Featured Video

Selasa, 08 November 2011

Rusia: Menyerang Iran adalah kesalahan

Rusia menganggap serangan militer ke Iran adalah keputusan yang salah.

Rusia memperingatkan Israel bahwa serangan militer terhadap Iran akan menjadi kesalahan fatal yang bisa menggiring dunia ke arah konflik panjang dengan korban rakyat sipil.

"Serangan militer adalah kesalahan serius dengan konsekuensi yang tak bisa diprediksi," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menanggapi pernyataan Presiden Israel Shimon Peres soal serangan militer terhadap Iran.
"Intervensi militer hanya akan menghasilkan korban jiwa dan penderitaan manusia," tambah Lavrov.
Masalah nuklir Iran, lanjut Lavrov, tidak bisa diselesaikan dengan menggunakan kekuatan militer.
"Seharusnya ada cara lain untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran," tegas Lavrov.
Rusia di satu sisi meminta Iran untuk meningkatkan transparansi terkait program nuklirnya. Namun di sisi lain mencoba melindungi sekutunya itu dari sanksi internasional dan ancaman perang.
Lavrov menambahkan salah satu contoh kampanye militer yang gagal adalah yang dilakukan NATO di Afghanistan.
"Penggunakan kekuatan militer hanya bisa dilakukan untuk mempertahankan diri dari serangan dan mendapatkan mandat Dewan Keamanan PBB," ujarnya.

Ancaman Israel

"Penggunakan kekuatan militer hanya bisa dilakukan untuk mempertahankan diri dari serangan dan mendapatkan mandat Dewan Keamanan PBB."
Sergei Lavrov
Sebelumnya, Presiden Israel, Shimon Peres pada Sabtu (5/11) mengatakan serangan militer ke Iran sangat mungkin dilakukan.
Pernyataan ini dikeluarkan Peres beberapa hari menjelang laporan tim pemeriksa PBB soal program nuklir Iran.
Sebelumnya, surat kabar Haaretz melaporkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak mencari dukungan kabinet untuk menyerang Iran, yang oleh Israel dan Barat diduga tengah mengembangkan persenjataan nuklir.
Haaretz melaporkan belum diambil keputusan apapun soal serangan militer ke Iran. Tetapi, hasil laporan pengawas nuklir Iran yang akan dirilis pada 8 November mendatang akan menjadi salah satu acuan keputusan pemerintah Israel.
Dalam laporannya, Haaretz mengatakan sebanyak 15 anggota kabinet keamanan Israel sejauh ini masih menentang rencana serangan militer ke Iran.
Sebelumnya, Badan Urusan Nuklir Dunia (IAEA) memfokuskan perhatiannya pada usaha Iran memproduksi uranium dan plutonium yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik maupun pembangunan persenjataan nuklir.
Namun laporan terbaru ini nampaknya akan fokus pada upaya Iran memasang material radioaktif pada hulu ledak dan membangun peluru kendali untuk membawa hulu ledak nuklir itu.(bbc)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar