Featured Video

Selasa, 11 September 2012

Perenang Sumbar Pecahkan Rekor PON

Yosita Raih Emas dan Perak Pertama

Dahaga Sumbar akan medali, akhirnya terobati. Kontingen Ra­nah Mi­nang pa­cah ta­lua me­dali dari no­mor aqua­tic, lewat pe­renang an­dalan Pa­tri­sia Yosita Hapsari. Yang mem­bang­gakan, perenang asal Ambacang Swim­ming Club ASC) itu, tidak hanya me­raih medali emas bagi Sumbar, ta­pi sekaligus memecahkan re­kor Pekan Olahraga Nasional (PON). Selain emas, kemarin, Yo­sita juga meraih satu medali pe­rak.


Sayangnya, sukses pe­re­nang yang ditangani pe­latih ‘bertangan di­ngin’ Andre Mardian itu, tidak diikuti atlet Sumbar lain­nya. Akibatnya, hing­ga hari kemarin (9/9), kontingen Tuah Sakato harus puas di peringkat ke-9 klase­men perolehan medali sementara dengan 1 emas, dan 1 perak.

Puncak klasemen sementara ditempati kon­tingen Jawa Barat dengan 3 emas, 3 pe­rak, dan 4 perunggu, disusul Jawa Timur (3 emas, 3 perak, 1 perunggu), dan DKI Jakarta (2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu).

Medali emas Yosita itu, me­mang sudah diprediksi sebelum­nya. Berlomba di Aquatik Centre Rumbai, Yosita merajai no­mor andalannya 100 meter gaya be­bas putri sejak penyisihan. Yo­sita mengukuhkan dirinya seba­gai yang terbaik di nomor itu, se­telah di final mencatat waktu ter­baik 00.58.09.

Dia mengalahkan perenang an­dalan Jawa Timur yang lebih di­favoritkan meraih medali emas, Enny Suliaswati yang ha­nya men­catat waktu 00.58.39. Se­­mentara tempat ketiga ditem­pa­ti Khatriana dari DKI Jakarta yang finis dengan waktu 00.59.32.

Tidak sekadar meraih me­dali emas, namun Yosita juga memecahkan rekor PON yang dibuat Nancy Suryaatmadja pada PON Kaltim 2008. Rekor Nancy sendiri 00.58.71. Selain itu, kebanggaan lain yang patut di­syukurinya adalah mampu me­­ngalahkan Enny yang me­ru­pakan pemegang rekor na­sional dengan catatan waktu 00.57.14.

Sementara itu, raihan perak di­dulang Yosita dari kayuhan no­mor 200 meter gaya ganti per­orangan putri. Pada nomor ter­se­but dia mencatat waktu 02.25.53. kalah empat detik le­bih dari Perenang Jabar Ressa Ka­nia Dewi yang mencatat wak­tu 02.21.52. Catatan Ressa itu ju­g­a memecahkan rekor PON yang dicatat Elfira Rosa Na­sution pa­da PON 1996 Jakarta degan ca­tatan waktu 02.22.52. Se­dang­kan medali perunggu di nomor ini diraih Fibriani R Marita (Ja­tim) dengan catatan waktu 02.26.85.

Seusai bertanding, kepada wartawan Yosita mengaku baha­gia karena bukan saja emas per­tama untuk Sumbar, tapi juga emas pertama bagi dirinya sen­diri di ajang PON. “Emas ini saya per­sembahkan terutama sekali un­t­uk kedua orangtua saya. Ini juga emas buat seluruh mas­ya­rakat Sumbar,” ujarnya.

Harapan emas dari kolam renang tidak berakhir sampai di sini. Sebab, Yosita sendiri masih akan turun pada empat nomor lagi, yakni 400 meter gaya bebas, 400 meter gaya ganti, 50 meter ga­ya bebas, dan 200 meter gaya be­bas. “Nomor utama saya sebe­nar­nya ada pada 200 meter gaya bebas. Saya harap besok (hari ini, red) akan bisa mendapatkan emas pada nomor tersebut,” tu­turnya. Hari ini, selain akan tu­run pada nomor 200 meter gaya bebas, dia juga akan turun pada 50 meter gaya bebas.

Ketua Umum KONI Sum­bar, Syahrial Bakhtiar yang ikut me­nyaksikan perlombaan, me­ngucapkan syukur atas keber­hasilan Yosita. “Mudah-mudahn ini bisa membuat kontingen Sumbar bisa lebih bersemangat lagi. Dan saya berharap dia kem­bali meraih emas pada per­tandingan besok (hari ini, red),” kata Syahrial.

Bonus Spontan

Atas keberhasilannya itu, Yo­sita langsung mendapat kucu­r­an bonus. Secara spontan, saat me­ngunjungi Yosita di belakang po­dium penyerahan medali, Syah­rial memberi dua ikat pe­nuh uang pecahan Rp 50 ribu atau sebanyak Rp 10 juta.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum III KONI Sumbar yang juga Ketua Umum Ambacang Swimming Club, Sengaja Budi Syukur juga memberikan bonus kepada Yosita sebesar Rp 5 juta.
Budi Syukur mengaku terha­ru dengan prestasi perenang bi­naannya tersebut. ”Dengan hasil yang diraih Yosita, sekaligus mem­pertahankan tradisi emas per­dana Sumbar yang disum­bang­kan perenang asal Am­ba­cang Swimming Club,” ung­kap Budi dengan suara ber­getar karena haru.

Pada PON Kaltim 2008 lalu, emas Sumbar juga terlahir dari ca­bang renang. Waktu itu, diper­sem­bahkan perenang Am­ba­cang Swimming Club lainnya, Harizal. Sayangnya, pada PON kali ini, Harizal belum mampu bi­cara banyak. Pahlawan PON Sum­­bar di PON Kaltim lalu yang per­nah menghuni Pelatnas Re­nang itu, kemarin, hanya mam­pu finis di urutan ketujuh de­ngan catatan waktu 02.18.58 saat turun pada nomor 200 me­ter gaya punggung putra.

Pada nomor itu, perenang Riau asal Bali,  Gede Siman Su­dar­tama menjadi yang terbaik de­ngan catatan waktu 02.05.01. Pe­rak diraih Ricky Anggawijaya (Ja­bar) dengan catatan waktu 02.08.95. Sedangkan perunggu di­raih Putu Takahide Valentino (Ba­li) dengan catatan waktu 02.12.23.

Selain renang, cabang lain yang bisa menjadi tempat Sum­bar mendulang medali adalah ca­bang atletik. Harapan itu akan di­ketahui hasilnya hari ini. Sprin­ter Lusiana Satriani turun pada final nomor 200 meter putri.

Walau peluang menyabet emas berat, tetapi Lusiana opti­mis­tis memberikan yang terbaik ba­­gi kontingen Sumbar. Soal pe­luang Lusiana, diakui salah se­orang pelatih Sumbar, Anwar sa­ngat berat. Pasalnya, pelari na­sional akan menjadi lawan­nya, seperti Irene, Dedeh Hera­wati dan lainnya. (*)

SUMBER


Tidak ada komentar:

Posting Komentar