Featured Video

Sabtu, 21 Januari 2012

Permintaan Maaf Pepe ke Messi: Gaya Rendahan yang Tak Tulus


Permintaan Maaf Pepe ke Messi: Gaya Rendahan yang Tak Tulus
googleimage/net
Bukti rekaman saat Pepe melihat ke bawah sesaat sebelum menginjak tangan Messi. Atas tindakan yang diklaim Pepe sebagai ketidaksengajaan itu, Pepe terancam hukuman berat dari RFEF.


BARCELONA - Insiden injakkan kaki Pepe ke Messi membuat Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, meradang. Meski Pepe sudah meminta maaf, Gaspart menilai permohonan maaf yang diutarakan bek Real Madrid, Pepe, kepada Lionel Messi tidak tulus. Ia menilai pemain asal Portugal tersebut masih belum mau mengakui kesalahannya.

Pepe melalui situs resmi Real Madrid sebelumnya mengaku tidak sengaja menginjak tangan gelandang Barcelona, Lionel Messi, pada pertandingan leg pertama perempat final Copa Del Rey di Santiago Bernabeu, Rabu (18/1/2012).  Ia menyatakan permintaan maafnya, jika penyerang asal Argentina tersebut dirugikan oleh insiden tersebut.
"Dia (Pepe) masih punya waktu untuk minta maaf. Bukan dengan gaya rendahan macam ini, 'Saya minta maaf bila anda tersinggung. Apalagi, dia hampir mematahkan tangan dan kamudian mengatakan 'bila saya menyinggung'. Tentu saja dia (Messi) akan tersinggung," kata Gaspart seperti dilansirGoal.com.
Insiden dalam laga tersebut bermula saat Messi terjatuh setelah berkontak fisik dengan penyerang Madrid, Jose Maria Callejon, pada menit ke-68. Pepe kemudian berjalan menuju wasit yang tampak memberi kartu kuning kepada Callejon. Ketika melewati Messi yang belum bangkit, Pepe tampak menginjak tangan Messi.
Menurut Gaspart, Pepe seharusnya diberi hukuman atas perbuatannya tersebut. Bahkan, pria berusia 67 tahun ini menilai, hukuman itu pun tidak akan mengubah penilaian publik mengenai reputasi mantan pemain Porto tersebut.
"Bagi saya, itu (pemberian hukuman) sebenarnya tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah seorang pemain sepak bola profesional mesti menyadari kesalahannya dan mengakuinya kepada publik," tegasnya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom  |  Sumber: Kompas.comhttp://www.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar