Featured Video

Rabu, 16 November 2011

Limapuluh Kota Banjir


LIMAPULUH KOTA,Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi sejak seminggu belakangan di Kabupaten Limapuluh Kota menyebabkan terjadinya banjir.

Banjir diakibatkan meluapnya sejumlah sungai yang mengalir di beberapa nagari.Laporan yang datang dari Kecamatan Kapur IX, Selasa (15/11), banjir di perbatasan Lubuk Alai-Muaro Paiti yang melintasi jalan dan menerjang lahan perkebunan gambir dan karet warga setinggi satu meter, akibat meluapnya aliran Batang Kapur.
Walinagari Koto Bangun, Zarul Khasmi yang ditemui Haluan di Payakumbuh, ke­marin menuturkan, dampak banjir menyebabkan jalan dan belasan hektare lahan kebun gambir dan karet warga terge­nang air. Lalu­lintas mengalami kema­cetan selama empat jam.
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian akibat terendamnya lahan perke­bunan belasan hektare belum dapat dihitung. Peristiwa ini sudah dilapor­kan­nya secara lisan kepada Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, seusai pembukaan  acara sosialisasi pengelolaan lubuk larangan.
Walinagari Tarantang Lu­buk Limpato, Azirman Dt.Mangkuto, secara terpisah mengatakan, di Nagari Taran­tang, dam bandar irigasi roboh sepanjang 15 meter masuk sungai, diterjang aliran Batang Harau yang meluap, Sabtu lalu dengan kerugian mencapai jutaan rupiah.
Supaya aliran air tidak meng­ganggu sawah warga setem­pat, maka perbaikan bandar irigasi dilakukan dengan go­tong royong. Sedikitnya 120 orang warga mengikuti goro, untuk mengairi lahan sawah seluas 62 hektare.
Kabid Kedaruratan dan Lo­gistik, Badan Penang­gula­ngan Bencana Daerah (BPBD) Fir­mansyah, ketika dikonfirmasi di kantornya kemarin menga­takan,  sampai saat ini belum ada laporan terjadi bencana alam banjir di Limapuluh Kota. Laporan yang masuk ke BPBD merupakan bencana alam angin ribut yang terjadi di Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh.
Dalam peristiwa itu, bangu­nan SD 02 ditimpa pohon tum­bang, yang menyebabkan atap bangunan rusak. Selain itu, terdapat dua rumah kayu dan satu gubuk rusak berat ditimpa pohon durian yang tum­bang ditiup angin kencang. Keru­gian dalam peris­tiwa itu ditaksir jutaan rupiah.
Diakuinya, Kabupaten Li­ma­puluh Kota, rawan banjir ini terjadi setiap musim peng­hujan. Tapi akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi, menye­babkan sejumlah sungai me­luap. Karena itu, lanjut Firmansyah, masyarakat di­minta mewaspadai munculnya secara tiba-tiba bencana alam banjir, longsor dan angin ribut.
Masyarakat hendaknya meng­hindari berada dibawah tebing yang kemiringannya diatas 5 derajat. Selain itu, warga yang bermukim diping­giran sungai yang rawan banjir, seperti di Pangkalan, Tarantang, Kubang Rasau dan sungai lainnya, supaya mewaspadai datangnya banjir.
Menurutnya, cuaca yang eks­trim berpotensi munculnya angin puting beliung, yang juga perlu diwaspadai, karena akan menim­bulkan korban harta. “Bila terjadi bencana alam termasuk kebakaran, ma­sya­rakat jangan segan-segan meng­hubungi petugas BPBD dengan telepon 075290695, kontak person HP 087895246763 (Fir­man­syah), HP 081363­435397 (Indra Samsuarlis), HP 08126798820 (Edi SH) serta HP 085263­444690 (Musyirwan).
Selain Limapuluh Kota, banjir juga terjadi di Kota Payakumbuh, tepatnya di Kelu­rahan Muaro, Koto Nan Ga­dang, Kecamatan Payakumbuh Uta­ra. Pantauan Haluan di lo­kasi, kemarin, banjir yang ter­jadi, Senin malam meng­ge­nangi beberapa hektar sawah warga.Kemudian air menggenangi jalan Sudirman mencapai se­tinggi 10 cm, dampaknya lalu­lintas di kawasan itu tersendat. Air banjir di persa­wahan di­manfaatkan masya­rakat untuk me­mancing ikan. Berapa keru­gian akibat banjir di Muaro be­lum diperoleh ke­terangan. (h/zkf)
(haluan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar