Featured Video

Jumat, 23 September 2011

USIN RAMA PUTRA PENDERITA KANKER GANAS BUTUH BANTUAN-solok


Tetesan air mata terus mengalir perlahan membasahi pipi Ermi Wita, 40 tahun, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang cuci pakaian di Kota Solok. Sesekali diusapnya air mata yang meleleh itu dengan telapak tanganya yang kusam. Urat-urat tangannya kelihatan mengakar. Ia terus terisak.
Tak sekejap, matanya lepas mengamati sesosok tubuh remaja berusia 16 tahun berkulit putih berbadan kurus, yang terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidur ruang bedah RSU Solok, Rabu (22/9) lalu.

Sesekali dibelainya pula rambut hitam lebat buah hati kesayanganya itu yang sejak lahir diberinya nama Usin Rama Putra. Penuh cinta kasih seorang ibu, ia tatap mata anaknya dalam-dalam. Tampak mereka sedang berkomunikasi tentang hubungan ibu-anak. Ada optimistik tentunya.
Lalu, tatap matanya mengarah ke kaki kanan Usin Rama Putra yang terserang kanker ganas itu. Tak lama, air matanya menetes kembali dan berderai membasahi pipinya.
Sementara bibir Ermi terus bergetar menahan seribu gejolak, sedih, gundah gulana, dan getir kehidupan. Hidup pas-pasan.  Dia hanyalah seorang janda beranak empat yang hidupnya pun serba pas-pasan.
Namun Usin, sang anak yang sangat berbakti kepada orangtuanya ini, seolah meyakinkan ibundanya tercinta Ermi Wita, bahwa Tuhan yang maha kuasa pasti tak akan membiarkan mereka terus hidup dalam parasaian selama-selamanya.
“Pertolongan Allah subha­nahu­wataala pasti akan datang kepada kita Bu,” tutur Usin Rama Putra dengan mata berkaca-kaca dan mulut bergetar menahan tangis sambil menatap wajah ibundanya tercinta Ermi Wita.
Usin yang juga seorang pelajar salah satu SMA di Kota Solok ini, sekuat tenaga terus berjuang melawan kanker ganas yang tanpa kompromi menggerogoti kaki kanannya itu. Bahkan akibat kanker ganas yang terus saja merongrong dan mengge­rogoti kaki kananya itu dan bisa jadi mengancam keselamatan jiwanya, dokter rumah sakit yang menangani perawatannya terpaksa harus mengam­bil jalan terbaik, yakni amputasi.
Ya, kaki kanan Usin Rama Putra yang juga hobi bermain sepakbola merumput di lapangan hijau itu, terpaksa haru diamputasi atau dipotong.
Usin Rama Putra yang berwajah melankolis, namun mudah bergaul dengan siapa saja ini, terpaksa harus ikhlas dan rela kehilangan satu kaki kananya sejak dua hari lalu.
Namun begitu, semangat hidup yang terus menggebu-gebu membuat dirinya termotivasi untuk mampu bangkit dari keterpurukan dan deraan penyakit yang merongrongnya selama ini.
Karena obsesinya di dalam hati adalah jika dia sudah besar nanti, kelak dia ingin sekali membaha­giakan ibundanya tercinta dan tiga orang saudara kandungnya dengan menjadi orang yang berhasil dikemu­dian hari.
Di saat Usin dan ibundanya tercinta Ermi Wita tengah berada dalam kebimbangan yang tak bertepi, tiba-tiba saja sesosok pria berkumis tebal berkulit putih berbaju safari datang menemui mereka dengan senyum penuh keramah tamahan.
“Asalamualaikum,” begitu sapa pria tersebut yang ternyata adalah Wakil Wali Kota Solok Zul Elfian.
Ermi Wita dan anggota keluar­ganya serta Usin yang tak begitu mengenal sosok Wakil Wali Kota ini, sontak menjawab salam tersebut dan menyambut uluran tangan Zul Elfian.
Setelah mendengar keluh kesah parasaian hidup Ermi Wita dengan suaranya yang parau dan salah satu keluarga miskin di kota beras ini, Zul Elfian mengabarkan segala biaya pengobatan Usin di RSU Solok akan ditanggung pemerintah Kota Solok.
Ermi juga sempat menceritakan bahwa dia memiliki kartu Jam­kesmas yang dipergunakanya untuk berobat di RSU Solok itu, hingga putranya Usin dioperasi kaki kanan­nya dua hari yang lalu.
Dia juga menceritakan bahwa awalnya terlihat ada benjolan kecil di bawah tapak kaki kanan putranya. Namun lama-kelamaan ternyata benjolan tersebut berubah menjadi kanker ganas yang terus saja mengge­gorogoti kaki kanan Usin.
Karena demikian cepatnya menja­lar, kanker ganas itu akhirnya menyebabkan kaki kanan Usin menjadi lunglai lemah tak bisa digerakan, apa lagi untuk berdiri tegak menopang  berat tubuhnya dalam keseharian. Dalam kunjugan itu, Zul Elfian memberikan bantuan uang tunai yang diterima Ermi Wita.
Zul Elfian juga sempat memberi motivasi kepada Usin Rama Putra untuk tetap bersemangat dan terus menuntut ilmu, hingga tak putus sekolah di tengah jalan.
“Tetap semangat ya Usin karena masa depan masih luas terbentang,” papar Zul Elfian. (h/riswan jaya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar