Featured Video

Senin, 02 Januari 2012

KPSI Keukeuh Buka Kantor, PSSI Tak Hiraukan


Jakarta - Kelompok yang menamakan dirinya Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) bersikeras membuka kantor sendiri. PSSI tetap tidak akan menghiraukan komite yang tidak diakui oleh FIFA itu.

KPSI yang terus mewacanakan Kongres Luar Biasa (KLB) sempat mencetuskan rencana bekerja di kantor PSSI, namun hal itu tidak jadi. Mereka kemudian memilih eks kantor Badan Futsal Nasional (BFN) yang juga berada di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

"Kita bikin kantor sendiri, tempatnya lagi dibereskan. Saya beum cek, apa sudah selesai atau belum. Ya, dekat sekretariat Persija, di samping Pintu Utama Senayan," ujar ketua KPSI Toni Apriliani saat dihubungidetiksport, Senin (2/1/2012).

Ia juga mengatakan, meski KPSI memiliki kantor sendiri, dirinya tetap akan mengunjungi kantor PSSI sebab masih merasa sebagai anggota Komite Eksekutif. Padahal ia dan tiga orang lainnya, yaitu La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw dan Erwin Dwi Budiawan sudah dipecat keanggotaannya oleh Komisi Etik PSSI.

"Saya tetap sebagai Exco. Kita abaikan saja lah karena tidak ada urusan dengan kode etik," ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan tidak ingin meladeni apapun yang akan dilakukan KPSI. Buat dia, daripada mengurusi KPSI, lebih baik PSSI fokus menjalankan program-programnya.

"Sudahlah, ngapain mereka masih seperti itu. Masyarakat sudah bosan mendengarnya," tutur Djohar via telepon kepada detiksport. 

"Mereka tidak akan mungkin bisa menempati kantor PSSI. Kita fokus saja pada timnas. Banyak program di tahun ini, seperti SEA Games 2013, yang harus dipersiapkan dari sekarang," tegasnya.

Ditanya lagi soal sikap PSSI menanggapi desakan KLB yang digagas oleh KPSI, Djohar malahan meminta hal itu tak perlu diungkit-ungkit lagi.

"Kita tidak punya waktu banyak. Pembangunan jangka panjang sudah didepan mata. Saya sudah capek, buang-buang energi saja. Kapan kita mau maju?

"Jadi sudahlah, kita laksanakan program. Dalam waktu dekat ini saya akan memimpin rapat untuk membahas program-program itu," tandasnya.

Hari ini juga beredar kabar bahwa FIFA juga tidak mengakui KPSI, yang mengklaim mengambil alih PSSI. Dalam surat elektroniknya kepada harian Republika, FIFA menegaskan bahwa PSSI tetaplah otoritas sah untuk mengontrol seluruh kegiatan sepakbola di Indonesia. Hal-hal yang tidak berafiliasi dengan PSSI, termasuk Indonesian Super League (ISL), tidaklah sah. Namun, PSSI diminta menyelesaikan konflik yang ada selambat-lambatnya 20 Maret, atau Indonesia akan dijatuhi sanksi.


( a2s / roz )
detikSport

Tidak ada komentar:

Posting Komentar