Featured Video

Jumat, 14 September 2012

Karate Sumbar Rebut Satu Emas


Karateka putri andalan Sumbar, Martinel Prihastuti

















Perlahan, perburuan kon­tingen Sumbar memburu pundi-pundi 12 me­da­li emas PON XVIII Riau 2012 terus ber­tam­bah. Setelah mengoleksi dua medali emas le­wat Patrisia Yosita Hapsari (renang) dan Iwan Sa­murai (binaraga), kemarin (12/2) ber­tam­bah dua keping emas lagi. Pahlawan olahraga itu dipersembahkan atlet renang dan karate. 


Dengan tambahan dua emas tersebut, posisi Sumbar terdongkrak dua undukan, menjadi peringkat 14. Total medali Sumbar 4 emas, dua perak dan 10 perunggu. Sementara posisi lima besar masih ditempati Jabar dengan 32 emas, 28 pe­rak, dan 35 perunggu. Disusul Ja­tim (23 emas, 33 perak, 33 pe­rung­gu), DKI Jakarta (29 emas, 33 perak, 30 perunggu),  Jateng (17 emas, 19 perak, 21 perunggu), dan tuan rumah Riau (17 emas, 11 perak, 13 perunggu). Se­leng­­kap­nya lihat klasemen.

Yosita makin memantapkan diri sebagai perenang nomor satu Sum­bar. Perenang asal Am­bacang Swimming Club (ASC) Pa­dang itu, merebut medali emas lewat kayuhannya di no­mor 200 meter gaya bebas putri. Emas tersebut sumbangan ke­dua bagi perenang yang dita­ngani pelatih bertangan dingin Andre Mardian itu. Dua hari sebelumnya, Yosita juga keluar se­bagai yang terbaik di nomor 100 meter gaya bebas putri.

Dengan dua emas tersebut, Yosita sudah melebihi target yang ditetapkan KONI Sumbar ke­padanya. Dia pun masih me­mi­liki kesempatan merebut me­dali pada nomor 50 meter gaya be­bas putri. “Di atas kertas, Yo­sita memang diunggulkan me­raih medali emas di nomor 50 meter. Tergantung kesia­pan mental perenang,” ungkap Ke­tua Umum ASC, S Budi Syu­kur dan Ketua Umum PRSI Sumbar, Agus Boing Nurbiantoro di sela-sela pengalungan medali.

Pada final nomor 200 meter gaya bebas putri tersebut, Yosita mencatat waktu 02.05.40 menit. Ha­sil itu sekaligus memecahkan re­kor baru PON atas nama Meitri W Pangestu asal DKI Ja­karta sejak tahun 1993 lalu. Se­belumnya, ia juga meraih emas di nomor 100 meter gaya be­bas putri, sekaligus meme­cahkan rekor PON. Patrisia dibayangi dua pere­n­ang Jawa Barat, Raisa Kania Dewi dan Raina Saumi.

Di cabang karate, karateka Sumbar juga mampu mereng­kuh medali emas saat berlaga di GOR Tri Buana Pekanbaru, Ka­mis sore (13/9). Medali yang p­a­ling dincar pa­ra atlet se-In­don­esia itu, di­per­sembahkan Mar­tinel Pri­hastuti pa­­da nomor kumite perorangan put­ri kelas-50 kg. Di final, kara­teka 24 tahun itu menga­lahkan karateka putri asal DKI Jakarta, Lita M. Di se­mifinal, Martinel menum­bang­kan karateka asal Riau dengan skor telak 7-0. “Emas ini saya persembahkan un­tuk ma­ma dan se­luruh mas­yarakat Sumbar. Te­rima kasih atas duku­ngannya,” ujarnya.

Apa yang diraih Martinel berban­ding terbalik dengan juniornya Tiara Puja Kusama yang turun pada nomor kumite -55 kg. Tiara mesti mengakui keunggulan ka­rateka asal Jabar yang me­nga­lahkannya 4-3 pada babak pe­nyi­sihan I.

“Tiara punya potensi. Saya yakin empat tahun mendatang dia akan menjadi ka­r­ateka yang matang. Potensi Tia­ra masih bisa dimaksimalkan ka­rena masih muda,” tutur pe­latih kepala karateka PON Sum­bar, Henddy Adrian Luthan.

Agung Relipratama juga harus mengakui keunggulan karateka asal Jabar Syarif pada nomor kumite perorangan putra kelas -60 kg. Dengan demikian, cabang karateka ini Sumbar hanya menyisakan satu nomor lagi untuk harapan memperoleh me­dali. Yakni pada nomor ku­mite beregu.

Di cabang gulat, Sumbar menambah perolehan medali pe­­runggu. Medali tersebut di­per­sem­bahkan pegulat Doski Samad yang turun di kelas 50 kg gaya gre­go. Doski mengalahkan pegu­lat Sumatera Utara dengan skor 3-1. “Itu sudah hasil maksimal Doski. Dari cabang gulat, Sum­bar ma­sih berharap emas dari Feri Anwar dan Suwandi yang akan bertanding besok,” kata pelatih gulat Ediswal.

Kemarin, cabang atletik juga mem­beri tambahan perunggu bagi kontingen Sumbar. Dua pe­runggu itu, satu disum­bang­kan pelari Aprilia Kartina yang turun pada final nomor 1.500 meter. Dia mencatat waktu 4.42.58 detik. Kepingan emas pada nomor ini diraih Rini Budiarti dari DKI Jakarta dengan catatan waktu 4.34.33. Sedangkan perak direbut Afriana Paijo (NTT) yang finis dengan catatan waktu 4.42.27.

Satu perunggu lain didapat dari nomor lompat tinggi atas nama Rengga Husada, dengan tinggi lompatan 1.99 meter. Emas pada nomor ini diraih Andre Darmawan Darmawan (DKI Jakarta) 2.15 meter. Se­dangkan perak didapat Syah­rial (Aceh) dengan lompatan 2,06 meter. Takraw pun tak mau ketinggalan menyumbang satu perunggu.


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar