Featured Video

Jumat, 07 Oktober 2011

Pembakar Mesjid di Israel Tertangkap


VIVAnews - Kepolisian Israel berhasil menahan seorang remaja yang diduga merupakan salah satu pelaku pembakaran Mesjid di desa Tuba-Zangariyye. Proses pengadilan tersangka sudah dimulai pada Kamis, 6 Oktober 2011.

Dia adalah mahasiswa jurusan teologi Yahudi di Tepi Barat.


Dilansir dari laman CNN, tersangka yang tidak disebutkan namanya ini berusia 18 tahun dan merupakan mahasiswa sekolah teologi Yahudi yang berasal dari Tepi Barat. Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, mengatakan remaja ini ditahan sehari setelah insiden pembakaran tersebut terjadi.

"Dia lalu diinterogasi oleh polisi dan pasukan keamanan negara," kata Rosenfeld.

Peristiwa pembakaran mesjid di desa Tuba-Zangariyye, Israel utara, pada Senin, 3 Oktober 2011, mengundang kecaman dari rakyat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut negara Israel, seperti kebebasan beragama dan kebebasan beribadah.

Imam mesjid tersebut, Sheikh Fuad Shedade, mengatakan karpet mesjid dalam keadaan terbakar ketika dia datang. Lembar-lembar Al-Quran juga terlihat berserakan di dalam mesjid. Tembok mesjid dicoreti kata-kata, "label harga", "balas dendam", dan "Palmer."

Palmer adalah nama belakang dari Asher Palmer. Lelaki ini dan anaknya yang berusia satu tahun tewas 10 hari yang lalu saat mobilnya terbalik karena ditimpuki batu di wilayah Hebron.

Aksi pembakaran mesjid yang dinamakan "label harga" ini sebelumnya pernah terjadi di Tepi Barat, Palestina. 'Label harga' adalah praktek penyerangan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina sebagai pembalasan atas operasi pemerintah Israel terhadap mereka.

Ratusan warga desa Tuba yang mayoritas Muslim marah dan menyerbu kota Yahudi Rosh Pina. Bentrok warga tidak terelakkan. Polisi anti huru-hara Israel dikerahkan untuk meredam warga yang marah. (umi)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar