Featured Video

Rabu, 15 Agustus 2012

Kapal Ambu-Ambu Dihantam Badai

Fuso Ambruk Timpa Mobil Wabup Mentawai



Kapal Motor Penumpang (KMP) Ambu-Ambu tujuan Padang-Mentawai dihantam badai Senin (13/8) dini hari. Kapal yang mengangkut ratusan orang untuk mudik Lebaran itu penuh sesak. Selain pe­num­pang orang, kapal itu juga mengangkut sepeda motor, mobil, serta barang-barang belanjaan.


Akibat hempasan badai se­ting­gi tiga meter itu, sebuah Fuso bermuatan bahan ba­ngunan ambruk dan menimpa mobil Terano Wakil Bupati Mentawai, Avanza dan motor penumpang. Kerugian diper­kirakan men­ca­pai ratusan juta rupiah dan tidak ada korban jiwa.

Kapten KMP Ambu-Ambu, Imade Andri A ketika ditemui Padang Ekspres saat mem­bantu proses evakuasi me­nolak memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. “Ta­nya saja Dinas Perhubungan, sebab saya sudah buat laporan lengkap. Kalau saya jawab, nanti beritanya malah tidak benar. Jadi satu pintu saja informasinya,” elaknya.

Sekretaris Dinas Per­hu­bungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sermon membenarkan telah me­ne­rima laporan tertulis terkait ambruknya satu unit Fuso di dalam kapal. Menurutnya, laporan itu belum lengkap sehingga pihaknya belum bisa memberikan penjelasan secara teknis.

Kapal KMP Ambu-Ambu berangkat dari Pelabuhan Bu­ngus, Minggu (12/8) pukul 20.00 WIB.

Sekitar pukul 24.00 WIB, kapal mulai dihantam badai. Saat itu, Kapten Kapal Imade Andri langsung mengambil kendali mengubah haluan me­nuju Pulau Sikakap. Tar­get­nya, agar gulungan badai bisa menabrak buritan kapal dan berlayar lebih aman.

Sekitar pukul 04.00 WIB, kapten mengubah kembali haluan menuju Tuapejat. Ter­nyata badai kembali meng­ha­dang dan kapal dihantam ba­dai tiga kali dengan ketinggian tiga meter. Hantaman badai pertama dan kedua membuat kapal oleng. Saat badai ketiga menghantam, truk Fuso am­bruk ke kanan.

“Akibatnya Avanza milik warga dan Terano milik Wakil Bupati Mentawai penyok,” jelas Sermon ketika ditemui di kantornya.

Semua kendaraan yang ru­sak dan menggunakan tiket akibat kejadian tersebut se­pe­nuhnya ditanggung pihak KMP Ambu-Ambu. Namun terkait motor yang rusak, tidak dije­las­kan akan ditanggung atau tidak.

“Saya juga heran, pihak kapal tidak transparan terkait data ini. Seharusnya terbuka saja, itu akan lebih baik, seperti jumlah kerusakan sepeda motor, baik yang pakai tiket atau tidak,” ujar mantan Kepala Bagian Humas ini.

Pantauan Padang Ekspres, semua kendaraan motor dan mobil yang masuk ke dalam kapal tidak menerapkan sis­tem keamanan yang cukup. Ban mobil tidak dikunci, pa­da­hal kepala dilengkapi dengan fasilitas keamanan kendaraan. “Apa masalahnya sehingga sistem keamanan itu tidak dijalankan, saya tidak bisa komentar. Itu pihak kapal yang bisa menjelaskan, sebab dalam laporannya juga tidak ditulis,” ujarnya.

Menurut Sermon, masalah keamanan seharusnya men­jadi catatan dan perhatian penting setiap kendaraan yang masuk ke dalam kapal. “Bia­sa­nya, semua material yang m­a­s­uk ke dalam kapal dile­takkan di lantai kapal. Namun kali ini justru tetap berada digerobak mobil, sehingga ketika kapal dihantam badai, mobil dengan mudah oleng dan ambruk,” ujarnya.

Bahkan ada beberapa pe­numpang yang tidur sampai di bawah kolong mobil truk ka­rena kapal penuh. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa itu tidak bisa disepelekan untuk menjaga keamanan dan ke­selamatan penumpang.

“Waktu mobil ambruk, semua penumpang panik. Mu­jurnya, sebelum mobil ambruk kondisi hujan deras. Karena air hujan dan pecahan badai ma­suk kapal, penumpang yang tidur di bawah kolong mobil terbangun dan pindah tempat, sehingga tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Paling parah, mobil wakil bupati Mentawai yang hancur tertimpa truk serta tertimbun material. “Meski kondisi mobil wakil bupati sudah remuk, kita tidak tahu apakah diperbaiki atau diganti baru. Sebab me­reka juga tidak men­je­las­kan­nya, jadi saya memilih no comment,” tuturnya.

Tupal Pasaribu, pemilik Avanza yang tertimpa Fuso, mengatakan, pihak kapal su­dah berjanji akan menanggung semua kerusakan mobil. Meski demikian, ia kecewa dengan pelayanan kapal yang tidak mementingkan keselamatan penumpang. Muatan kapal penuh sesak oleh penumpang dan barang hingga melebihi kapasitas.

“Kita sudah bertemu pihak kapal. Katanya kerusakan mo­bil ditanggung sepenuhnya. Tapi yang pasti, kecelakaan ini terjadi karena diabaikannya keamanan dan keselamatan penumpang, termasuk tidak mengunci setiap ban mobil yang masuk kapal,” ujarnya.

Sementara itu, untuk me­ngantisipasi lonjakan pe­num­pang menuju Bumi Sikerei, Syahbandar Pelabuhan Muaro Padang Adi Subianto me­nga­takan telah menyiapkan enam kapal; Kapal Niaga Muci, Ka­pal Motor Mitra Samudra, Kapal Motor Kumala Darma, Kapal Basarnas, Kapal Pol Airut,  dan Kapal Niaga Blue Angel.





sumber