Featured Video

Senin, 21 November 2011

AYAH TEWAS DIBACOK ANAK SEMATA WAYANG


SUNGAIAPIT,  Seorang remaja, Sani (20), warga RT/RW 02/02 Dusun 1, Desa Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau membacok ayah kandungnya hingga tewas dengan sebilah kapak, Sabtu (19/11) sekitar pukul 09.00 WIB.
Anak semata wayang dari sebuah keluarga sederhana tersebut diduga mengalami gangguan jiwa, dan pernah dua kali berobat di Rumah Sakit Jiwa Kota Pekanbaru.

Informasi dihimpun Haluan Riau, saat itu korban berada di belakang rumah sedang membelah buah pinang meng­gunakan sebilah parang pen­dek. Sani kemudian meng­hampirinya dengan menghunus sebuah kapak ke arah korban yang mengakibatkan luka parah di bagian perut, leher dan punggung. Akibat tindakan brutal darah dagingnya tersebut, korban meregang nyawa di tempat tersebut.
Menurut salah seorang warga, yang tak mau disebutkan namanya, sebelum ibu korban, Rodiah pulang k erumah mengetahui tragedi yang sangat mengejutkan tersebut, ia sempat mendengar tiga kali teriakan yang keluar dari mulut korban, tetapi ia dan beberapa teman­nya mengabaikan teriakan tersebut, karena di rumah itu sering terjadi kericuhan antara anak dan kedua orang tuanya.
“Kami sempat mendengar teriakan minta tolong tiga kali, tapi kami cuek saja, sebab dari rumah mereka sering seperti itu,” tuturnya.
Setelah Rodiah pulang dan menyaksikan suaminya terge­letak, ia berteriak minta tolong. Sedangkan Sani, dalam kondisi menangis. Lalu rumah tersebut didatangi warga sekitar, dan warga melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Kayu Ara Permai. Kepala Desa langsung menghubungi pihak kepolisian, memberitahukan peristiwa tersebut.
Ketika mayat korban di­gotong oleh warga untuk dibawa ke Puskesmas, Sani digiring oleh Polisi tanpa ada perla­wanan dan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dari mulutnya. Tak ada terlihat sebuah penye­salan, geraian air mata hanya terjadi sesaat setelah sang ayah menghembuskan nafas terakhir.
Lanjutnya lagi, gangguan jiwa yang dialami Sani, sudah berlangsung lebih kurang dua tahun, ketika kedua orang tuanya tidak mampu melan­jutkan pendidikannya setelah menamatkan pendidikan di SMK Negeri 2 Siak. Untuk mengobati kekecewaannya, tersangka minta dibelikan sepeda motor, keinginannya tersebut dipenuhi oleh orang tuanya.
“Tapi kedua orang tuanya hanya sanggup membayar angsuran selama empat bulan, karena tak sanggup bayar kredit, sepeda motor merek Yamaha Jupiter tersebut ditarik oleh pihak dealer,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, gangguan jiwa pada diri Sani bertambah parah. Tersangka kerap bertengkar dan memu­kuli kedua orang tuanya tanpa sebab.
Kepala Desa Kayu Ara Permai, Syamsir Khalid mem­benarkan, kalau warganya tersebut mengalami gangguan jiwa. Sani pernah dua kali dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru, tidak hanya itu, ia juga pernah dikurung di­dalam rumah, kondisi kaki terpasung. “Jenazah sudah kita kebumikan jam empat sore,” tutur Kades. (hr/jai)HALUAN 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar