Featured Video

Senin, 16 Januari 2012

IMBANG, TIM SP DITEROR


MAKASSAR, Tim Semen Padang yang berhasil mencuri satu poin di Makassar kala bermain imbang 1-1 (1-1) menghadapi PSM Makassar Minggu (15/1) harus keluar dari lapangan di bawah lindungan TNI-Polri.

Penonton yang marah, melempari pasukan Nil Maizar dengan botol minu­man dan benda keras lainnya. Untung, Samsidar Cs selamat dari lemparan dan diamankan di ruang ganti. Wartawan Haluan yang ikut bersama tim Semen Padang, Rio Surya Wijianto selamat dari kemarahan massa di Stadion Andi Mattalatta Matoangin Makassar.
Pertandingan yang berlangsung pukul 19.00 WITA itu disaksikan ribuan pendukung tim tuan rumah.  Anak asuh Nil Maizar ini tidak gentar dan sempat memberikan shock therapy. Pertandingan yang baru berlangsung lima menit, gawang tuan rumah yang dikawal Deni Marcel nyaris bergetar. Tendangan striker Semen Padang, Ferdinand Sinaga melenceng tipis di atas mistar gawang.
Memasuki menit ke- 13 giliran tim Juku Eja balik memiliki peluang. Penyerang Makassar, M. Rahmat berhasil lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan palang pintu Semen Padang, Jandia Eka Putra. Untungnya, Jandia sigap. Penyerang tuan rumah gagal menaklukkan penjaga gawang SP itu.
Terus melakukan penyerangan, akhirnya Semen Padang berhasil unggul melalui gol yang diciptakan Edward Junior Wilson. Tepatnya menit ke-32 penyerang asal Liberia tersebut melakukan tusukkan melalui sektor kiri pertahanan PSM Makassar I Ketut Mahendra yang coba menghalau, tidak mampu menahan penyerang bernomor punggung 22 ini. Edu langsung menyarangkan bola yang melewati sela-sela kaki penjaga gawang Deny Marcel.
Sayang, kemenangan ini tak bertahan lama. Berselang satu menit, tim Ayam Jantan dari Timur berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut diciptakan oleh M.Rahmat yang sukses memanfaatkan bola rebound.
Lima menit jelang laga usai tim Kabau Sirah harus kehilangan salah seorang pemain mereka. Tepatnya penjaga gawang Jandia Eka Putra di kartu merah wasit setelah terlihat menangkap bola di luar kotak 16. Laga sempat terhenti beberapa menit, pasalnya seluruh pemain termasuk pelatih kepala Nil Maizar melakukan protes.
Ellie Aiboy keluar digantikan penjaga gawang mantan PSM Makassar Samsidar yang diiringi sorakan dari para penonton. Jelang akhir babak pertama Ferdinand Sinaga mendapat kartu kuning karena melakukan protes berlebihan. Hingga jeda skor 1-1 tetap bertahan.
Memasuki 45 menit babak kedua, PSM yang unggul jumlah pemain melakukan tekanan ke jantung pertahanan Semen Padang. Solidnya lini belakang Laskar Bukit Indarung yang di galang David Ngan Pagbe dan kawan-kawan gagal ditembus punggawa asuhan Petar Segrt. Beberapa kali kedua tim terjebak perangkap offside.
Jelang pertandingan berakhir Andi Oddang mendapat peluang melalui tendangan bebas. Sepakannya melenceng tipis di kiri gawang Samsidar. Hingga peluit akhir ditiupkan wasit Anselmus Nansutama skor 1-1 tetap tidak berubah.
Nil Maizar sedikit menyayangkan keputusan wasit pasca dikartu merahnya penjaga gawang mereka. “Keputusan wasit adalah mutlak, meski kami melakukan protes, yang namanya keputusan wasit harus tetap kita hormati. Disamping itu PSM memperlihatkan permainan yang bagus. Setelah kami kehilangan satu pemain, saya menyarankan agar anak-anak untuk bermain dengan tenang dan jangan terpancing emosi,” terang Nil didampingi manejer tim Asdian.
Sementara pelatih PSM Petar Segrt menyesalkan permainan anak asuhnya yang berkali-kali gagal memanfaatkan peluang. “Kami sebenarnya bisa memenangkan pertandingan ini. Sayang saja anak-anak gagal memanfaatkan peluang akhir yang sebetulnya begitu banyak tercipta. SP memiliki pemain yang sangat bagus. Kami gagal menyelamatkan tiga poin di kandang,” tegas Petar didampingi kapten tim Andi Oddang. (h/rio)http://www.harianhaluan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar