Featured Video

Sabtu, 24 Maret 2012

10.000-an orang berencana unjuk rasa di Medan


Tolak penaikan harga BBM (FOTO ANTARA/R. Rekotomo)
 Apalagi kalau harga-harga sudah naik, makin `terjerat leher` mereka.

Medan  Sekitar 10 ribu orang yang tergabung dalam "Kongres Rakyat Sumatera Utara" akan berunjuk rasa untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Kota Medan pada Senin (26/3).

Aktivis Kongres Rakyat Sumatera Utara, Mangaliat Simamarta di Medan, Sabtu, mengatakan, ribuan orang tersebut berasal dari 65 organisasi kemasyarakatan yang telah mendaftar dan menyatakan komitmennya.

Diantaranya, Badan Advokasi dan Bantuan Hukum Sumatera Utara (Bakumsu), Kesatuan Supir dan Pemilik Angkutan (Kesper), sejumlah serikat buruh, serikat tani, dan beberapa perusahaan angkutan.

"Dari pendataan kami, sekitar 10 hingga 15 ribu orang," katanya.

Ribuan massa Kongres Rakyat Sumatera Utara itu akan berkumpul di Lapangan Merdeka Medan untuk melanjutkan unjuk rasanya ke sejumlah lokasi yang ditentukan.

Dari diskusi dengan sejumlah perwakilan buruh, kenaikan harga BBM tersebut akan menyebabkan harga-harga bahan kebutuhan pokok semakin tinggi sehingga tidak mampu dijangkau kalangan buruh.

Dengan gaji sesuai upah minimum provinsi (UMP) saat ini saja, kalangan buruh tersebut harus mengalami berbagai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Apalagi kalau harga-harga sudah naik, makin `terjerat leher` mereka," katanya.

Ia menambahkan, kalangan supir angkutan juga menyampaikan pendapat serupa karena minimnya penghasilan sehari-hari sebagai pengemudi angkutan umum.

Meski kemungkinan mengalami kenaikan upah karena adanya kenaikan BBM tersebut, tetapi hal itu dinilai tidak sebanding dengan pembiayaan yang harus dikeluarkan akibat kenaikan harga.

"Mungkin upahnya naik Rp10 ribu, tetapi pembiayaan sehari-hari pasti akan lebih besar. Mereka punya pertimbangan riil, makanya mau ikut menolak penaikan harga BBM," katanya.
Editor: Ella Syafputri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar