Featured Video

Kamis, 13 Oktober 2011

‘Serambi Mekah’ Terbakar


9 PETAK TOKO DI LUNANG SILAUT LUDES
Musibah lagi. Hanya berselang delapan jam, dua kebakaran hebat terjadi di Padang Panjang dan Pesisir Selatan.

PADANG, HALUAN — Dua keba­karan hebat terjadi di dua lokasi di Sumatera Barat, Rabu (12/10). Di Padang Panjang, asrama putri Pondok Pesantren Serambi Mekah dilalap api sekitar pukul 11.00 WIB. Se­men­t­a­ra api juga menghanguskan sembilan petak toko di Simpang Kota Terpadu Mandiri (KTM), Kecamatan Lunang Silaut, Pesisir Selatan.
Akibat kebakaran di Pesantren Serambi Mekah, 22 santri putri terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gangguan perna­fasan. Bahkan satu santri wanita mengalami patah tangan setelah melompat dari lantai II asrama, dan seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) menga­lami luka akibat terkena pecahan kaca saat mema­damkan api.
Api dapat dikuasai pukul 13.00 WIB setelah Damkar kota Padang Panjang dibantu Damkar Agam, Bukittinggi dan Agam serta mobil tangki PDAM Padang Panjang datang ke lokasi untuk memadamkan api. Petugas Damkar terpaksa bekerja ekstra memasuki ruangan yang terbakar dengan memakai baju tahan api dan oksigen. Sejumlah anggota DPRD kota Padang Panjang juga datang me­nyaksikan musibah kebakaran ini
Kebakaran disiang bolong itu terjadi di saat acara wisuda mahasiswa Akper Nabila di lantai II Graha Serambi Mekah 165 yang berada di kompleks Ponpes Serambi Mekah. Api mulai membesar aat Wakil Walikota Padang Panjang Edwin Anas menyampaikan pidato sambu­tan di hadapan wisudawan Akper Nabila. Edwin Anas terpaksa memu­tus sambutannya lantaran mendengar teriakan kebakaran dari luar gedung. Acara wisuda pun langsung bubar, semua peserta berlarian keluar ruangan. “ Saya terpaksa memotong sambutan karena mendengar teriakan kebakaran dari luar gedung dan langsung ke TKP mengarahkan pemadaman “ kata Edwin.
Begitu api mulai membesar, ribuan warga di Kota Padang Panjang berlarian ke lokasi menyaksikan kebakaran. Tak heran jika suasana Simpang Guguk Malintang dipadati manusia menyaksikan petugas Dam­kar tengah menjinakkan api.
Menurut beberapa pengemudi Ojek yang biasa mangkal di simpang Guguk Malintang mengaku melihat asap mengepul di bahagian tengah lantai III Asrama Ponpes Serambi Mekah. Mereka pun meneriakkan kebakaran kebakaran. Sontak ma­syara­kat disekitar lokasi berlarian ke TKP.
Di tengah petugas Damkar beru­saha memadamkan api, be­berapa mobil ambulan Pemda Padang Panjang terpaksa ikut kerja ekstra untuk melarikan para santri yang mengalami gangguan per­nafasan akibat menghirup asap kebakaran dan trauma melihat api berkobar dengan cepat. Sebanyak 22 orang dilarikan ke RSUD Padang Panjang di Ganting
Rini salah seorang santri tingkat SLTP asal kota Padang yang diwa­wancarai di RSUD Padang Panjang saat menjalani perawatan mengaku sesak nafas dan trauma dengan musibah kebakaran. “ Saya sedang belajar di lokal dan mendengar musibah kebakaran segera keluar, rupanya asap sudah semakin banyak mengakibatkan saya dan kawan kawan sesak nafas “ kata Rini yang sedang menjalani perawatan di ruang UGD RSUD Ganting Padang Panjang.
Petugas medis di RSUD mem­benarkan 22 orang yang dirawat akibat gangguan pernafasan. “ Mereka hanya mengalami gangguan pernafasan dan trauma “ kata salah seorang perawat menyebutkan
Pimpinan Yayasan Pondok Pesan­tren Terpadu Serambi Mekah, H Bahar Yusuf waktu kejadian sedang berada di Jakarta. Sorenya H Bahar Yusuf terpaksa kembali ke Padang Panjang.
Ia mengaku sudah menerima kabar kebakaran lantai III sebagai asrama yang dihuni sekitar 100 orang santri laki laki dari pengelola yayasan di Padang Panjang “ saya sudah menerima telepon dan segera pulang ke Padang Panjang “ kata H Bahar Yusuf Dt Rajo Bukik ketua Yayasan H Bahar Yusuf menjelaskan
Kapolres Padang Panjang AKBP Sofyan Hidayat yang ditanya terkait penyebab kebakaran belum bersedia memberikan keterangan. “ Kami masih mengumpulkan saksi saksi, dan sementara dipasang garis polisi guna penyelidikan penyebab keba­karan. Saya akan turunkan petugas identifikasi kelapangan “ kata Sofyan Hidayat
Sementara itu wakil walikota Padang Panjang Edwin Anas berjanji akan turut membantu kelancaran PBM anak anak yang bersekolah di pesantren. “Kita berharap musibah ini tidak menganggu PBM, dan kita akan turut memikirkan langkah langkahnya setelah berkoordinasi dengan pihak pengelola Pesantren Serambi Mekah “ ujar Edwin
Asrama santri Pondok Pesantren Serambi Mekah memiliki 3 lantai. Lantai I digunakan untuk perkan­toran, koperasi dan ruang praktek. Sedangkan lantai II di tempati santri putri, lantai III yang terbakar sebelumnya menampung santri putra kelas 1. Bangunannya terbuat dari rangka baja. Lantai I dan lantai II tidak mengalami kerusakan berarti. Sementara lantai III mengalami kerusakan fatal. Seluruh barang barang santri hangus terbakar. Berapa kerugian akibat musibah ini belum diketahui secara pasti
Kabar kebakaran Pondok Pesan­tren Serambi Mekah dengan cepat langsung beredar. Para orang tua santri dari berbagai daerah di Sumbar sejak siang kemarin berdatangan ke Padang Panjang untuk melihat keadaan anak anak mereka. Ratusan mobil memadati jalan sekitar Ponpes Serambi Mekah. Mereka cemas dengan kondisi anak anak mereka yang bersekolah di sana.
Sembilan Ruko
Sementara kebakaran yang me­nim­pa sembilan petak ruko di simpang KTM Lunang Silaut selain menimbulkan kerugian juga menye­babkan hilangnya lahan pekerjaan pe­milik toko. Api tidak menyisakan ba­rang berharga pemilik, meski war­ga berupaya melerai pergerakkan api.
Camat Lunang Silaut Darwis, ketika di konfirmasi Haluan menye­butkan, kebakaran terjadi menjelang subuh atau sekitar 03.00 WIB dinihari. “Kesembilan ruko yang terbakar tersebut masing-masing milik Zizarman (35), Abuzar Bujang (45), Sudirman(40), Buya Zet (50), Amrizal(53) dan Rahman(55). Ruko berisi berbagai peralatan elektronik, peralatan dapur dan peralatan rumahtangga lainnya,” katanya.
Dikatakannya, peristiwa keba­karan yang melalap sembilan petak ruko tersebut diketahui warga saat api tampak menyala di salah satu ruko. “Api pertama kali terlihat dari ruko milik Zizarman. Sebelumnya ditandai asap yang keluar mengepul dari ventilasi ruko. Api dalam waktu singkat menjalar ke ruko lainnya,” katanya.
Dikatakan Darwis, warga sekitar terbangun mendengan pekikan pe­milik ruko minta tolong. Kemu­dian upaya pemadaman dilakukan dila­kukan bahu membahu oleh warga. Se­mentara peralatan pemada­man ha­nya menggunakan ember dan peralatan lain yang bisa mengangkut air.
“Mobil Pemadam Kebakaran di sini memang tidak ada, sehingga upaya pemadaman tidak berlangsung dengan baik. Mobil kebakaran jaraknya jauh yakni di Balai Selasa dan Painan,” katanya.
Sementara itu, korban kebakaran hingga kini terpaksa menumpang di rumah warga lainnya. “Saya tidak punya rumah, sehingga kini harus menumpang dirumah tetangga,” ujar salah seorang korban.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan Nasharyadi menye­butkan, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan lebih Rp1 miliar. Sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. (h/one/har)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar