Featured Video

Senin, 12 September 2011

FH UNAND LAHIRKAN DUA TOKOH NASIONAL


THE BEST ALUMNI UNTUK BASRIEF DAN GAMAWAN
Dua alumni Fakultas Hukum Unand angkatan 1975 dan 1977 yang kini dipercaya sebagai Jaksa Agung dan Mendagri dianugerahi sebagai alumni terbaik (the best alumni). Satu langkah penting telah dilakukan Fakultas Hukum  Unand.

PADANG, HALUAN — Fakultas Hukum Universitas Andalas (FH Unand), kini bisa jadi salah satu ikon kebanggaan Sumatera Barat. Dari rahim fakultas yang berjuluk
Kampus Merah ini, lahir dua tokoh kaliber nasional yang mewarnai perjalanan bangsa, yakni Basrief Arief dan Gamawan Fauzi.
Kedua alumni FH Unand angkatan 1975 dan 1977 yang kini dipercaya sebagai Jaksa Agung dan Mendagri itu, Minggu tadi malam, dianugerahi gelar sebagai alumni terbaik (the best alumni) di Kampus FH Unand, Jalan Pancasila 10, Padang.
Prosesi penganugerahan yang ditandai dengan penyerahan piagam dan tropi the best alumni, disaksikan sesepuh Minang Azwar Anas, Wakil Ketua MK Achmad Sodiki, Gu­bernur Sumbar Irwan Prayitno, Wagub Muslim Kasim, Muspida, Rektor Unand, sejumlah bupati dan walikota, pimpinan lembaga, orga­nisasi dan asosiasi serta alumni dan sivitas akademika FH Unand.
Kampus FH Unand Jalan Panca­sila, tempat kedua alumni terbaik itu menimba ilmu hukumnya, tadi malam, terlihat begitu semarak. Para tamu, sivitas akademika dan alumni terlihat memadati aula utama FH Unand. Bahkan halaman kampus juga tampak penuk sesak.
Gamawan Fauzi dalam sambu­tannya, berharap agar FH Unand bisa melanjutkan tradisi menjadi yang terbaik. Tidak hanya terbaik dalam konteks alumni saja, melainkan the best fakultas.
Gamawan yakin, Fakultas Hu­kum Unand bisa jadi fakultas terbaik yang mengharumkan nama Unand dan Sumatera Barat di tingkat nasional, bahkan internasional. Syaratnya adalah sungguh-sungguh semua pihak, ya alumninya, kampus­nya, universitasnya, termasuk du­kungan dari seluruh lapisan ma­syarakat di Sumatera Barat.
“Kalau UGM dan Undip ter­kenal dengan fakultas hukumnya, kenapa Unand tidak bisa dengan Fakultas Hukumnya. Bukankah buku dan mata kuliah yang diajarkan di sana juga buku dan mata kuliah yang dipelajari di sini (FH Unand—red)? Saya pikir ini hanya soal motivasi sekaligus tradisi menjadi dan mela­hirkan yang terbaik. Dan saya percaya, Fakultas Hukum Unand, bisa,” kata Ga­mawan, disambut tepuk tangan yang meriah dari para undangan.
Mantan Gubernur Sumbar pene­rima Bung Hatta Anti Corruption Award ini, secara  jujur mengakui, bahwa dia dan Basrief Arief merasa berat menerima kepercayaan sebagai the best alumni. Sebab, di mata Gamawan, para alumni yang sukses di berbagai bidang dan profesi, sebetulnya itu adalah juga alumni terbaik. Ada hakim agung, dubes, pengacara, notaries, pengusaha dan beragam profesi lainnya.
“Bagi saya, jadi alumni yang baik (good alumni) saja, sudah cukuplah,” ujar Gamawan.
Senada dengan Gamawan, Basrief Arief yang didaulat pertama membe­rikan sambutan, juga menyatakan penganugerahan the best alumni sebagai sebuah amanah yang tidak ringan. “Ini berat. Saya berdoa, sebagai alumni Fakultas Hukum Unand, semoga Allah SWT memberi kekuatan untuk bisa berbuat yang  terbaik untuk negeri ini,” katanya.
Basrief juga mengungkapkan, beratnya tugas penegakan hukum di zaman sekarang. “Penegakan hukum semakin berat karena perkembangan manusia yang semakin kompleks,” katanya. Dalam kondisi seperti sekarang, kata jaksa karir ini, diperlukan profesional hukum. Sementara, profe­sional dimulai dari etika. “Perila­ku (etika) modal penting sebelum berbicara soal hukum,” ujarnya.
Wakil Ketua MK Achmad Sodiki yang didapuk memberi sambutan, menyatakan rasa syukurnya, dapat hadir dalam acara yang penuh nuansa kekeluaragaan ini. Menanggapi pernyataan Gamawan, Sodiki perca­ya, FH Unand bisa menjadi institusi terbaik.
Pun Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, menaruh harapan besar FH Unand bisa melanjutkan tradisi melahirkan alumni-alumni terbaik di berbagai bidang. Tidak hanya dalam penegakkan hukum, tapi juga di birokrasi dan berbagai profesi lainnya.
Dekan Fakultas Hukum Unand Prof Yuliandri yang terlihat ceria, mengucapkan terima kasih atas harapan dan tanggapan luar biasa dari para tokoh yang hadir tadi malam. “Terima kasih. Insya Allah, dengan dukungan semua pihak, kita akan berusaha sungguh-sungguh menjadikan Fakultas Hukum Unand, menjadi yang terbaik dan bermanfaat untuk bangsa dan negara ini,” katanya.
7 Kriteria
Penganugerahan the best alumni kepada Basrief dan Gamawan mengacu pada tujuh kriteria, yaitu, menamatkan S1 di FH Unand, memiliki perhatian terhadap alma­mater, memberikan kebanggaan terhadap almamater dan alumni, dikenal luas oleh masyarakat, memberikan kontribusi luas terhadap masyarakat, memiliki integritas dan punya prestasi tertinggi di bidang kerjanya.
Penetapan Basrief dan Gamawan sebagai the best alumni melalui seleksi yang ketat dan panjang dari tim seleksi yang terdiri dari sembilan orang yang berasal dari almamater, alumni dan pihak independen. Mereka, antara lain H Basril Djabar, Prof Saldi Isra, Prof Yuliandri, Firman Hasan,SH, LLM, Sadiq Pasadigue, Dr Zainul Daulay dan Zul Effendi.
Panitia seleksi (pansel) semula menjaring 23 nama sebagai calon the best alumni. Mereka berasal dari berbagai latar profesi dan pekerjaan. Setelah melalui perdebatan sengit di tingkat pansel, akhirnya diputus­kan Basrief Arief dan Gamawan Fauzi meraih poin tertinggi untuk dinobatkana jadi the best alumni.
“Tradisi baik ini akan kita lanjutkan untuk masa-masa menda­tang,” kata Prof Saldi Isra, Ketua Panitia 60 Tahun FH Unand.
Gamawan Fauzi, merupakan alumni FH Unand angkatan 1977. Penerima Bung Hatta Anti Corrup­tion Award ini, pernah jadi Bupati Solok dan Gubernur Sumbar sebelum dia dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudho­yono sebagai Mendagri.
Pria berkumis kelahiran Solok 9 November 1957 itu, sekarang juga tercatat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas.
Sedang Basrief meraih gelar sarjana hukumnya pada jurusan Hukum Perdata FH Unand tahun 1975. Selama 36 tahun, pria kelahi­ran  Tanjung Enim 23 Januari 1947 ini, berkiprah di korps Adhyaksa.
Terakhir Basrief menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung, sebelum dia pensiun Maret 2007 lalu.
Pensiun ternyata tak membuat karirnya berhenti. Di tengah polemik Jaksa Agung harus dari orang dalam (kejaksaan) dan orang luar, Presiden SBY, akhirnya memilih Basrief menggantikan Hendarman Supanji.
Selain penyerahan the best alumni, 60 Tahun FH Unand sejak April lalu diperingati dengan berbagai kegiatan, antaranya Lecture Series yang me­nampilan Ketua MK, Ketua KPK, Jaksa Agung, Mendagri. Selain itu juga digelar penyuluhan hukum di berbagai nagari, tribute to dan bedah pemikiran Prof Herman Sihombing, M Zen Jamil dan Prof Syahmunir serta rapat Senat Luar Biasa yang menampilkan orasi ilmiah oleh Jusuf Kalla, mantan Wapres RI.
“Kegiatan ini terselenggara atas dukungan semua pihak. Almamater, alumni, pemerintah daerah dan berbagai pihak. Terima kasih atas semua ini,” kata Saldi Isra.(h/adk/ze)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar