Featured Video

Selasa, 01 November 2011

Sulaman Benang Emas Menunggu Bapak Angkat


TANAH DATAR— Tanah Datar dikenal sebagai daerah industri rumahtangganya yang beragam. Hampir tidak ditemukan persamaan produk antara satu nagari dengan nagari lain. Sayangnya, keterbatasan akses permodalan dan pemasaran, berakibat pada sulitnya mengembangkan usaha yang berbasis ekonomi kerakyatanitu.
Di Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang, misalnya, beberapa usaha industri rumahtangga sudah tumbuh menjadi bagian dari sistem budaya, di antaranya adalah kerajinan sulaman benang emas. Kendati dianggap sebagai potensi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun pada kenyataannya, industri kecil itu baru sebatas berproduksi apa adanya.
“Sulaman benang emas itu adalah kerajinan tangan yang diwariskan secara turun-temurun. Hampir setiap perempuan nagari ini, mahir membuat sulaman benang emas tersebut. Cuma saja, karena keterbatasan modal, kemahiran ini masih belum dapat dikembangkan secara profesional untuk mendapat keuntungan yang lebih baik. Usaha ini membutuhkan uluran tangan bapak angkat,” ujar Walinagari Tanjung, Paze Andrif, menjawab Singgalang, Senin (31/10), di ruang kerjanya.
Dikatakan, dengan kondisi yang masih sederhana saat ini, sulaman benang emas produk Tanjung sudah bisa menjangkau pasar di dalam negeri hingga ke luar negeri. Ada pengusaha dari Malaysia, tuturnya, yang juga turut memasarkan kerajinan rakyat tersebut. Sementara untuk di dalam negeri, produksi Nagari Tanjung sudah menjangkau Bukittinggi, Padang, Jakarta, Pekanbaru dan beberapa kota besar lainnya.
Walinagari yang didampingi Bendahara Alex Pramatia, berharap kepada Pemkab Tanah Datar untuk membantu para pengrajin membuka jalan akses ke sektor permodalan, seumpama perbankan, bapak angkat dan lembaga lainnya. Dia yakin, dengan modal usaha yang memadai, kerajinan sulaman benang emas bisa menjadi primadona baru industri rumahtangga yang akan mengharumkan nama Tanah Datar.
Di samping itu, walina gari juga berharap, instansi terkait di bidang pembinaan industri rumahtangga bisa melakukan langkah-langkah konkret untuk memasar kan produk kerajinan perampuan Nagari Tanjung itu.
“Mungkin melalui kerjasama dengan dinas terkait, outlet dan stan perdagangan sulaman benang emas bisa dibuka di tempat-tempat strategis, misalnya di bandara, hotel-hotel berbintang dan pusat-pusat kunjungan wisatawan, baik di Batusangkar maupun di Padang, Bukit tinggi dan tempat-tempat strategis lain,” ucapnya.
Selain kerajinan sulaman benag emas, di Nagari Tanjung juga terdapat usaha-usaha kuliner khas daerah berbasis industri rumahtangga, di antaranya kue bawang, paniaram, dan kripik balado. Produknya, sebut walina gari, sudah memasuki berbagai pasar lokal di Sumbar, terutama di Bukittinggi.
Walinagari Paze menegaskan, sebagai salah satu misinya untuk meningkatkan kesejahteraan anak nagari, pengembangan kerajinan dan industri rumah harus dilakukan terus-menerus dengan melibatkan semua elemen terkait di nagari.
Di samping itu, pihaknya juga berupaya agar instansi terkait di jajaran Pemkab Tanah Datar dan Pemprov Sumbar, bisa membantu pengembangannya. Kelak, Nagari Tanjung bisa tumbuh menjadi sentra industri rumah tangga di Tanah Datar, baik kerajinan tangan maupun kuliner.(211)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar