Featured Video

Senin, 03 Oktober 2011

PELAKU BERAKSI DUA KALI- Sebidang Parak Lado Dipanen Maling


Limapuluh Kota, Singgalang
Untung Putra, 49, termenung sedih. Sebidang parak lado (cabai merah) siap panen miliknya di Batu Bolang, Kecamatan Harau, ludes dijarah maling Kamis (29/9) dan Jumat (30/9) malam. Korban memprediksi, hasil panen cabai merah itu tidak kurang dari 500 kilogram, bisa jadi lebih.
“Parak lado saya luasnya hampir setengah hektare. Jaraknya dari rumah, kisaran 300 meter . Sedangkan dari jalan utama Batu Bolang, jarak parak lado saya hanya 50 meter. Saya benar-benar tidak menyangka, hasil tanaman saya dipanen orang,” ujar Untung, menjawab Singgalang Sabtu (1/10).
Dia mengakui, besar dugaan aksi maling cabai itu berlangsung selama dua kali. Sebab, sebelum dia menemukan tanaman cabai di ladangnya tinggal daun dan batang, sehari sebelumnya dia sudah menduga hal serupa dilakukan maling. Pasalnya, kurang dari separoh buah cabai yang ia tanam, lenyap digasak maling.
Hanya saja, kehilangan cabai itu tidak dilaporkan oleh korban ke pihak berwajib. Alasannya, tidak akan mungkin maling cabai beraksi dua kali. “Baru saja saya mau melapor hari Sabtu, tidak tahuya cabai saya kembali hilang. Bahkan, seluruh buahnya habis, ludes,” sambung Untung melanjutkan cerita.
Dirinya sendiri, baru mengetahui seluruh buah cabainya diambil orang, saat dia, anak-anak dan istrinya berniat memanen cabai pada hari Sabtu (1/10) pagi. Setiba di kebun, alangkah terkejutnya Untung. Seluruh batang cabai miliknya, porak-poranda seperti bekas diinjak orang. Parahnya lagi, tiak sebijipun buah cabai yang tinggal. Padahal, selain banyak yang sudah merah, cabai Untung banyak pula yang berbunga.
Baru saja melihat keadaan tersebut, Untung langsung memberitahu sanak keluarga dan masyarakat Batu Balang. Saat itu juga, warga berduyun-duyun mendatangi kebun cabai Untung dan mengaku prihatin. Masyarakat setempat, mengecam pelakunya. “Indak tahu diri. Lado urang baambiak juo. Tatangkok maliang e ndak nyo,” teriak beberapa orang warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto,S.Ik yang dihubungi Singgalang di tempat terpisah, mengaku belum menerima laporannya. Melalui Kasubag Humas Iptu B Dt Maradjo, Kapolres meminta agar korban segera melaporkan kasus tersebut. “Saya juga sudah minta anggota, untuk turun ke Batu Balang,” ujar Kapolres.
Pihaknya meyakini, korban sudah melapor ke Mapolsek Harau, di Tanjuang Pati. “Coba chek dulu oleh wartawan ke Polsek Harau. Kalau belum, berarti korban tidak melapor. Tidak masalah, kita akan turunkan intel ke sana. Kepada masyarakat dan petani di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota, kita sangat harapkan waspada. Sekali lagi, jangan lengah,” pinta Kapolres. (Bayu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar