Featured Video

Selasa, 06 November 2012

Enda Nasution Selalu Beri Sentuhan Personal di Blog





Kegemarannya menulis tidak hanya menjadikan Enda Nasution sebagai aktivis media sosial, tetapi juga berhasil membuatnya dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia. 

Nama Enda mulai dikenal setelah ia menulis sejumlah artikel tentang blog. Artikel yang dia publikasikan di media sosial itu menjadi rujukan berbagai media dan para blogger yang ingin mengetahui lebih banyak tentang blog

''Awalnya, saya menulis di blog pada September 2001. Itu karena saya suka menulis di buku harian,'' paparnya. 

Hobinya menulis, ujarnya, membuatnya sempat bercita-cita menjadi penulis. Laki-laki kelahiran Bandung itu mengaku sudah mulai merangkai kata-kata di buku hariannya sejak di bangku sekolah menengah pertama (SMP). 

''Kemudian, saat kuliah, saya mulai mencari cara bagaimana mempublikasikan apa yang biasa saya tulis di buku harian ke website agar orang lain juga bisa membacanya,'' tambahnya. 

Berhubung hobi dan minatnya itu tidak sejalan dengan ilmu yang dipelajarinya di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, ia akhirnya memelajari kode HTML secara otodidak. 

Setelah itu, Enda mengenal blog dan mulai menulis di blogger.com. Ketika masih kuliah, dia juga aktif membuat tulisan pendek, foto dan puisi di situs pribadinya. Pada 2004, Enda membeli hosting untuk blog-nya. 

Lalu, jadilah enda.goblogmedia.com yang eksistensinya masih sampai saat ini. Pada 2004 dan 2005, laki-laki yang pernah tinggal di Bangkok selama lima tahun itu juga pernah membuat blog pemilu2004.goblogmedia.com dan indonesiahelp.blogspot.com

Dua blog itu, ujarnya, dibuat dengan topik khusus terkait dengan pemilihan umum dan tsunami Aceh yang terjadi pada 2004. 

''Biasanya, setelah memiliki blog pribadi, ada keinginan untuk membuat blog lain yang bertema spesifik. Baik sendiri maupun bersama teman-teman,'' jelasnya. 

Kini, setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia blog, ia masih menjumpai beberapa pembaca yang memberikan komentar di beberapa artikel yang telah lama ditulis. 

''Saya sempat curhat mengenai quarter life crisis atau krisis seperempat baya yang saya alami di awal saya menulis blog. Setelah 10 tahun, masih saja ada yang membacanya karena mengalami hal yang sama,'' kata Enda yang sekarang menjabat sebagai Managing Director di salingsilang.com

Bagi Enda, siapapun yang menulis di blog, sebaiknya bisa memberikan sentuhan personal yang bermanfaat. 

''Jadi jangan cuma bisa menulis galau saja, tapi jelaskan juga apa penyebabnya dan apa yang bisa dijadikan pelajaran dari pengalaman tersebut. Penulisnya juga harus paham kalau mereka menulis di ruang publik,'' tambah Enda. 

Sedangkan secara teknis, Enda mengatakan bahwa saat ini blog sudah semakin mudah digunakan dan diakses. Lihat saja di setiap penyedia layanana blogseperti Blogger, Wordpress, dan Tumblr. 

Proses unggahnya sudah demikian sederhana. Dulu, di awal tahun 2000,  blog hanya bisa menuliskan artikel saja. Jika ingin memasukkan komentar atau gambar harus menambahkan  aplikasi pendukung. 

Namun, ayah dari satu anak ini mengaku kesulitan untuk menulis lagi di blog lantaran sempitnya waktu di tengah rutinitas. 

''Saya beri contoh saat macet. Yang paling mungkin diakses, ya Twitter,'' katanya sambil tertawa. 

Tapi, ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia masih ingin terus menulis di blog. Bahkan, Enda juga sudah membuat jadwal agar tetap ingat untuk mengisi konten di catatan harian daringnya itu. 

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar