Featured Video

Senin, 12 September 2011

Proyek Batang Lembang Menyalahi Bestek-sumani


Padang, Singgalang
Pembangunan tanggul pengendali banjir di Batang Lembang, Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, mendapat kritikan dari Komisi III DPRD Sumbar. Lantaran, proyek tersebut dinilai banyak menyalahi aturan, terutama komposisi bahan (bestek).
“Yang jelas terlihat adalah pemasangan materil pondasi yang tidak sesuai. Batu yang digunakan seharusnya berukuran 15 hingga 20, tapi malah dipasang kerikil. Ini kan salah,” sebut Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Nurnas, pada kunjungan kerja Komisi III di Kabupaten Solok, Sabtu (10/9).
Ia mengatakan, normalisasi Batang Lembang bertujuan mencegah banjir yang selalu menghantui warga setiap tahun. Tapi jika pembangunannya asal-asalan, tentu kanal tersebut akan mudah roboh dan banjir akan terjadi lagi.
“Biaya proyek ini tidak sedikit, yakni Rp25 miliar. Jadi negara akan sangat dirugikan kalau kontraktor main-main dalam pengerjaan proyek ini,” katanya.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III DPRD Sumbar, Israr Jalinus. Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendesak kontraktor agar segera membongkar kanal yang menyalahi aturan tersebut.
“Karena tidak sesuai bestek, maka dalam satu kali 24 jam, kanal itu harus diperbaiki. Untung saja, kanal yang dibangun baru dua trap atau sepanjang enam meter,” ujarnya.

Ketahanan pangan
Pada kunjungan kerja yang diikuti beberapa anggota dewan lainnya, seperti Bachtul, M Tauhid, Novril Anas, Ismarni dan Saidal Masfiyuddin, Komisi III juga melihat pembangunan embung atau waduk berukuran mikro di lahan pertanian Limpato, Nagari Gaung, Kecamatan Kubung.
Pembangunan tersebut untuk menunjang ketahanan pangan Sumbar, karena dapat mengaliri sebanyak 1.100 hektare sawah yang selama ini mengandalkan air hujan.
“Selama ini petani kesulitan mendapatkan air bagi sawah mereka, sehingga dalam setahun hanya sekali masa panen. Itu pun jika tidak kemarau panjang. Jadi waduk ini selain meningkatkan ekonomi petani, juga akan dapat meningkatkan produksi beras untuk Sumbar,” sebut Bachtul.
Embung tersebut memiliki sumber air masuk tetap sebesar 50 liter perdetik. Pengerjaannya ditargerkan selesai pada 2013 mendatang. (307)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar