Featured Video

Senin, 31 Oktober 2011

DIANCAM TEMBAK, PETUGAS KEBERSIHAN KETAKUTAN


PADANG, HALUAN — Seorang petugas kebersihan di Kota Padang, OP, mengaku merasa ketakutan setelah diancam tembak oleh perwira menengah di Jalan Sudirman, Padang, Sabtu (29/10).
Kepada wartawan Haluan, OP menuturkan, sekitar pukul 07.00 WIB pagi Sabtu itu, dia menjalankan tugas sebagaimana biasanya di seputaran Jalan Sudirman dan Jalan Abdul Muis, dekat rumah dinas Danrem 032 Wirabraja.

Tengah asyik bekerja membersihkan sampah di trotoar samping rumah Danrem arah ke Jalan Abdul Muis, tiba-tiba dia dikagetkan suara teriakan ‘aaaa’ dari arah rumah Danrem. Spontan, OP menoleh dan memperhatikan asal suara.
Belum hilang kagetnya mendengar suara teriakan, OP justru dikejutkan oleh bentakan dari seseorang lelaki penghuni rumah yang menurutnya, itu adalah Danrem 032 Wirabraja Kolonel Inf. Bambang Taufik.
Cerita OP, ia langsung dimarahi. “Apa yang kau lihat? Apa yang kau intip itu? Mata-mata kau ya?”. OP sempat menjawab, “Saya hanya lihat ke dalam, Pak.”
Namun, dibalas dengan hardikan yang membuatnya semakin keta­kutan,  “Tidak perlu kau lihat ke dalam. Saya tidak suka rumah saya dilihat-lihat. Kalau saya pegang senjata, telah saya tembak kepalamu. Ya, mau ditembak kau, ya!,” kata OP, menirukan ancaman yang diterimanya.
Sejak mendapat bentakan dan ancaman itu, OP mengaku dirinya trauma dan takut bekerja di kawasan Sudirman dan Abdul Muis itu. Dia pun menyampaikan rasa takutnya kepada atasannya di Dinas Ke­bersihan Kota.
Kasi Penyapuan dan Pengang­kutan Dinas Kebersihan Kota Padang M. Iqbal SH, mengatakan, tidak seharusnya tindakan yang dialami anak buahnya yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dua tahun lalu itu, terjadi.
“Pak Wali juga sudah kami laporkan masalah ini. Beliau berjanji akan mencarikan solusi yang baik,” kata M Iqbal.
Doakan Wartawan
Danrem 032 Wirabraja Kolonel Inf  Bambang Taufik yang dikon­firmasi terkait berita tersebut, Sabtu malam, tidak mau mengangkat telepon.  Berulang kali dihubungi ke nomor telepon selulernya, meski terdengar nada masuk, tapi tidak diangkat.
Hanya satu SMS yang dikirim, akhirnya dijawab oleh Danrem. Isinya, “Terimakasih Pak Infonya. Mudah-mudahan Wartawan Bapak Diampuni oleh Allah SWT. Karena Hal Itu Tidak Benar.”
Kapenrem Korem 032 Wirabraja, Mayor Inf Defi Deflijun yang ditelepon berulang-ulang kali, tidak mau menjawab. Pesan yang dikirim melalui SMS, juga tidak dibalas.(h/adk/nas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar