Featured Video

Senin, 19 November 2012

5 Negara dengan Tentara Cyber Terkuat



Jakarta - Perang antar negara di era modern tidak semata melibatkan persenjataan berat. Namun juga serangan cyber yang dampaknya tidak bisa dipandang remeh.

Beberapa negara memang sangat serius mengembangkan kapabilitas pertahanan maupun serangan cyber-nya. Anggaran besar pun dikucurkan dan para hacker berbakat direkrut.

Berikut beberapa negara yang dinilai punya tentara cyber terkuat, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber.




China


China memang tidak pernah terbuka mengungkap kekuatan tentara cyber-nya. Namun mereka diduga kuat terlibat dalam berbagai serangan cyber skala besar ke negara lain, terutama ke Amerika Serikat.

Misalnya China dituding pernah menyerang sistem komputer AS secara masif di tahun 2002, yang diberi kode nama Titan Rain. Saat itu, China berhasil meraup sekitar 20 terabytes data dari jaringan komputer AS.

Tentara cyber China kabarnya dimobilisasi oleh People's Liberation Army dan juga melibatkan masyarakat sipil. Amerika Serikat sendiri sangat waspada terhadap kekuatan cyber China.

"Dengan begitu majunya kapabilitas operasi cyber China saat ini, mereka bisa menggunakannya untuk melakukan bermacam serangan cyber yang tak bisa dibalas Amerika, bahkan mungkin juga tidak bisa dideteksi," demikian pernyataan US-China Economic and Security Review Commission.




Amerika Serikat


Amerika Serikat mendedikasikan cukup banyak sumber daya untuk memperkuat kemempuan cyber. Di antaranya, dengan mendirikan United States Cyber Command pada tahun 2009.

Unit tersebut bertanggungjawab mempertahankan AS dari serangan cyberyang sering menerpa mereka dan mempertahankan infrastruktur krusial. Selain itu juga melancarkan serangan ke negara lain jika diperlukan.

AS sendiri mencurigai China sangat banyak melakukan serangan pada mereka sehingga mereka sangat waspada terhadap Negeri Tirai Bambu ini. Meskipun memang belum ada bukti kuat bahwa serangan tersebut disponsori oleh negara, kecuali bahwa asal serangan dipastikan dari China.

Lembaga lain yang terlibat dalam pertahanan cyber AS adalah National Security Agency. Mantan presiden George W Bush pernah menyatakan NSA melancarkan serangan cyber secara terorganisir.




Inggris


Inggris juga serius mempersiapkan amunisi perang di dunia maya. Belum lama ini, negeri kerajaan itu mendirikan lembaga khusus bernama Research Institute in the Science of Cyber Security (RISCC).

Organisasi baru ini menghimpun para pakar ilmu sosial, matematika dan ilmu komputer dari berbagai universitas terkemuka di Inggris. Mereka akan bersatu mencari solusi untuk menghadang ancaman cyber yang ditujukan ke Inggris.

Inggris juga sering mengadakan program pelatihan bernama Cyber Security Challenge. Program ini melatih para hacker agar mampu menghadapi tantangan cyber masa depan.

Organisasi intelijen Inggris MI6 juga gencar melakukan serangan cyber. Mereka tercatat pernah membobol website milik Al Qaeda.



India


India juga cukup sering dilanda ancaman cyber. Tak tanggung-tanggung , mereka pun memperkuat diriantara lain dengan melatih sekitar 500 ribu pakar komputer.

"Kami harus melindungi sistem kritikal di pemerintahan maupun di sektor swasta yang penting seperti perbankan dan telekomunikasi," kata Kamlesh Bajaj, Data Security Council of India.

India memang menghadapi berbagai serangan cyber yang cukup masif. Sebagian di antara serangan tersebut berasal dari China. 

Tentara cyber India juga cukup aktif melancarkan serangan di saat-saat tertentu. Di antaranya ke Pakistan yang meskipun tetangga dekat, kerap berselisih dengan India.



Rusia


Sebagai negara kuat, Rusia juga punya kapabilitas cyber yang tidak bisa dipandang remeh. Mereka punya lembaga khusus pertahanan cyber, seperti Russian Cyber Forces.

Tentara cyber Rusia diduga kuat pernah melakukan serangan hebat ke Estonia pada tahun 2008. Ketika itu, website penting di Estonia banyak yang tumbang dan mengganggu jalannya negara.

Anggaran yang disediakan Rusia untuk pertahanan cyber diestimasi sebesar USD 127 juta pada tahun 2008. Tentu jumlahnya meningkat pada saat ini.

Dan setidaknya 7.300 pakar internet dan komputer telah dihimpun untuk memperkuat kapabilitas cyber Negeri Beruang Merah tersebut.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar