Featured Video

Kamis, 19 Januari 2012

CPNS Dharmasraya Digebuk Pemuda-MENGAKU ATEIS DI STATUS FACEBOOK


DHARMASRAYA,  Jangan membuat status atau sta­temen di Facebook dan jejaring sosial lainnya yang macam-macam, apalagi sampai mengaku tak percaya kepada Tuhan alias ateis, jika Anda tak ingin dikeroyok massa.
Inilah yang dialami  salah seorang oknum calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Dharmasraya, Aleksander Aan. Ia nyaris diamuk massa. Untung saja dirinya diaman­kan di Markas Polisi Sektor (Mapol­sek) Pulau Punjung, Rabu (18/1).  Pasalnya ia mengeluarkan pernya­taan  di dunia maya bahwa tidak ada Tuhan (ateis).

Pernyataan itu berawal, ketika Aleksander Aan, yang sehari-hari bertugas di Kantor Bappeda Dhar­masraya menulis statusnya di Facebook, jejaring sosial yang paling banyak penggunanya di jagat maya ini. Di dunia maya ia mengaku Tuhan itu tidak ada. Alasannya  karena ia melihat masih banyaknya kesengsaraan di dunia dan ba­nyaknya kesenjangan hidup.
Dengan adanya pernyataannya di dunia maya itu, sekelompok pemuda Sungai Kambuik Pulau Punjung yang dipimpin Ketua Pemudanya Os, mendatangi Kantor Bupati Dharmasraya. Aleksander Aan bersikeras bahwa apa yang ia sampaikan itu benar menurutnya dan karena itu merupakan pen­dapat pribadinya.
Mendengar pernyataannya terse­but, entah siapa yang mengko­mandoi, pemuda yang ada dalam ruangan langsung memukul Alek­san­der Aan sampai memar-memar. Tapi kemudian ia diaman­kan ke Mapolsek Pulau Punjung.
Di depan Sekdakab Dhar­mas­raya H Martoni, Kepala Bappeda Adlisman, Ketua MUI Aminullah Salam, Kapolsek Pulau Punjung AKP Novrial, Mulyadi tokoh pemuda dan Camat Pulau Punjung Nasution, Aleksander Aan dengan tegas tetap mengatakan bahwa ia tidak percaya adanya Tuhan
“Hal itu sudah ia pikirkan semenjak SD dulu. Ia juga sudah mempelajari berbagai agama dan ia menyimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada. Jika ada Tuhan, menga­pa masih banyak  orang yang menderita dan kejahatan-kejahatan.  Jika Tuhan itu ada, maka tidak akan ada kesenjangan terjadi di dunia ini,” katanya.
Martoni dan Aminullah Salam sudah mengajak Aleksander Aan untuk kembali ke jalan yang benar dengan mengeluarkan beberapa ayat Alquran, agar ia tidak terancam PNS nya, tetapi ia juga dengan tegas mengatakan bahwa ia siap dipecat dan siap di suruh keluar dari Dharmasraya.
Martoni kepada Haluan menga­ta­kan, bahwa pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada bupati dan selanjutnya menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Dari kesimpulan Kepolisian ini nantinya menjadi dasar untuk diproses sesuai dengan PP No. 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.
Martoni menjelaskan bahwa Pemkab Dharmasraya melalui BKD akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya dan sesuai dengan aturan yang berlaku pada PNS. Aminullah Salam sa­ngat menye­salkan pernyataan oknum CPNS tersebut. “Saya sudah mengajaknya kembali ke jalan yang benar, namun yang bersangkutan tetap bersikukuh pada prinsipnya.,” kata Aminullah Salam.
Dari sisi hukum, Kapolsek Pulau Punjung AKP.Novrial menjelaskan bahwa pada tahap awal ia akan memeriksa kejiwaan anak tersebut, karena ia melihat anak tersebut tidak berada dalam keadaan stabil.
Untuk proses hukum, belum terlihat pelanggaran hukum karena ia belum melakukan penistaan terhadap salah satu agama. “Untuk sementara ia diamankan dulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”  kata Novrial. (h/mdi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar