Featured Video

Jumat, 07 Oktober 2011

Begitu Dahsyat Kasih dan Sayang Allah SWT Kepada HambaNya


13179500681038229667
Kasih dan Sayang Allah, from google image
Saat seseorang terbaring sakit, biasanya baru-lah ia menyadari betapa berharganya kesehatan itu.
Karena saat kita sakit, semua nikmat Allah dirasakan tidak sesempurna saat kita sehat, dan sering kali kita pada saat sehat lupa ‘menyukuri’ nikmat Allah berupa kesehatan itu.
Coba kita evaluasi, kapan terakhir kalinya kita mengucap ’syukur’ karena kita masih diberikan nikmat kesehatan itu?

Kali ini Titi mencoba berbagi pemahaman yang Titi dapatkan dari hasil pertemuan rutin (Tausiyah rutin setiap malam Jum’at di klinik kami), kali ini tausiyah langsung dipimpin oleh kepala klinik kami yang juga seorang dokter yang sangat kami hormati, ternyata beliau selain seorang dokter bedah namun piawai juga memberikan tausiyah yang mengisi semua relung dan kisi-kisi hati kami dengan sangat baiknya.
Thema Tausiyah kemarin adalah Kasih dan Sayang Allah kepada HambaNya.
Dengan diawali pernyataan, semua ayat suci dalam Al-Qur’an selalu diawali kalimat Basmalah (Bismillahirohmanirohim) kecuali surah At Taubah.
Begitu besarnya kasih dan sayang Allah itu, yang tercermin dalam kalimat Basmalah, yang artinya,”Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
Itulah bukti bahwa Allah sangat mengasihi semua hambaNya  yang tidak mungkin kita pungkiri.
Salah satu bukti bahwa Allah sangat mengasihi dan menyayangi semua hambaNya adalah telah memberikan kita nafas yang menghirup oksigen secara ‘gratis’, coba bila kita amati pasien yang berada di ruang ICU yang menggunakan tabung oksigen yang oleh pihak ICU dihitung biayanya per-liter, seandainya Allah mau menghitung semua oksigen itu sejak kita lahir hingga sekarang ini, berapa biaya yang harus kita keluarkan, bukankah semua hasil jerih payah kita akan habis untuk membayar itu semua, belum lagi nikmat-nikmat Allah yang lainnya, Subhanallah…
Dalam kaitan kasih dan sayang Allah itu, ada banyak cara Allah memberikan kasih dan sayangNya itu.
Kadang Allah memperlihatkan kasih dan sayangnya langsung berupa ‘nikmat’ yang dapat dirasakan oleh hambaNya, namun kadang ada dalam bentuk sebuah ‘cambukan’ yang kadang disalah artikan oleh manusia, seolah-olah itu sebuah siksaan/musibah, sehingga inilah yang sering membuat manusia‘ber-prasangka’ buruk kepada Sang Khaliq.
Mengapa Allah melakukan pemberian kasih dan sayangnya dengan cara-caraNya yang berbeda-beda itu? Sesungguhnya semua cara Allah itu bertujuan untuk memperlihatkan ke-ESA-annya dan Kebesarannya sebagai Khaliq dan semua makhluq wajib mengakuinya.
Dalam tausiyah itu dokter kami juga menceritakan sebuah ilustrasi dari  kebijaksanaan yang sering Allah lakukan, yang kadang sering membuat manusia ‘ber-prasangka buruk’ kepadaNya.
Digambarkan ada seorang Bijak yang melihat seseorang sedang tertidur pulas di tepian hutan, mungkin karena lelahnya maka orang itu terlelap dengan mulut sedikit terbuka, dan orang bijak ini melihat ada seekor ular masuk kedalam mulut orang yang sedang tidur itu.
Karena keadaan yang sangat genting, seketika itu juga orang bijak itu mencambuk  orang yang sedang tidur dengan cambuknya dan tidak memberi kesempatan orang tidur itu untuk protes mengapa ia sampai dicambuk, lalu disuruhnya orang itu memakan buah apel busuk yang kebetulan ia bawa, sebanyak mungkin dan menyuruh minum air sungai juga sebanyak mungkin.
Dalam kebingungannya orang yang baru saja terbangun dari tidurnya itu sempat memberontak atas perbuatan orang bijak ini, namun orang bijak itu terus saja memaksanya untuk memakan buah apel busuk dan meminum air sungai sebanyak mungkin, seakan menyiksa tanpa belas kasihan.
Diantara perbuatan paksa itu, orang ini terus saja berontak dan sedikit melawan semua perlakuan yang terasa menyiksanya, sambil berkata, “wahai bapak, apa salah dan dosaku hingga engkau menyiksaku sedemikian rupa?”.
Pertanyaannya tidak digubris sama sekali, dan orang bijak itu terus saja memaksa memakan buah apel busuk dan memaksa meminum air sungai sebanyak mungkin, hingga tiba-tiba orang itu memuntahkan semua yang masuk ke dalam perutnya, dan keluarlah semua apel busuk, air dan ular yang masuk kedalam perutnya saat ia tidur.
Setelah menyadari semuanya, barulah orang itu mamahami apa yang dilakukan orang bijak itu kepadanya, seraya berkata, “wahai bapak…, seandainya aku tahu dari awal semua perlakuanmu yang telah menyiksaku itu adalah karena ular itu, maka aku akan terima semua perlakuanmu itu dengan rasa terima kasih”.
Dan orang bijak itu berkata,”seandainya aku katakan semuanya itu padamu, tentunya engkau akan tidak percaya dan kau akan lari pontang-panting dan kau akan mati karena bisa ular itu”.
Begitulah ilustrasi yang disampaikan dokter dalam tausiyahnya kemarin, yang menggambarkan bahwa Allah juga sering melakukan ‘bentuk’ seperti yang dilakukan orang bijak itu kepada hamba-hambaNya, yang tidak pernah menjelaskan apa maksud dibalik rencana Allah kepada semua hamba-Nya itu, tidak ada diskusi dan tidak ada penjelasan secara langsung, hanya bentuk kasih dan sayang yang diungkapkan dengan cara-cara yang sangat ‘indah’, setelah semua hambaNya mengerti dan memahami hikmah dibalik semua rencana dari Allah itu.
Subhanallah…
Semoga tulisan sharing ini dari hasil renungan tausiyah setiap malam Jum’at yang selalu diadakan di klinik kami itu dapat memberikan sedikit manfaat buat semua pembaca di Kompasiana.com ini.
Salam, Selamat Menunaikan Ibadah Sholat Jum’at.
Titi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar