Featured Video

Kamis, 04 Oktober 2012

BOCAH PEREMPUAN DITEMUKAN SUBUH BUTA DI PANTAI PADANG


Seo­rang bocah perempuan yang masih berumur lima tahun, sebut saja “X”, ditemukan warga Kelurahan Olo Ladang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, di dekat tepi laut, Jalan Samudera, Padang, Rabu (3/10) sekitar pukul 06.30, dengan kondisi yang mem­prihatinkan.

Dari keterangan warga yang menemukan bocah itu, pada bagian pinggang dan kakinya anak tampak di­penuhi darah yang sudah mengering. Diduga ada yang lecet sehingga mengeluarkan darah dari tubuh korban.
Era Gusrizal (30), salah seorang warga, mengatakan, saat itu anak itu ditemukan ia dan beberapa orang teman-temannya yang masih ber­dagang tepat di Simpang Damar, Kelurahan Olo Ladang. Mereka mendengar suara anak kecil yang menangis di tempat gelap. Suara tangisan anak kecil, yang ternyata tengah duduk di sebuah kedai yang belum buka.
“Mendengar tangisan anak tersebut, saya bersama dua orang teman saya mencari asal suara. Tidak berapa lama kami berhasil mene­mukan anak yang tengah menangis sambil duduk de­ngan kondisi menggigil ke­dinginan. Merasa kasihan kami membawa anak itu ke kedai yang yang hanya ber­jarak 100 meter dari tempat anak ini duduk,” kata Era, kepada Haluan Rabu (3/10).
Dikatakannya, bocah yang bertubuh gemuk ini diberi segelas susu agar tubuhnya hangat.Saat ditemukan, bcah ini mengenakan baju yang menyatu dengan ce­lananya. “Pagi itu, kami belum mem­perhatikan apa yang di­alami anak ini. Kami hanya fokus agar ia tak menggigil ke­dinginan. Saat itu kondisi si anak sangat ketakutan sekali,” terangnya.
Tak berapa lama, setelah bocah ini terlihat sedikit tenang, barulah ai bersama temannya menanyakan dari mana, dimana orang tuanya dan lainnya. Namun saat ditanyai, anak itu mulai menangis dan dan berupaya menjawab.
“Dari mulut bocah itu menye­butkan bahwa dirinya dibawa dua orang pria dengan meng­gunakan sepeda motor. Dia tak mengatakan tempat tinggalnya, atau dari mana di dibawa dua orang pria yang menggunakan motor tersebut. Setelah si anak memberikan pernyataan yang sedikit ter­sebut, dia tidak bicara lagi dan terus menangis sambil menundukan kepala diatas meja,” jelasnya.
Dijelaskannya, tidak be­rapa lama, anak ini tiba-tiba berdiri, saat itulah terlihat di bagian betis dan paha korban terlihat darah yang telah mengering. Karena diri­nya merasa curiga, menga­ngkat baju anak ini.
Saat itu, kata Era, ter­lihat anak tersebut tidak meng­guna­kan celana dalam lagi. Menge­tahui hal tersebut, ia dan te­mannya menduga bahwa telah terjadi sesuatu yang “ganjil” terhadap anak ini.
Lebih lanjut dikatakannya, setelah dirinya berembuk dengan temannya sekitar pukul 07.30, anak kecil be­rambut layaknya seorang pria itu dibawa ke Mapolresta Padang. Di Ma­polresta Pa­dang, dia melaporkan ke­jadian dan menceritakan seluruh kejadian yang dike­tahuinya pada petugas SPK Unit III. Pengakuan dan keterangan dari Era Gusrizal ini dicatat dengan nomor laporan LP/1599/K/X/SPKT- Resta.
“Kami memang telah me­nerima laporan dari warga Kelurahan Olo Ladang. Saat itu pelapor membawa seorang anak yang diduga telah terjadi “se­suatu” pada dirinya di Pantai Padang, tepatnya dekat Simpang Damar, Kelurahan Olo Ladang,” kata Kanit SPKT Unit III Pol­resta Padang, Ipda Sugeng Riadi, Rabu (3/10).
Setelah petugas mencatat seluruh laporan saksi, yang mengaku bernama Era Gus­rizal diserahkan ke penyidik Per­lindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolresta Pa­dang untuk ditindaklanjuti.
Setelah keterangan saksi diserahkan ke penyidik PPA, anggota SPKT membawa korban ke RS Bhayangkara supaya mendapatkan pera­watan, dan untuk divisum supaya bisa mengetahui apa yang dialami  bocah tersebut.
Dikatakan Sugeng, untuk sementara polisi belum me­meriksa korban karena masih lemah dan trauma atas keja­dian yang telah menimpa dirinya. Rencananya, kete­rangan dari korban akan dilakukan sendiri oleh pen­yidik PPA Mapolresta Padang, kalau pihak rumah sakit telah mengizinkan penyidik untuk memintai keterangan. 

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar