Featured Video

Selasa, 09 Oktober 2012

"Kapolri Berbesar Hati Terima Keputusan Presiden"

 Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo
Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo(VIVAnews/ Muhamad Solihin)



Partai Demokrat menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang kisruh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri sudah sangat jelas memberikan jalan keluar. Langkah selanjutnya, bagaimana KPK dan Polri bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan baik untuk mengimplementasikan itu. 

"Pidato Presiden jelas, tegas dan telah memberikan solusi sehubungan kebuntuan yang terjadi belakangan ini dalam hubungan antara Polri dan KPK," kata anggota Komisi III bidang Hukum DPR, Didi Irawadi Syamsuddin. 

Didi mengimbau, para pihak terkait yakni KPK dan Polri harus dapat mengimplementasikan dengan sebaik-baiknya atas solusi yang telah disampaikan Presiden SBY semalam. Lalu, apakah Komisi III yakin KPK dan Polri dapat mengimplementasikan arahan Presiden sesuai yang diharapkan? Didi yakin, kedua lembaga itu mampu. 

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, yang dengan berbesar hati mau menerima keputusan Presiden. Selama ini Kapolri juga telah memiliki peran besar dan jasa besar bagi KPK," jelas Didi. 

Dalam pidato semalam, SBY menjelaskan berhak menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM dengan tersangka Irjen Pol Djoko Susilo ditangani KPK, dan sisanya ditangani oleh Polri. 

Mengenai insiden Komisaris Polisi Novel Baswedan, SBY menyatakan, "Keinginan polisi menindak Novel tidak tepat, timing dan caranya." Novel merupakan penyidik KPK yang membawahi kasus simulator SIM. Tetapi, polisi menjerat Novel dengan kasus dugaan penganiayaan berat.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar