Featured Video

Sabtu, 10 November 2012

Timnas Tersandung Biaya ke AFF



Tim nasional asuhan Nil Maizar yang dipersiapkan ke Piala AFF menghadapi persoalan keuangan. Bisa tersandung jalan Malaysia. Kemenpora belum bersedia membantu. Suporter menggalang koin bagi tim nasional. Persoalan tersebut jadi ironi, perusahaan di dalam negeri justru ingin sponsori klub di luar negeri. Pertamina tengah membidik tim sepakbola raksasa Italia, AC Milan.


Di Jakarta, tim nasional kelimpungan. Sebuah gerakan suporter menggalang dana buat keperluan tim nasional. Hingga kemarin, sudah terkumpul Rp28 juta.Sebelumnya, Pertamina mensponsori Indonesia All Star Team 2012 yang meraih gelar juara pada ajang Turnamen Intesa San Paolo, Milan.
Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Ali Mundakir, menjelaskan, Pertamina telah memiliki kerja sama dengan AC Milan berupa pelatihan sepakbola di Pertamina Soccer School yang berada di Simprug, Jakarta Barat.
Ali menjelaskan, Pertamina sedang melakukan negosiasi dengan klub tersebut terkait nilai lisensi yang harus dibayarkan perusahaan perminyakan plat merah itu.
Perusahaan menginginkan logo Pertamina muncul di layar LED stadion San Siro, kandang AC Milan setiap klub sepakbola itu bertanding.

Menurut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin dana yang dibutuhkan timnas di Piala AFF sekitar Rp2 miliar. Ketika uang dari pemerintah belum juga turun, Djohar mengakalinya dengan melakukan penggalan dana di antara pengurus PSSI.
“Pengurus patungan membiayai kebutuhan timnas. Kami juga sedang mencari sponsor,” ujarnya beberapa waktu lalu yang dilansir detikcom.
Gerakan suporter bertajuk Satu untuk Timnas, merupakan kritik pada pemerintah yang tidak memberikan dukungan bagi tim nasional.
Bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan uang, bisa mengirimnya via transfer bank ke BRI nomor rekening 4187-01-005149-53-6, atas nama Satu Untuk Timnas.
Hari ini, Sabtu (10/11) pagi pengumpulan donasi rencananya akan dipusatkan di sekitar Senayan, saat timnas menggelar simulasi pertandingan latihan secara terbuka di Stadion Gelora Bung Karno.
Selain menggalang dana, suporter akan melakukan aksi damai memberi dukungan moral langsung pada pemain dan pelatih timnas. Selain di Jakarta, gerakan itu dilakukan pula di Surabaya, Palangkaraya dan Bandung.
Penggalangan dana oleh suporter, karena khawatir timnas tak bisa berangkat ke Piala AFF.
“Kami prihatin mendengar kabar tentang pembiayaan timnas. Kami dari FDSI bersepakat untuk menggalang dana,” kata tokoh FDSI, Djundan Hidayat.
PSSI tak mampu
Suporter turun tangan mengumpulkan donasi, dinilai menunjukkan ketidakmampuan PSSI.
Padahal, gerakan tersebut dipicu sikap pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga yang belum mau memberikan bantuan finansial kepada timnas.
PSSI dianggap harus bertanggung jawab karena timnas merupakan kewenangan federasi. Apalagi Piala AFF diagendakan sejak lama, sehingga mestinya jauh hari segala keperluan dipersiapkan.
“Ketidakmampuan ini catatan tersendiri di rezim Johar Arifin. Ini tindakan abai yang justru akan menghambat prestasi,” kata juru bicara Save Our Soccer (SOS), Apung Widadi yang dilansir detikcom, Jumat (9/11).
Semestinya, lanjut SOS, PSSI mempunyai alternatif pendanaan yang sebenarnya, mulai dari APBN, sponsorship, maupun donasi dari pihak ketiga. Jika sampai dua minggu sebelum turnamen dimulai kebutuhan dana timnas belum terpenuhi, kinerja PSSI layak dipertanyakan.
Selain PSSI, SOS juga mempertanyakan pihak Kemenpora yang belum juga mencairkan alokasi APBN untuk timnas, karena partisipasi skuad Garuda ke Piala AFF mewakili negara.
SOS yang diprakarsai Indonesian Corruption Watch (ICW) juga berjanji mengawasi gerakan donasi suporter, karena melibatkan dana dari masyarakat dan meminta penggagasnya supaya bersih dari politisasi, transparan dan akuntabel.
Tak ada anggaran
Djohar Arifin menyebut, kesulitan anggaran ke Piala AFF disebabkan pemerintah belum memberikan kepastian mengucurkan dana.
Pada Piala AFF 2010, Indonesia mendapatkan dana APBN Rp20 miliar.
Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik Irianto menegaskan, belum ada anggaran untuk timnas ke Piala AFF. Alasannya, alokasi anggaran khusus sepak bola tidak ada.
“Tidak tersedia alokasi anggaran sepakbola, yang ada anggaran fasilitasi iven internasional dan nasional bagi semua cabang olahraga,” kata dia.
Menurut dia, anggaran sepakbola disalurkan Kemenpora bagi timnas mulai dari U-12 sampai U-22.
Menurut informasi, seretnya anggaran ke Piala AFF karena ulah PSSI sendiri. Permohonan anggaran diajukan pada awal November lalu. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar