Featured Video

Jumat, 21 September 2012

Pemkab Sumbar ajarkan tanam padi pot pada siswa

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menerapkan ilmu pendidikan pertanian tanam padi sebatang dengan pot kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Pertanian Ranah Pesisir.


"Penerapan ilmu pertanian sistem tanam padi sebatang dengan pot ini sengaja kita mulai dari siswa khususnya SMK Pertanian sehingga mereka (siswa) bisa menerapkan pada masyarakat di tempat asal masing-masing, " kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Peternakan (Pertaholbunnak) Pesisir Selatan, Afrizon Nazar didampingi Kepala Dinas Pendidikan setempat, Rusmayul Anwar di Painan usai membuka penerapan ilmu tersebut di SMK 1 Ranah Pesisir, Sabtu.

Berawal dari siswa SMK 1 Ranah Pesisir masyarakat lain agar bisa termotivasi untuk melakukan hal yang sama menanam padi sebatang dengan memakai pot. 

Sistem tersebut tidak sulit dan dapat dilakukan semua orang dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong. Dengan mengisi ember kecil dengan tanah bercampur pupuk kandang atau kompos sudah bisa ditanami padi tersebut.

Dari pengujian yang dilakukan di Dinas Pertaholbunnak setempat pada pekarangan kantornya beberapa waktu lalu, hasil yang dicapai cukup bagus untuk menambah penghasilan disamping pekerjaan lain.

Rata-rata peranakan padi pada pengujian tersebut mencapai 40 anakan pada masing-masing pot. Begitu juga dengan tingkat kesuburannya dinilai sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman pangan tersebut.

Keuntungan lainnya bagi masyarakat pengelola padi dengan sistem tersebut adalah mereka tidak perlu lagi mengeluarkan dana yang banyak membeli pupuk karena tanam pangan dalam pot tersebut tidak membutuhkan pupuk kimia dan hanya menggunakan kompos atau pupuk kandang.

Selain hasilnya dapat dinikmati pengelola bersama keluarga setelah panen, tanaman pangan itu juga bisa sebagai pengganti bunga karena bentuknya indah.

Jenis benih padi varietas yang dapat ditanam pada pot tersebut juga tidak memilih atau hampir semua varietas yang selama ini ditanam masyarakat di lahan sawah (tanah basah), seperti, R66, bakwan, sokan sirandah kuning dan lainnya.

Masa panen sistem padi tanam sebatang tergantung jenis benih yang ditanam. Pemindahan benih dapat dilakukan setelah di persemaian berumur satu bulan atau dengan panjang 15 centimeter.

"Kita berharap ilmu pengetahuan yang didapat di sekolah ini agar bisa dikembangkan pada masyarakat lain setidaknya di lingkungan keluarga masing-masing siswa, " ujar ia. 


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar