Featured Video

Rabu, 16 Januari 2013

TABRAKAN TRAGIS DI PASA USANG : 8 Tewas Mengenaskan



BATANG ANAI — Kecelakaan tragis terjadi di KM 25 jalan Padang-Bukittinggi, persisnya di Talang Jala Pasa Usang, Kenagarian Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Delapan orang meninggal dan belasan lainnya luka-luka.


Setelah kendaraan beradu, penumpang kedua kendaraan berpekikan minta tolong, terutama dari angkutan travel. Tragisnya, sebagian penumpang angdes terlempar ke luar hingga masuk bandar.Kecelakaan itu melibatkan angkutan pedesaan (angdes) BA 2892 FF kontra angkutan travel L-300 merek TKB nomor polisi BB 1130 FP pukul 07.15 WIB, Selasa (15/1). Korban luka-luka dan kritis dilarikan ke Rumah Sakit M. Djamil dan RS Siti Rahmah, Padang.
Delapan orang yang tewas adalah penumpang dan sopir angkutan pedesaan. Penumpang yang meregang nyawa didominasi siswa SMAN 1 Batang Anai beserta seorang guru sekolah itu, siswa SMAN 1 Lubuk Alung dan siswa SMPN Batang Anai.
Menurut informasi yang dihimpun Singgalang dari sejumlah saksi mata dan keterangan Kapolsek Batang Anai, AKP. Indra Syahputra, angdes berpenumpang 15 orang itu datang dari arah Padang menuju Lubuk Alung diduga dengan kecepatan tinggi. Beberapa penumpang, ada yang bergelantungan di pintu.
Dari arah berlawanan —dari arah Bukittinggi— datang pula angkutan travel L-300 dengan penumpang sembilan orang. Sesampai di tempat kejadian peristiwa (TKP), sopir travel yang diduga juga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, tanpa sebab yang jelas mengambil jalan terlalu ke kanan, seakan ‘mengejar’ angdes, sehingga tabrakan maut tak terelakkan lagi. Dugaan sementara, sopir travel mengantuk.
Jhon, salah seorang guru di SMPN Batang Anai mengaku, melihat kejadian yang mengerikan itu. Sebab, saat kecelakaan, ia berada tak jauh di belakang angdes naas tersebut.
“Ambo mancaliak bana oto tu balantak. Apolai jalan sadang langang karena masih pagi,” ujar Jhon kepada Singgalang.
Jhon mengaku, ikut membantu mengeluarkan para korban yang terjepit di angdes dan mengangkat para siswa yang terlempar masuk bandar. “Ambo ndak bisa mambedakan nan maningga jo nan pingsan. Semuanya diam dengan kondisi baju bermandikan darah. Baju para siswa itu sudah merah semua,” tambah Jhon.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Amirjan, SIK yang didampingi Kapolsek Batang Anai, AKP Indra Syahputra kepada Singgalang menjelaskan, kedua kendaraan diduga sama-sama dalam kecepatan tinggi.
Indikasinya, jalan pagi itu masih lengang. Angdes sudah penuh penumpang, bahkan melebihi kapasitas. Sementara itu, angkutan travel, sopirnya mungkin sudah lelah dan mengantuk, sehingga terjadilah peristiwa yang merenggut delapan korban meninggal.
Dari tujuh korban meninggal itu, seorang di antaranya adalah putri dari Prof.DR. Rahman Ritonga, Guru Besar STAIN Bukittinggi bernama Megistra Rahman. Gadis itu adalah siswa kelas III SMA 1 Batang Anai.
Beberapa saat setelah kecelakaan, Megistra sempat keluar dari angdes sendiri. Namun karena, lukanya yang begitu parah dan banyak kehabisan darah, ia menghembuskan napas terakhir di RS Siti Rahmah.
Megistra telah dikebumikan di Bukittinggi siang kemarin setelah terlebih dahulu disemayamkan di bilangan Garegeh, Bukittinggi. Ia dimakamkan di bawah suasana haru dan kesedihan yang mendalam dari pihak keluarga.
“Megistra selama ini tinggal bersama eteknya di Padang,” kata Rahman, sang ayah.
Selain itu, jelas Kapolres, saking kuatnya benturan menyebabkan kedua kendaraan berbalik arah. Angdes kembali mengarah ke Padang, sedangkan angkutan travel mengarah lagi ke Bukittinggi. Bagian depan sebelah kanan angdes bercat putih tersebut nyaris merapat ke bangku sopir. Bodi angdes sudah tak berbentuk.
Akibat kecelakaan itu, jalan Padang-Bukittinggi nyaris macet total. Puluhan petugas dari Satlantas Polres Padang Pariaman, pagi itu sibuk mengatur arus lalulintas. Kasus ini sudah ditangani Polres Padang Pariaman. (012/527/525)