Featured Video

Senin, 15 April 2013

Horner Berang dengan Spekulasi Konspirasi Webber


Vladimir Rhys/Getty Images
Jakarta - Nasib sial yang dialami Mark Webber di GP China menimbulkan spekulasi adanya konspirasi Red Bull. Bos tim, Christian Horner berang dan membantah ada konspirasi melawan pemainnya itu.

Setelah "digagalkan" Sebastian Vettel untuk juara di GP Malaysia, Webber menginginkan hasil yang bagus di GP China, Minggu (14/4/2013) sore WIB. Akan tetapi, apa yang didapat pebalap Australia itu jauh dari harapannya.

Webber harus start dari urutan paling belakang setelah kehabisan bahan bakar di sesi kualifikasi. Sedangkan di balapan, Webber bermasalah di pit stop dan mesti retired karena ban belakangnya copot di lintasan.

Sederet kejadian tersebut menimbulkan spekulasi bahwa Red Bull mencoba mengagalkan Webber dalam balapan di Shangai ini. Horner dengan tegas membantahnya.

"Spekulasi itu benar-benar sampah. Lupakan konspirasi," tepis team principal Red Bull itu yang dikutipReuters. "Ini semua tentang mencoba membuat kedua mobil finis sebaik mungkin.

"Semua orang yang berpikir ada konspirasi disini melawan seseorang ataupun pebalap tidak paham apa yang mereka saksikan."

"Mark tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sudah cukup. Tidak ada konspirasi," imbuh Horner.

Di akhir balapan, Webber dijatuhi penalti mundur tiga grid di GP Bahrain. Ia dianggap bersalah saat melakukan manuver untuk melewati Jean-Eric Vergne yang menimbulkan persinggungan.
s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar