Featured Video

Kamis, 03 Januari 2013

Tren BYOD, Madu Atau Racun?


Smartphone paling penting dalam hidup, lalu diikuti dompet dan kunci.




Menjamurnya berbagai gadget canggih seperti smartphone, komputer tablet  hingga convertible PC menimbulkan gaya hidup baru dalam dunia kerja, bring your own device (BYOD). Para karyawan membawa sendiri perlengkapan kerjanya, perusahaan hanya memberikan akses data dan jaringannya

Apakah fonemena ini akan meningkatkan produktivitas karyawan? Jawabnya tentu belum pasti. Karena banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas, tak semata  soal perangkat kerja.
Yang jelas, gaya hidup ini sepintas akan menekan biaya operasional perusahaan,  karena tidak perlu repot menyediakan dana untuk membeli peralatan kerja bagi karyawan.
Pertanyaannya adalah apakah penurunan biaya itu sepadan dengan munculnya risiko baru akibat BYOD,  kerahasiaan perusahaan makin sulit dijaga. Sebab, berbagai macam keragaman jenis device yang dibawa karyawan akan membuat perusahaan kesulitan mengatur keamanan data dan jaringan perusahaan.
BYOD mulai populer di perusahaan-perusahaan informasi teknologi (IT). Bermula dari menjamurnya piranti canggih yang dimiliki para karyawan dan dapat menunjang pekerjaan.
Perusahaan  akhirnya mempersilakan karyawan mengakses data-data perusahaan dari gadget pribadi mereka. Dan fenomena ini ternyata bukan hanya isapan jempol.
Survei terbaru yang diselenggarakan oleh iPass, perusahaan IT terkemuka, menunjukkan 46 persen karyawan yang disurvei menggunakan smartphone sendiri untuk bekerja, naik dari 42 persen pada 2011 lalu.
Sedangkan jumlah perusahaan yang menyediakan perangkat kerja untuk karyawannya turun dari 58 persen menjadi 33 persen.  Hal ini tentu membuat ongkos operasional perusahaan akan turun dengan sendirinya.
Paling Penting dalam Hidup
Berkembangnya tren BYOD disebabkan para karyawan, pebisnis dan pekerja mobile menginginkan satu perangkat yang terintegrasi untuk penggunaan pribadi dan pekerjaan.
Dalam laporan iPass, smartphone menduduki peringkat pertama dalam hal yang paling penting dalam hidup mereka, lalu diikuti oleh dompet dan kunci rumah.
Meningkatnya popularitas smartphone pribadi membuat para karyawan membawa budaya mereka ke dalam tempat kerja. Karyawan diberikan lebih banyak pilihan perangkat kerja dan fleksibilitas dimana mereka bekerja.
Vice President Europe at Mobility Services iPass Firm, Rene Hendrikse, menjelaskan jika BYOD diterapkan secara benar maka mobilitas karyawan dan strategi perusahaan dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Namun, hadirnya budaya kerja baru ini dinilai bukan tanpa kelemahan.
Fakta menunjukkan hanya 30 persen perusahaan di Inggris yang menggabungkan smartphone dan tablet milik pribadi dalam strategi perusahaan 2012.
Kehadiran gadget pribadi, khususnya yang tidak tepat, dalam jaringan data kantor  dapat meningkatkan risiko pelanggaran data, dan kehilangan data.
Dengan semakin seringnya smartphone dan tablet pribadi mengakses data perusahaan maka akan menjadi prioritas keamanan yang penting bagi departemen IT.
Departemen tersebut harus bisa menentukan aplikasi perusahaan yang dapat diakses dari perangkat milik karyawan.  Selain itu, harus mampu mengelola perangkat, kebijakan akses dan titik kontrol sehingga perusahaan dapat memastikan kebijakan keamanan yang berkaitan dengan VPN, anti-virus software, aktivasi firewall pribadi.
Kebijakan keamanan jaringan perusahaan diperlukan untuk mencegah data-data perusahaan dicuri ataupun dihapus secara jarak jauh jika smartphone ataupun tablet pribadi karyawan hilang.
Survei menunjukkan masalah keamanan server perusahaan meningkat seiring dengan meningkatnya perangkat pribadi yang diperbolehkan diakses karyawan.
Sekitar 46 persen eksekutif IT mengakui masalah keamanan informasi teknologi bersumber dari gadget karyawan yang tidak sejalan dengan perangkat IT kantor.
Tantangan lainnya adalah perusahaan dituntut harus menyiapkan jaringan bandwith yang besa. Data menunjukkan penggunaan ponsel dan tablet karyawan terus meningkat dan setiap karyawan memiliki tiga perangkat, laptop, smartphone dan tablet yang akan menyedot bandwith perusahaan.
Perusahaan departemen IT harus memastikan bahwa strategi BYOD dirancang untuk menangani jumlah peningkatan perangkat yang tersambung tanpa ada dampak negatif pada biaya.
Fenomena BYOD diperkirakan bakal terus meningkat pada 2013 dan tantangannya adalah perusahaan harus efektif mengelola dan mengamankan perangkat pribadi karyawan, dam pada saat yang bersamaan menghindari biaya penggunaan jaringan yang tinggi.
Dengan kebijakan yang tepat, maka perusahaan dapat menikmati banyak manfaat dari BOYD. Karyawan dan pekerjaan akan selalu terhubung, sehingga produktivitas dan mobilitas meningkat, karena karyawan dapat berkomunikasi di rumah, di taman, bahkan saat mereka melakukan perjalanan menuju kantor.



s

Tidak ada komentar:

Posting Komentar