Featured Video

Jumat, 21 September 2012

SISWA TAWURAN DI RUMAH DUKA GURU MENINGGAL DUNIA


 Niat para pelajar SMKN 5 Padang melayat guru yang meninggal du­nia menjadi terganggu, setelah kelompok siswa dari berbagai sekolah menyerang mereka di rumah duka di Kompleks Bariang Indah, Anduring, Kuranji, Padang, Kamis (20/9).

Asal muasal bentrokan  yang sempat memicu kema­cetan sepanjang dua kilo­meter.  ini bermula ketika para pelajar SMKN 5 yang menggunakan dua bus kota  melintas di depan SMA Kos­goro di Jalan Andalas, Padang Timur.
Saat itu diduga mereka ada yang melontarkan kata-kata yang tidak enak dari atas bus kota kepada para pelajar SMA Kosgoro yang sedang duduk di depan seko­lahnya. Tidak senang dengan ejekan itu, sejumlaha pelajar SMA Kosgoro bersama pelajar SMK Professional yang kebe­tulan ada di sana langsung mengejar bus tersebut hingga ke rumah duka.
Baru saja para siswa SMK N 5 sampai di rumah duka, sekelompok siswa yang tergabung dari SMA Kosgoro, SMK Professional dan SMKN 1 Padang menyerang mereka tepat di depan rumah duka. Perang mulut dan lempar batu tidak dapat dihindari di anta­ra dua kelompok siswa ini.
Masyarakat yang melihat tawuran tersebut langsung melerai bentrokan pelajar ini. Namun, ternyata kelompok dari siswa SMA Kos­go­ro me­nanti kelompok Siswa Negeri 5 Padang di depan Mesjid Kebenaran sehingga tawuran kembali pecah di depan masjid.
“Mereka berlarian dan saling lempar batu, kami yang gusar mengejar mereka dan lari ke arah Andales, tapi di depan masjid, ada lagi anak dari SMA Kosgoro yang sudah menunggu, dan mereka kem­bali perang batu,” ujar Ujang (48), salah seorang warga setempat.
Lurah Anduring, Anhal Mulia Perkasa menuturkan tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB sete­lah siswa dari kelompok SMA Kosgoro menyerang gerom­bolan siswa SMK Negeri 5 yang sedang melayat ke ru­mah guru yang meninggal dunia.
“Siswa ini begitu keterla­luan. Masa di saat orang meninggal dunia mereka tetap tawuran. Apalagi lokasinya berada tepat di depan rumah duka,” tutur Anhal.
Masyarakat kesal karena sudah dibubarkan, tawuran itu meletus lagi. Parahnya me­reka tawuran di depan masjid. Dari situ dua pelajar berhasil diamankan warga, dan dibawa ke Mapolsekta Kuranji. Se­men­tara beberapa pelajar lainnya kabur saat polisi, dan warga menghalau mereka.
Saat meninjau lokasi, Kepala Sekolah SMK Profes­sional  langsung dipanggil lurah, dan berjanji akan me­nindak siswanya yang meman­cing tawuran. “Kepala sekolah­nya berjanji kepada saya untuk menindak siswa yang ter­­li­bat tawuran,” papar Anhal.
Sementara itu, Kapolsekta Kuranji AKP Masrial menga­ta­kan, dua pelajar diserahkan warga  ke Mapolsek Ruli Andika (16), dan Yoga Prata­ma (16). Keduanya pelajar SMK Professional.
“Keduanya memang di­aman­kan di Mapolsekta Ku­ranji guna menunggu proses selanjutnya. Kami menunggu mereka dijemput pihak se­kolah, atau pihak keluarga dengan membuat perjanjian,” ujar Masrial.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar