Featured Video

Senin, 07 November 2011

Kabut selimuti Gunung Marapi-Sumbar

Seorang warga memperhatikan aktivitas Gunung Marapi terlihat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Bukittinggi  Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, sepanjang pagi hingga sore pada Sabtu diselimuti kabut asap, sehingga tidak bisa dipantau secara visual kondisi terkininya.


Warseno, petugas Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Pos Pemantauan Gunung Marapi, menyebutkan bahwa kabut asap menyelimuti gunung itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

"Kita tidak bisa memantau secara visual kondisi gunung apakah mengeluarkan asap hitam, putih ataupun abu vulkanik akibat kabut yang menutupi puncak gunung itu," katanya.

Menurut dia, laporan tiga alat seismograf dan satu digital analog pada ketinggian 2.000 meter di daerah Batu Palano dan pada ketinggian 1.500 meter di Lasi, gunung yang memiliki tinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu masih mengeluarkan letusan.

"Letusan gunung masih terjadi sehingga kita menetapkan status waspada level II. Masyarakat masih diajurkan untuk tidak melakukan pendakian tiga kilometer dari puncak," katanya.

Dia menyebutkan, sejak peningkatan aktivitas pada gunung 3 Agustus 2011 lalu, gunung tersebut mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik hampir setiap hari.

Salah seorang warga Sungaipuar, Mak Datuk Supono, menyebutkan, Jumat (29/10) kemarin gunung juga ditutupi kabut asap. Tapi pada sore hari gunung terlihat tidak ditutupi kabut asap dan terlihat mengeluarkan asap hitam.

"Asap hitam yang disemburkan gunung Jumat sore kemarin itu tekanannya tidak kuat. Ketinggian asap hitam diperkirakan hanya setinggi 50 meter dari puncak gunung," katanya.

Lanjut dia, gunung tersebut hampir setiap malam mengeluarkan dentuman dan bunyi gemuruh.

"Tadi malam sekitar pukul 22.15 WIB, terdengar suara gemuruh yang diduga berasal dari gunung itu. Hanya saja, dibandingkan beberapa hari sebelumnya suara gemuruh tidak begitu keras terdengar," ucapnya.

Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki dari dalam maupun dari luar Sumatera Barat.

Setiap pergantian tahun baru, gunung selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari Kotobaru, Tanahdatar.
(T.ANT-205/R010)
Editor: Priyambodo RH(ANT)  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar