Featured Video

Sabtu, 05 November 2011

Batang Tambau Mengamuk di Pasbar


Padang,
Sebanyak 42 buah rumah warga Kampung Pangkalan Bayur Kabung Jorong IV Koto Nagari Kinali terendam banjir sejak Rabu (2/11) malam. Hal itu disebabkan dua hari terakhir hujan terus mengguyur.
Tiga sungai di Kecamatan Kinali meluap dan melanda daerah itu. Sampai saat ini hujan terus mengguyur bumi Pasbar.
“Air mulai naik Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Tapi tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian harta benda yang diperkirakan mencapai ratusan juta” ujar Kepala Jorong Wonosari Ngatmin (42) di Simpang Empat, Kamis kemarin.
Hingga Kamis (3/11) pagi, puluhan rumah yang digenangi air dengan ketinggian sekitar selutut orang dewasa. Hal itu menyebabkan warga panik dan mulai mengamankan harta benda mereka. Apalagi hujan belum juga reda.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke jorong tetangga yakni Jorong Wonosasri Kecamatan Kinali Pasbar.
“Kebetulaan dua sungai itu menyatu dengan sungai yang ada dekat perkampungan yakni Batang Tambau. Aliran sungai yang berliku itu dekat dengan perkampunngan sehingga Batang Tambau tidak sangup menahan arus air yang begitu deras dan meluap keperkampungan” kata Ngatmin.
Sementara itu Nel, 37, menuturkan banjir yang melanda kampung Pangkalan Bayur Kabung merupakan yang terparah bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dengan banjir sebelumnya, banjir saat ini lumayan besar sehingga warga harus pergi mengungsi.
Lumpuh
Saat banjir pada Rabu malam, arus transportasi menuju Pritama Mulia Jaya (PMJ) Kinali Pasbar lumpuh total karena air yang mengenanggi jalan cukup tinggi dan arusnya deras.
“Pada malam hari saya mencoba melintasi dengan sepeda motor namun tidak bisa, kalau saya nekat sudah pasti saya terseret arus,” kata Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Asgiarman mengingatkan warga agar mewaspadai musim hujan saat ini. Kepada warga yang bermukim di tepi sungai dan dekat dengan bukit agar meningkatkan kewaspadaan karena rawan terjadi bencana banjir dan longsor.
Yang dimintai waspada longsor warga di Talu Kecamatan Talamau. Sedangkan daerah rawan banjir di Kinali, Luhak Nan Duo, Batang Saman dan Sungai Aur. “Kepada masyarakat jangan panik tetapi tetap waspada terhadap bencana yang mengancam,” katanya.
Pariaman
Sementara, Sungai Batang Ulakan di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakatan Tapakis, Padang Pariaman, kemarin, juga meluap. Empat korong pemukiman warga terendam, yakni Korong Bungo Pasang, Korong Padang Pauh, Korong Kampung Koto dan Korong Manggopoh Dalam.
Selain pemukiman warga, arus banjir merendam tiga titik ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Ulakan Tapakis dengan Kecamatan Nansabaris, lima jam arus transportasi lumpuh.
Rostam, salah seorang pemuka masyarakat Nagari Ulakan kepada Singgalang mengatakan, banjir Batang Ulakan merendam pemukiman warga dan jalan sejak pukul 4.00 WIB subuh dan kembali susut pukul 9.00 WIB, Kamis (3/11). Banjir merendam pekarangan rumah penduduk dan tiga titik ruas jalan Ulakan Tapakis-Nasabaris. Air berkisar sedalam 0,5 meter hingga 1,5 meter di atas aspal.
Ratus anak sekolah, termasuk pegawai dan guru terpaksa mencari jalan alternatif menuju kantor. Akibatnya, mereka terlambat sampai di kantor tersebut.
Banjir terjadi karena hujan terus menerus dari sore, Rabu (2/11) ditambah banjir kiriman akibat hujan di hulu sungai Batang Ulakan. “Peristiwa banjir terjadi 3 sampai 5 kali dalam setahun. Banjir kali ini merupakan banjir terbesar dari banjir sebelumnya, tidak menelan korban jiwa,” terang Rostam.
Camat Ulakan Tapakis, Zulkarnaini, menyebutkan, aliran Batang Ulakan selain banyak berbelok kiri dan ke kanan, arus air kian sempit dan dangkal. Bila hujan saja sedikit di hulu, banjir Batang Ulakan langsung meluap dan merendam pemukiman warga.
Kabid Pengairan kantor Dinas PU Kabupaten Pariaman, Busmar, saat dihubungi Singgalang mengatakan, pihaknya belum menerima laporan peristiwa banjir dari Camat Ulakan Tapakis dan Wali Nagari Ulakan. “Meski demikian, kami akan pantau dulu ke lokasi,” kata Busmar.
Menurutnya, masyarakat di sepanjang aliran sungai Batang Ulakan selama musim hujan diharapkan waspada.
Sementara, di Padang dilaporkan beberapa rumah warga dekat Masjid Al Kamil kawasan tepi laut Purus III rusak dihantam angin puting beliung sekitar pukul 22.35 WIB. (212/527/013)(
(Singgalang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar