Featured Video

Senin, 31 Oktober 2011

HALALBIHALAL HKB JAKARTA MERIAH


JAKARTA, HALUAN  — Rata-rata organisasi perantau “urang awak “ di berbagai kota di nusantara melaksanakan acara silaturrahim atau lazim disebut halalbilhalal setiap tahun.  Per­satuan warga Minang baik untuk tingkat propinsi,  kabu­paten dan kota, bahkan nagari umumnya memang berhimpun dalam wadah organisasi pe­rantau.

Namanya disesuaikan de­ngan daerah atau nagari masing masing Setidaknya setahun sekali diadakanlah acara sila­turahim itu. Ada yang mewah dan ada pula dilakukan secara sederhana. Banyak pula yang mengundang  bupati/walikota, DPRD , wali nagari bahkan tokoh-tokoh masyarakat dari kampung. Kegiatan itu seolah olah adalah puncak kegiatan dari sebuah organisasi perantau Minang di mana saja mereka itu berada. Brigadir Jenderal Polisi Abdul Nasser Dt Rangkai Marajo putra Batipuh, Tanah Datar  yang sudah berlanglang buana bertugas di tanah air sejak 31 tahun lalu menilai, banyak organisasi perantau menjadikan acara silaturahim atau halalbihalal sebagai  ke­giatan pokok. “Umumnya organisasi perantau kita seperti Aceh, Riau, Palembang, Ban­dung dan Jakarta, bahkan di Bali  menjadikan acara silatura­him sebagai sebuah acara pokok. Padahal peguyuban ini seharusnya memikirkan nasib atau perjuangan  perantaunya yang tengah mengadu nasib di negeri orang,” katanya di sela-sela acara Silaturahim Akbar Himpunan Keluarga Batipuh (HKB) Jakarta di Gedung Sasana Wira Sakti Ditkesat TNI Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (23/10).
Selaku ketua dewan pem­bina Himpunan Keluarga Batipuh (HKB) Kabupaten Tanah Datar Jakarta, Abdul Nasser  meminta agar  HKB Jabodetabek tidak sekadar mengedepankan acara sila­turahim sebagai tujuan pokok organisasi.
“Saya mengamati di ber­bagai organisasi perantau Mi­nang sejak 31 tahun bertugas sebagai perwira polisi di banyak daerah di Nusantara, dan sering hadir di sana, organisasi pe­rantau Minang umumnya me­ngu­tamakan  acara sila­turahim sebagai tujuan utamanya se­hingga tidak memiliki banyak manfaat bagi urang awak di rantau,” kata Abdul Nasser.
Silaturahim akbar warga Batipuh yang tergabung dalam organisasi HKB mengusung tema “Batipuah Baiyo Batido, Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang”. Hadir Ketua Ikatan Keluarga Padang Pan­jang, Batipuh X Koto ( Ikapa­basko) Jakarta Faisal Jamal, Chairul Abri, Ketua KAN Batipuh HMA Dt Rangkai Basa, Yan Usman selaku pem­bina dan ratusan warga Batipuh di Jakarta dan sekitarnya
Ketua HKB Jakarta Ko­lonel  H Adrianus Dt Tumalan Sati di hadapan anggotanya memaparkan, saat ini HKB sudah ingin memiliki sekre­tariat permanen agar semua anggota dapat berkumpul untuk memikirkan agar semua pe­rantau Batipuh benar benar memiliki kesamaan pandang, Baiyo Batido “barek samo dipikua, ringan samo di jinjiang “sesuai tema Silaturahmi Akbar HKB.
Sekretariat itu nantinya juga menjadi tapatan urang awak Batipuh yang ingin pula mengadu nasib atau yang merantau ke Jakarta,” kata Adrianus
HKB sudah menghimpun dana spontan saat berkumpul sebelumnya sebesar Rp 43 juta. Sementara untuk pengadaan tanah yang direncanakan di jalan Pramuka Jakarta Pusat dibutuhkan dana Rp 400 juta, belum lagi untuk pembangunan gedungnya. “Inilah gagasan yang memang memerlukan barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang “ kata Adrianus menambahkan
Ketua Panitia Silaturahmi Akbar HKB Jakarta Amril mengatakan, dari data yang ada sedikitnya terdapat sekitar 2.000 KK warga Batipuh di Jabodetabek atau sekitar 10 ribu jiwa dengan berbagai latar belakang usaha dan pekerjaan. Dan ter­seleng­garanya acara sila­turahim ini tidak terlepas dari kerja keras semua panitia dan dukungan pengurus HKB. “Alham­dulillah acara sukses dan perantau Batipuh banyak hadir “ kata Amril kepada Haluan usai acara.(h/one)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar