Featured Video

Senin, 07 November 2011

BERKAS PENARI STRIPTIS MASIH DI POLRESTA


Padang, Jajaran Ke­polisian Resor Kota Padang masih terus melengkapi bukti dan kete­rangan saksi dengan ter­sangka dua orang penari striptis, sehingga berkasnya masih meng­gantung dan be­lum diserah­kan ke pihak kejak­saan.
Kabag Ops Polresta Padang Kompol Ari Yuswan di Padang, menyatakan, hingga kini berkas kasus dua penari striptis itu belum diserahkan ke kejaksaan ka­rena masih masih harus di­lengkapi.

“Kita secepatnya akan me­lengkapi berkas yang kurang dan tidak tertutup kemungkinan saksi yang sudah diambil keteranganya akan dipanggil kembali agar secepatnya kedua tersangka dapat diajukan ke pengadilan,” kata dia kepada Haluan, Minggu (6/11).
Dia menambahkan, untuk melengkapi berkas sebelum diajukan ke kejaksaan saat ini pihak kepolisian telah melakukan perpanjangan penahanan selama 60 hari terhadap kedua tersangka yang saat ini mendekam di tahanan Mapolresta Padang.
Kedua tersangka penari strip­tis tersebut adalah SS (21) yang ditangkap di Bukittinggi dan NA (21) yang ditangkap di kawasan Kecamatan Lubuk Begalung.
Kedua tersangka pada awal­nya ditangkap Satpol PP Padang pada 26 September 2011 di Fellas Cafe, Kota Padang, namun kemudian dilepaskan aparat penegak perda itu sebelum diamankan kembali oleh aparat kepolisian.
Sejak penangkapan terhadap kedua tersangka, pihak kepolisian telah memanggil 14 orang saksi di antaranya Kepala Kantor Satpol PP Kota Padang Yadrison, para anggota Satpol PP, pemilik kafe, serta petugas Kantor Pela­yanan Perizinan Terpadu (KP2T).
Sehubungan dengan belum lengkapnya berkas perkara kedua penari striptis itu, pihak kepo­lisian setempat juga menyatakan kemungkinan kembali akan memanggil Kepala Kantor Satpol PP kota Padang.
Sementara itu, terkait adanya tiga orang penikmat tarian striptis saat kedua penari tersebut ditangkap, hingga kini pihak kepolisian belum mendapatkan identitas pastinya.
Namun demikian, ciri-ciri salah seorang penonton sudah dikantongi dan tinggal menunggu keterangan saksi yang mengetahui identitas orang tersebut.
“Saat ini satu orang yang diduga sebagai penikmat tarian telanjang itu sudah ada fotonya di tangan pihak kepolisian, namun identitasnya masih terus dicari,” jelas Ari.Ia menam­bahkan, pihak kepolisian tidak akan main-main dalam menye­lesaikan kasus praktik pernoaksi itu agar tidak lagi mencoreng nama baik dae­rah. (h/naz/ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar