Featured Video

Selasa, 22 November 2011

Mahasiswa STTP Bawa 7 Tuntutan ke DPRD


DIKAWAL KETAT POLISI, POL PP, DAN INTEL
PAYAKUMBUH,  Bosan dianggap enteng, kali ini puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh (STTP)  menyatroni DPRD Kota Payakumbuh dan Kantor Kejari Payakumbuh, Senin (21/11) kemarin.

Tuntutan merekapun makin berkembang. Tidak hanya mempertanyakan tentang pro­ses pemilihan Ketua STTP yang dinilai mahasiswa penuh tipu muslihat, mereka juga mempertanyakan bantuan APBD Kota Payakumbuh yang tak kunjung melekat di prasa­rana kampus dari tahun ke tahun.
Sejak 10 November lalu, mahasiswa STTP menggelar aksi protes mereka di dalam kampus. Tuntutannya agar Pjs Ketua STTP Erizal Azhar diturunkan. Lalu tuntutan tersebut terus berkembang. Kini mereka menuntut agar peme­rin­tah dan aparat hukum memeriksa dan mengaudit kembali bantuan APBD yang diberikan ke Yayasan Pendidi­kan Tinggi Payakumbuh selaku pengelola STTP.
”Sebab, selama kami ku­liah di sini, tak terlihat dana APBD itu hinggap ke kampus ini. Labor komputer serta prasarana kuliahnya, masih itu ke itu saja. Tolonglah Pak, ini diusut,” ujar perwakilan maha­siswa ke Wakil Ketua DPRD Payakumbuh H Sudirman Rusma, didampingi oleh Isa Aidil dan Adi Suryatama saat menerima aspirasi 10 orang perwakilan mahasiswa di ruang sidang Komisi DPRD Paya­kumbuh.
Mahasiswa menuliskan 7 tuntutannya; (1) agar yayasan mencukupkan fasilitas di STTP, (2) mendisiplan dosen-dosen yang bermasalah, (3) menyerah­kan semua proses yang melang­gar hukum kepada pihak yang berwenang, (4) membatalkan hasil pemilihan Ketua, (5) memilih ketua baru dengan sistem transparan, (6) menolak Erizal Azhar mencalonkan diri, dan (7) audit dana APBD di STTP! Seluruh tuntutan maha­siswa ini diterima oleh Sudir­man Rusma.
Seperti biasa, DPRD sela­ku penyambung suara rakyat, mengaku akan menyampaikan aspirasi ini ke pemko dan pihak berwenang lainnya. ”Sabar saja,” ujar Sudirman Rusma politis.
Tak puas hanya sampai ke DPRD, kali ini mahasiswa berjumlah puluhan orang itu kembali merangsek ke Kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Rombongan mahasiswa terse­but tampak dikawal belasan anggota Satpol PP di bawah komando Kasat Pol PP Fauzi, aparat kepolisian serta intel Polres dan intel Kodim ber­pakaian preman.
Akhirnya lantunan kuman­dang azan Asar membatasi gerak mahasiswa. Rencana mahasiswa yang akan melan­jutkan aksinya ke Bukik Si­baluik, tempat Walikota Paya­kumbuh kini berkantor, urung dilaksanakan. (h/dod)HALUAN 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar