Featured Video

Senin, 12 September 2011

Soal Ambon, Pemuda Maluku Desak Presiden Tegas




Nurul HidayatPemuda Maluku Indonesia Bersatu saat mengadakan jumpa pers di Senayan, Jakarta, Minggu (11/9/2011). Dalam acara tersebut, organisasi ini mengharapkan agar masyarakat Maluku khusunya Ambon tidak mudah terprovokasi oleh sikap-sikap yang bisa menimbukan konfik.

JAKARTA-KOMPAS.com — Pemuda Maluku Indonesia Bersatu menuntut agar pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak cepat dalam menanggulangi masalah yang terjadi di Kota Ambon. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pemuda Maluku Indonesia Bersatu Ronald A Syauta.
”Kami menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas apa pun di belakang ini, siapa pun di balik ini. Kami tidak mau konflik di Ambon terulang lagi untuk yang kedua kalinya,” katanya di Senayan, Jakarta, Minggu (11/9/2011).
Lebih lanjut, Ronald juga mengatakan pihaknya akan bertindak tegas apabila pemerintah kurang serius dalam menyelesaikan masalah ini. ”Kami tidak ingin Ambon atau Maluku jadi ajang kepentingan politik, golongan, atau orang tertentu. Kami minta untuk tegas, kami ini sudah capek, sudah lelah, kalau sudah capek dan lelah, Anda bisa tahu apa kejadiannya. Kami ingin benar-benar tuntas,” tambahnya.
Atas kejadian ini, Pemuda Maluku Indonesia Bersatu mengeluarkan pernyataan sikapnya. Berikut pernyataan sikap tersebut.
1. Kami prihatin dan sedih atas kejadian yang baru saja terjadi di Kota Ambon.
2. Kami menyesal atas sikap aparat yang kurang cepat dan tanggap.
3. Meminta kepada Presiden RI segera menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kepala Kepolisian RI untuk segera mengantisipasi dan mengusut kejadian di Kota Ambon pada hari ini, Minggu 11 September 2011 yang sudah merusak tatanan kehidupan masyarakat Maluku yang sudah membaik.
Seperti pemberitaan sebelumnya, Kota Ambon, Minggu (11/9/2011), dilanda ketegangan akibat terjadinya bentrokan dua kelompok massa di sejumlah titik di kota itu. Massa tidak hanya saling berhadapan dan melempar batu, tetapi juga sempat membakar sejumlah kendaraan yang ada di jalan. Berdasarkan sumber di lapangan, bentrokan ini dipicu tewasnya seorang tukang ojek dengan sejumlah luka. Kelompok yang berpihak kepada tukang ojek bernama Darmin Saiman itu tersulut amarahnya akibat kematian itu.
Awal bentrokan terjadi di kawasan Mangga Dua seusai pemakaman Darmin. Bentrokan kemudian meluas ke kawasan Tugu Trikora. (C11-11)
TERKAIT:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar