Featured Video

Minggu, 22 April 2012

Putri Pengusaha Jadi Korban Kebiadaban Kelompok Punk

Tuban - Tragis nian peristiwa yang menimpa Indri (16) -bukan nama sebenarnya-, gadis asal Tuban. Siswi kelas 3 salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini, disekap selama 3 hari di rumah kosong di wilayah Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.


Selama dalam penyekapan anak-anak pengamen yang disebut-sebut sebagai kelompok Punk itu, putri pengusaha asal Tuban ini diperkosa ramai-ramai. Akibatnya kini korban shock berat dan kini dalam perawatan serius keluarganya di rumah, setelah sebelumnya dimintakan visum di RSUD Dr R Koesma Tuban.

Kini kasus menggegerkan itu ditangani jajaran Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Polisi telah menangkap, Feri (24) asal Semanding, Tuban dan Andri (18) siswa kelas 3 di SMK swasta di Tuban. Pelaku lain yang dikenali korban adalah, Wawan, Nanang, Aldi, Bebek, Gunawan dan tiga lainnya yang tak dikenali saat ini dalam pengejaran polisi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tragedi yang menimpa Indri bermula pada hari Selasa (17/4/2012) siang. Saat itu tengah korban berada di warnet di Kota Tuban. Saat itu korban ditelpon Feri yang mantan pacarnya untuk diajak pertemuan. Tawaran itu disetujui, hingga Feri menjemput Indri di depan warnet dengan naik mobil warna putih.

Ternyata di dalam mobil telah ada 2 pria lain kawan Feri. Selanjutnya korban dibawa ke Hotel Purnama di kawasan Jalan Tuban-Semarang Tuban. Di kamar hotel ternyata ada dua pria lain yang tak dikenali Indri, mereka langsung memperkosa korban secara bergantian di depan Feri. Bahkan Feri juga melakukan perbuatan serupa di hadapan kawan-kawannya itu.

Usai disetubuhi, korban kemudian dibawa ke rumah kosang di kawasan Desa Bejagung. Di rumah yang selama ini dihuni anak-anak pengamen yang sering mengaku sebagai kelompok Pank inilah, korban diperkosa beramai-ramai secara bergiliran oleh 10 anak muda tersebut. Dia disekap hingga tak bisa berbuat apa-apa.

Selama dalam penyekapan, Indri hanya diberi makan sekali. Namun siang dan malam dia digilir hingga jatuh pingsan.

Puas memperkosa Indri, pelaku kemudian 'membuang' korban di perempatan Sambong, kawasan Jalan Basuki Rahmad-Tuban. Dalam kondisi lemas korban ditemukan kerabatnya di dekat trafic light. Setelah itu diadukan ke Polres Tuban dengan didampingi aktivis KPR Tuban.

"Saat ini petugas sedang memeriksa dua pelaku yang ditangkap di rumah, sedangkan pelaku lainnya saat ini dalam pengejaran petugas," kata Kasubbag Humas Polres Tuban AKP Nursento saat mendampingi Kabag Ops Polres Tuban Kompol Suhartono, di Mapolres Tuban di Jalan Wahidin Sudiro Husodo-Tuban, Sabtu (21/4/2012).

Sedangkan Imanul Istofaina, pendamping korban dari KPR Tuban menyatakan, pihaknya berharap pemerintah daerah serius dalam memfasilitasi kebutuhan para korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Apalagi tren kenaikan angka kekerasan ini semakin meningkat.

"Pemka Tuban dalam membuat aturan hukum semacam Perda untuk melindungi perempuan dan anak korban kekerasan. Selain itu pihak sekolah jangan mudah mengeluarkan siswanya yang menjadi pelaku maupun korban kekerasan," tegas Inul, sapaan akrabnya saat mendampingi korban di Mapolres Tuban.


(bdh/bdh) 

http://surabaya.detik.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar