Featured Video

Kamis, 17 Januari 2013

Banjir, Satu Keluarga Tewas Tersengat Listrik


Banjir, Satu Keluarga Tewas Tersengat ListrikKOMPAS.com/PUJI UTAMIRumah satu keluarga yang tewas diduga akibat tersengat arus listrik dari kulkas yang terendam banjir di Jalan Mukti Graha B 12, RT05/RW15, Kelurahan Mukiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan tampak dikerumuni warga sekitar, Rabu (16/1/2013) malam.
 Satu keluarga yang terdiri dari empat orang, yakni ayah dan ketiga anaknya diketahui tewas di dalam rumah di Jalan Mukti Graha B 12, RT 05/RW 15, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Semarang, Rabu (16/1/2013) malam.

Keempat korban diduga tewas akibat tersengat arus listrik dari kulkas yang korslet akibat genangan banjir yang melanda wilayah itu. Keempat korban yang tewas yakni Agus Susanto (50) yang merupakan seorang pegawai bank dan tiga anaknya masing-masing Regina (18), Nicolas (12) dan Alexandro (10).

Seorang saksi Rico Hastono (19) yang pertama kali menemukan para korban mengatakan semua korban yang tewas ditemukan di ruang tengah. Ketika itu ia yang juga merupakan pacar korban Regina mengetahui saat bertamu ke rumah. "Saat itu lampu rumah masih nyala, tapi pintu terkunci saya ketuk-ketuk nggak ada yang bukain pintu, pas saya intip ke jendela kok sudah tergeletak," kata Rico.

Melihat kejadian itu, Rico kemudian menghubungi warga sekitar dan ketua RT untuk mendobrak pintu. Ia pun mengaku sempat mengirimkan pesan melalui Blackberry Messenger pada sekitar pukul 10.00 WIB namun tidak ada balasan.

Sementara itu tetangga korban Nico (43) mengatakan posisi para korban tidak berada pada satu tempat. Agus dan Nicolas tidak jauh berada dari kulkas, sedangkan korban Regina berada di kursi dan Alexandro berada di sebelahnya. Ketika itu rumah tersebut terendam air setinggi sekitar 30 centimeter.

Menurut Nico ada luka di tubuh Agus dan mengeluarkan darah yang diduga akibat terjatuh dan membentur lantai. Menurut ketua RW setempat, Suratman (57), istri Agus sudah meninggal sejak dua tahun lalu. Sehingga rumah tersebut hanya dihuni Agus dan anak-anaknya.

Mengetahui peristiwa itu, rumah korban langsung ramai dikerumuni warga. Petugas dari Unit Identifikasi dan Olah TKP (Inafis) Polrestabes Semarang, Polsek Pedurungan dan petugas Search and Rescue (SAR) Kota Semarang melakukan penyelidikan dan identifikasi. Rumah tersebut kemudian diberi garis polisi.

Keempat jenazah dibawa ke RSUP DR Kariadi sekitar pukul 23.15 WIB untuk diotopsi. Kepala Polsek Pedurungan, Kompol Yudi Artowiyono mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait tewasnya keempat korban. Tidak ada luka ditubuh korban, hanya Agus yang terluka diduga karena terbentur lantai.

Hasil sementara, kondisi rumah yang tergenang air diduga menyebabkan konrsleting pada alat elektronik yang akhirnya menewaskan korban akibat tersengat arus listrik. "Posisi kulkas memang bawahnya terendam, tapi belum bisa dipastikan. Besok (hari ini- Kamis 17/1/2013- red) kami lakukan oleh TKP," ujar Yudi.

s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar