensik Polda Sumut.
“Saya minta pedagang tak me­­ngu­tak-atik dulu sebelum tim lab­forensik selesai melakukan penyelidikan,” kata Sofyan Hidayat kepada wakil pedagang.
Perwakilan pedagang merasa lega, karena permohonan mereka dika­bulkan. Setelah meneruskan hasil pertemuan kepada pedagang yang masih menunggu di halaman Balai­kota, akhirnya seluruh pedagang meninggalkan Kantor Balai Kota dengan tertib dan tenang.
Tertibkan PKL
Dalam pertemuan dengan wakil walikota, pedagang juga minta aparat terkait menertibkan pedagang kaki lima. Ruas jalan Khatib Sulaiman sangat semrawut akibat bertum­puknya pe­dagang kaki lima berjualan di sana.  Bahkan aktivitas mereka bukan kaki lima lagi tetapi mereka membangun kios di sepanjang jalan Khatib Sulaiman.
“Konon lapak lapak itu diperse­wakan oleh oknum tertentu. Kondisi ini seolah ada indikasi pembusukan di pasar sekaligus menyulitkan mobil Damkar melewatinya,” kata Arma­danis St Pangeran dan Eri Martha.
Menanggapi harapan itu, wakil walikota berjanji akan mem­bica­rakannya. Masukan dan saran itu sangat berguna agar pasar Padang Panjang bisa menjadi pasar yang nyaman bagi pengunjung dan peda­gang. (h/one)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar