Featured Video

Rabu, 28 September 2011

Siap-siap Sebelum Badai Matahari Menerjang


Jakarta - Aktivitas matahari beberapa hari ini memiliki kecenderungan menurun. Namun pada pertengahan 2013 aktivitasnya diprediksi meningkat dengan terjadinya banyak ledakan di matahari. Apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi badai matahari?

Nurvita Indarini - detikNews

"Dampak secara langsung pada manusia memang tidak ada. Karena badai matahari berdampak pada sistem teknologi. Karena manusia secara umum menggunakan sistem teknologi berbasis antariksa, maka jadi rentan terhadap badai matahari," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Thomas Djamaluddin, Selasa (27/9/2011).

Menurut dia, sistem komunikasi, penyimpanan data perbankan, layanan ATM dan navigasi dengan GPS kemungkinan besar akan terganggu saat badai matahari menerjang. Jauh hari sebelum ancaman peristiwa itu terwujud, manusia di Bumi harus bersiap-siap.

"Para operator satelit tentu punya langkah antisipasi. Selain itu para pengguna jasa satelit juga harus punya back up," sambung Djamaluddin.

Dia menjelaskan, ledakan di matahari terakhir yang dipantau LAPAN terjadi pada 22 dan 24 September lalu. Skala ledakannya X1 atau tergolong kuat menengah. Kendati demikian tidak ada dampak yang terlalu berarti.

"Kejatuhan satelit UARS beberapa hari lalu ke Bumi juga dipecepat oleh ledakan di matahari. Ledakan ini membuat atmosfer lebih rapat, sehingga pengereman akan UARS lebih cepat," lanjut almunus Universitas Kyoto Jepang ini.

Saat ledakan terjadi di matahari, yang paling merasakan gangguan adalah satelit. Karena itu para operator satelit harus mewaspadai operasional satelit.

"Juga gangguan geomagnet. Survei geologi yang memanfaatkan data geomagnet harus diwaspadai. Selain itu juga untuk komunikasi radio gelombang pendek yang memanfaatkan ionosfer. Bisa terjadi blackout. Kalau ionosfer rendah, maka tak memantulkan gelombang radio jauh," jelas Djamaluddin.

Tingkat kewaspadaan akan badai matahari, imbuhnya, terutama ditujukan untuk wilayah Eropa, Kanada dan Amerika. Sebab dalam kondisi tertentu bisa menimbulkan induksi listrik pada jaringan listik jarak jauh.

"Sering kali menimbulkan peningkatan listrik pada trafo sehingga timbulkan terbakarnya trafo. Ini pernah terjadi di Quebec, Kanada pada 1989 dan di Swedia pada tahun 2000-an," terangnya.

Ketika terjadi ledakan di matahari dan terlontar material, belum tentu arah material itu ke Bumi. Arah lontaran materi tidak bergerak lurus karena matahari berputar, dan arahnya seperti bentuk pusaran air. Karena itu lontaran material tidak langsung mengarah ke titik jatuh melainkan arahnya melengkung.

"Partikel matahari itu partikel bermuatan dan ledakan membawa medan magnetik matahari, yang pengaruhi medan magnetik Bumi dan medan magnetik matahari. Interaksinya kalau medan magnetik matahari selatan dan Bumi ke utara bisa menimbulkan semacam celah di lapisan magnet bumi. Celah itu yang kemudian akan menyebabkan partikel bermuatan matahari masuk ke atmosfer Bumi," paparnya.

Pada bulan-bulan akhir 2012 ini, kalau pun terjadi ledakan di matahari, umumnya tidak terlalu kuat. Matahari mempunyai siklus aktivitas yang digerakkan dinamika magnetik matahari. Garis-garis daya magnetik matahari senantiasa meningkat kompleksitasnya.

Pada puncaknya, kompeksitas magnetik semakin meningkat. Saat itu medan magnetik makin ruwet sehingga potensi ledakan makin kuat dan semakin sering. Siklus matahari ini rata-rata 11 tahun-an, namun kenyataannya terjadi 9-12 tahun.

"Aktivitas matahari sebelumnya pada 2000, lalu diperkirakan puncak berikutnya 2012. Tapi setelah pengamat siklus mengamati lagi, perkiraaan aktivitas matahari pada pertengahan 2013. Saat mataahri meningkat aktivitasnya, medan magnetik menuju situasi kompleks sehingga kejadian ledakan matahari semakin sering. Sekarang ini belum pada tingkat perlu diwaspadai terkait dengan aktivitas satelit dan komunikasi radio akibat badai matahari," tutur Djamaluddin.

(vit/fay) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar