Featured Video

Selasa, 01 November 2011

Memasarkan Indonesia ke Dunia


NUSA DUA, Pertukaran budaya masyarakat lewat makanan ataupun pangan sudah terjadi sejak lama sehingga membentuk identitas bangsa. Masyarakat dunia sudah mulai mengenal negara dari makanan asli yang diproduksi negara bersangkutan seperti Italia dengan pizza-nya dan Thailand dengan sup tom yam-nya.

"Budaya makan setua umur manusia," demikian pengantar yang disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti, Selasa (1/11/2011), saat secara resmi membuka acara Pameran Pangan Nusa yang diadakan pada 1-5 November 2011 di Peninsula Island, Nusa Dua, Bali. Menurut Bayu Krisnamurti, anak-anak Indonesia sudah seharusnya sejak dini mengenal secara mendalam makanan asli daerah untuk menyampaikan pesan kekayaan budaya Indonesia.
"Apa sih filosofi di balik tumpeng?" tanya Bayu Krisnamurti kepada mereka yang hadir dalam pembukaan Pameran Pangan Nusa 2011 yang menampilkan 132 stand penyaji berbagai produk pangan dan kuliner khas nusantara. Bayu Krisnamurti menyayangkan anak-anak Indonesia yang lebih mengenal makanan maupun camilan dari luar negeri ketimbang dari dalam negeri.
Bayu Krisnamurti bahkan menekankan justru Indonesia seharusnya bangga karena salah satu makanan aslinya, rendang, belakangan telah diakui sebagai makanan terlezat di dunia. "Kita harus melatih anak-anak kita agar taste-nya taste Indonesia," tegasnya.
Selain sebagai identitas, makanan asal daerah di Indonesia, menurut Bayu Krisnamurti, telah menjadi sendi dari kekuatan ekonomi. Bayu Krisnamurti mencontohkan usaha berupa warung Tegal (warteg) di seluruh Jakarta yang dapat menimbulkan pergerakan uang hingga sekitar Rp450 miliar per bulan.
"Jadi jangan promosi Gudeg di Yogya. Kita harus promosi Gudeng di Sulawesi Selatan," jelas Bayu Krisnamurti sebagai permisalan untuk meniru kesuksesan usaha warteg di Jakarta.
Pameran Pangan Nusa diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan ASEAN Fair 2011 yang dijadwalkan berlangsung dari 1-23 November 2011 dengan harapan dapat memikat masyarakat internasional yang menjadi tamu pada rangkaian ASEAN Fair 2011.
ASEAN Fair telah dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Oktober lalu di Nusa Dua dengan sambutan acara lain berupa parade 10 bendera ASEAN yang diarak dari Bundaran HI dan dibentangkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 30 Oktober 2011.
 KOMPAS.com -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar