Featured Video

Sabtu, 10 November 2012

Lenovo IdeaPad S300, Notebook Berkonsep Ultrabook


Pengunjung memadati stand yang memamerkan produk laptop dan notebook di Pameran komputer Indocomtech 2012 di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (31/10). TEMPO/Eko Siswono Toyudho


Kevin Frost, Vice President dan General Manager HP Consumer Notebooks Business Unit, pernah mengatakan bahwa laptop dengan layar seluas 15 inci paling dicari di Amerika. Sedangkan di Cina, konsumen lebih suka yang 14 inci.


Sayangnya, Frost tak bisa menjelaskan apa alasan di balik fenomena itu. Tapi, ia menuturkan bahwa laptop 17 inci juga mendapatkan respons yang bagus di Eropa ataupun Amerika. Di Cina, ukuran layar seluas itu kurang diminati.



Di Indonesia, justru laptop dengan ukuran layar 13 inci yang paling banyak dibeli. Setelah itu baru yang 14 inci. Sekitar 88 persen penjualan laptop di seluruh Indonesia dikuasai oleh dua ukuran layar tersebut.



Berbagai merek laptop dengan ukuran layar 13 dan 14 inci mudah ditemukan di pasar. Masalahnya, laptop dengan ukuran layar seperti itu umumnya memiliki dimensi besar, bodinya cukup tebal, dan berbobot lumayan berat.



Jika ingin yang tipis, ringan, dan tetap dengan layar 13 inci, pilihan yang ada adalah laptop jenis baru, yakni ultrabook. Tapi, harga ultrabook yang idenya datang dari Intel itu selangit. Rata-rata di atas Rp 8 juta.



Beruntung beberapa vendor komputer mengerti akan kebutuhan konsumen di Indonesia. Lenovo, misalnya, September lalu, meluncurkan dua produk terbaru dari keluarga IdeaPad, S300 dan S400. Layarnya 13 inci dan 14 inci.



Dari ukuran layar, jelas keduanya cocok untuk pasar Indonesia. Apalagi harga jualnya disesuaikan dengan kemampuan rata-rata konsumen di sini. Lenovo S300 dilepas seharga Rp 4,2 juta. Adapun S400 dibanderol Rp 4,7 juta.



Harga relatif terjangkau, menurut Distribution Manager Lenovo Indonesia, Helmy Sutanto, karena produk ini ditujukan bagi kalangan muda. “Posisinya antara netbook dan ultrabook,” ujarnya, saat acara peluncuran, akhir September lalu.



Meski memiliki ukuran layar sama-sama 13 inci, Lenovo S300 terlihat lebih besar dibanding laptop tipis, seperti Asus Zenbook U32A, Dell XPS 13, atau Toshiba Satellite Z930. Bobotnya juga terasa lebih berat.



Dalam dua pekan terakhir, Tempo berkesempatan mencoba Lenovo IdeaPad S300, yang diperkuat prosesor Intel Pentium CPU 997 dengan kecepatan 1,60 GHz. Selain Pentium, S300 juga tersedia dengan prosesor Intel generasi ketiga i3 dan i5.



Tak seperti ultrabook, yang terpaksa mengorbankan performa grafis agar mampu “bangun” dalam waktu cepat dan mengejar dimensi yang supertipis, IdeaPad S300 justru memilih langkah sebaliknya.



Meski ketipisan bodinya mendekati ultrabook, pada titik tertipis mencapai 23 milimeter, kartu grafis yang ditanamkan cukup sangar, yakni AMD Radeon HD 7450M. Tampilan grafis pun menjadi lebih tajam.



Untuk urusan koneksi, Lenovo menyematkan port USB 3.0 dan Ethernet. Yang menarik, desain port Ethernet ini cukup unik. Penampang bagian bawahnya memiliki engsel, sehingga ketika kabel RJ-45 dimasukkan akan terjepit sempurna.



Selain itu, Lenovo IdeaPad S300 ini juga dilengkapi dengan koneksi output kabel HDMI. Sayang, lantaran mengejar bodi tipis, akibatnya tak ada port analog VGA. Padahal, saat ini port tersebut masih sangat diperlukan.



Dari segi desain, S300 sangat atraktif. Unit yang mampir ke kantor Tempo berwarna merah jambu. Sedangkan bagian dalam berwarna putih dengan keyboard jenis chiclet tipe accu. Saat digunakan untuk mengetik, terasa empuk.



Secara spesifikasi, Lenovo IdeaPad S300 bukan termasuk ultrabook. Ini adalah laptop yang penampilannya menyerupai ultrabook dengan prosesor Pentium dan harga jauh lebih murah ketimbang sebuah ultrabook.

Meski begitu, segala yang ada pada ultrabook juga didapatkan pada laptop ini: performa, tipis, dan tampilan yang elegan. Sayang, laptop ini tak dilengkapi dengan solid-state drive.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar