Featured Video

Jumat, 14 September 2012

Kejutan, Binaraga Tambah 1 Emas


Logo PON Riau 2012


















Ke­­jutan terjadi terhadap kon­­­tingen Sumbar. Khu­sus­nya dari cabang bina­ra­ga. Tak diprediksi dan ditargetkan meraih me­da­li emas, ternyata tadi malam (12/9), Iwan Sa­mu­rai mampu menyumbang satu emas dari kelas 70 kg.


Emas tersebut memberi energi besar untuk me­motivasi kontingen Sumbar. Pujian menga­lir dari sejumlah pengurus KONI Sumbar yang menonton penampilan Iwan di Planet Hollywood Pekanbaru. Apalagi, pada hari yang sama, dua cabor andalan Sumbar, senam dan tarung derajat, gagal merealisasikan target emas yang telah dipancangkan sebelum berangkat ke Pekanbaru.

“Ini hasil yang luar biasa. Memang kita sebelumnya tidak memprediksi Iwan mendapat emas. Tapi apa yang diraihnya saat ini sesuatu yang membanggakan,” kata Sekretaris Umum KONI Sumbar Indrajaya, seusai pertandingan tadi malam.

“Iwan dan pelatihnya, sepertinya tahu apa yang harus merela lakukan untuk membuat kejutan. Saya berharap, prestasi ini jadi motivasi bagi atlet lainnya, dan mudah-mudahan target 12 emas bisa direalisasikan,” kata Indra.

Iwan Samurai yang ditemui usai penghormatan pemenang, tampak tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Atlet yang pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Jepang, yang kemudian mengilhaminya memakai Samurai di belakang namanya, itu tampak semringah.

“Alhamdulillah, akhirnya doa saya menyumbang medali emas di PON dikabulkan Allah. Emas ini saya persembahkan untuk segenap masyarakat Ranah Minang, dan untuk kejayaan binaraga Sumbar,” ungkap binaragawan yang sering terjun di kejuaraan level internasional dengan biaya sendiri itu.

Sementara itu, di cabang senam yang ditargetkan meraih satu emas, mengalami kegagalan pada dua nomor final . kemarin (12/9). Yakni, meja loncat putra dan putri. Pertandingan tersebut digelar di Hall Atletik Sport Centre Rumbai.

Di nomor meja loncat, Sumbar menurunkan Viki Saputra. Viki hanya mampu mengumpulkan nilai total 15,550. Nilai tersebut tertinggal tipis dari pesenam Jawa Timur Agus Adi Prayogo dengan total nilai 15,600. Dengan demikian, Viki harus puas mendapatkan medali perak. Sementara itu, perunggu diraih Roni Saputra asal DKI dengan poin 14,770.

Di bagian putri, sebelum final berlangsug, Sumbar memang tidak bisa lagi berharap banyak pada Nancy Putri Yulis. Pasalnya, saat berlaga di semifinal, dia mengalami cedera cukup berat. Tapi dengan tekad kuat, dia tetap ingin bermain dan akhirnya hanya mampu mempersembahkan medali perunggu.

Pada meja loncat putri, peraih emas diraih dua orang, dan tidak ada peraih medali peraknya. Medali emas diraih pesenam Kalimantan Timur Noviana Dila dan pesenam Jabar Febi Felani dengan kumpulan poin 12,70. Sedangkan Nancy yang meraih perunggu hanya mengumpulkan poin 12,43.

“Mereka telah berjuang sekuat tenaga. Khususnya Nancy, meskipun gagal merealisasikan target emas karena cedera, dia tidak menyerah begitu saja. Saya salut dengan semangatnya. Mudah-mudahan bisa memberi motivasi pada atlet lainnya,” ungkap Sutrisno usai pertandingan kemarin.

“Kami sudah berusaha. Tapi hasilnya memang belum memuaskan. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Sumbar,” imbuhnya.

Kegagalan merebut target emas juga datang dari cabang tarung derajat. Ditargetkan meraih satu emas, cabang yang dibawa AA Darajat tersebut hanya mampu meraih tiga perunggu yang didapat dari Rezi Alfareli yang kalah pada babak semifinal kelas -52 kg putri atas petarung Nurfajriah dari Kalimantan Timur yang berlaga di Sport Hall Perkasa Alam Bengkalis, Selasa (11/2).

Dua petarung lainnya yang hanya mampu menyumbangkan perunggu adalah Aksan Zainal di kelas 67,1-70 kg putra, kalah dari petarung asal Bali. Dan Rahmiyanti di kelas 52.1-58 kg putri, kalah dari petarung NTB di babak semifinal. Sementara itu andalan Sumbar di cabang tarung derajat, Rambo Sugianto, takluk lebih awal dari petarung Bali  I Nengah Su­dika pada kelas 66-67 kg.

Dengan demikian, hingga gelaran PON hari kemarin, Sumbar telah mengoleksi 2 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Artinya, hanya seminggu lagi pelaksanaan PON berlangsung, target realisasi 12 emas di PON Riau masih jauh panggang dari api. (cip)


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar