Featured Video

Selasa, 06 November 2012

Setelah Bakar Istri, Suami Menghilang


Fabian Januarius KuwadoKebakaran yang terjadi di RT 01 RW 01, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa, dini hari, rupanya dipicu pertengkaran pasutri yang telah bercerai. Pihak pria mencoba membakar wanita menggunakan bensin. Nahas, api pun turut melahap puluhan rumah semi permanen yang ada di sekitarnya.



Seusai bertengkar dengan istri dan menyiramkan bensin sehingga menyebabkan puluhan rumah warga terbakar, Rahman, sang suami, kemudian melarikan diri. Rahman juga meninggalkan istrinya dalam kondisi setengah terbakar di rumah kontrakan mereka di RT 01 RW 01, Kebon Singkong, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.


"Warga memang sempat lihat suaminya itu lari bawa jeriken pas api lagi berkobar. Tapi nggak ada yang ngeh karena pada sibuk nyelametin diri," ujar salah seorang tetangga bernama Benny (50) kepadaKompas.com, Selasa (6/11/2012).
Kebakaran yang terjadi Selasa sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tersebut diduga dipicu oleh pertengkaran Rahman dan istrinya, Arningsih. Rahman yang kalap kemudian menyiramkan bensin dan menyulut api pada tubuh istrinya di rumah kontrakan berbahan semipermanen. Api pun membesar dan merembet ke kontrakan lain di sekitar rumah mereka.
Pasangan suami istri tersebut memiliki empat orang anak. Namun, hanya dua orang anak yang tinggal bersama mereka di kontrakan tersebut, yaitu Indra dan Anto. Adapun dua lainnya, bernama Nur dan Karlin, berada di rumah kerabat di Batam.
"Anaknya yang bungsu si Anto juga bilang sendiri sama warga setelah kebakaran itu kalau bapak-ibunya berantem, terus nyiram bensin ke ibunya sendiri," kata Benny.
Menurut Benny, pasutri yang sering berpindah-pindah kontrakan itu dikenal kerap bertengkar sehingga menyebabkan keributan di permukiman tersebut. Perbedaan umur antara keduanya diduga memicu keributan rumah tangga mereka. Rahman berusia belasan tahun lebih muda dari istrinya tersebut. Rahman juga tak memiliki pekerjaan tetap. Lebih dari itu, para tetangga menilai Rahman kerap berperilaku tak wajar. Warga mengira Rahman mengalami gangguan jiwa.
Akibat musibah kebakaran tersebut, dua orang lanjut usia bernama dan Warsih dan Nurcahyati Panggabean meninggal dunia akibat terguncang karena api melalap rumahnya. Adapun dua orang mengalami luka bakar, yaitu Arningsih dan salah satu putranya bernama Anto. Keduanya dirawat di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.
Kini warga korban kebakaran menempati rumah tetangga dan sanak saudara untuk tinggal. Warga juga masih membersihkan rumahnya dari sisa kebakaran. Sebagian tampak tidak bisa menerima bahwa nasib mereka ditentukan oleh pertengkaran antara suami istri tersebut.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar