Featured Video

Sabtu, 19 November 2011

Sitinjau Lauik Mulai Lancar-Solok


JALUR TRUK DIALIHKAN
SOLOK,  Meski kecepatan kendaraan hanya rata-rata 20 kilometer per jam, karena harus mengikuti antrean, ruas Sitinjau Lauik yang berada di rute Solok – Padang terasa mulai lancar. Semenjak truk-truk bermuatan besar dialihkan dari jalur jalan yang kini diperbaiki tersebut, pengguna jalan Sitinjau Lauik tidak lagi harus mengalami kemacetan berjam-jam lagi.

Pengalihan jalan bagi truk-truk bermuatan tersebut mulai dilakukan semenjak, Jumat (18/11), yang ditandai dengan blokade berupa pengumuman bagi pengemudi truk untuk tidak melewati jalur Solok – Padang di Simpang Selayo Solok.
Pengumuman yang sama juga berdiri tepat di persimpangan pertigaan Muara Labuh Solok. Dengan dua blokade pengumuman itu, truk-truk bermuatan besar baik batubara, kayu, atau tangki pengangkut BBM harus mengalihkan jalur mereka yang jalan lain.
“Kami terpaksa masuk Padang melalui Padang Panjang. Memang jauh lebih lama, tetapi mau bagai­mana lagi. Aturan yang membuat kami harus begitu,” ujar Adrial (31), salah seorang sopir truk pengangkut batu bara kepada Haluan, Jumat (18/11).
Adrial hanya mengkhawatirkan, justru ruas Silaing Padang Panjang yang akan mengalami kemacetan. Karena seluruh truk yang akan masuk ke Kota Padang, harus melewati rute tersebut.
Sementara itu, di kawasan Sitin­jau Lauik, terlihat arus kendaraan mulai lancar. Meski harus mengikuti pola buka tutup, namun pengguna jalan tidak terlalu lama menunggu kesempatan untuk dapat me­lan­jutkan perjalanan.
Sebelum truk-truk dialihkan dari jalur Sitinjau Lauik, pengguna jalan harus menunggu dua hingga tiga jam, untuk dapat melanjutkan perjalanan. Bahkan, tidak jarang ada pe ngendara yang harus mem­persiapkan stok makanan.
“Alhamdulillah, Sitinjau Lauik mulai lancar. Ini sangat membantu kami dalam berusaha. Semakion lancar jalur ini, semakin bagus. Sebab setiap hari kami harus melalui jalur ini,” ujar Rido (28) salah seorang pengemudi travel Sawahlunto – Padang.
Sebelumnya, Rido mengaku harus menempuh rute Sawahlunto – Padangpanjang dan Padang, untuk mengantarkan para pelanggan travel­nya. Untuk melalui Padangpanjang, selain membutuhkan waktu yang lebih lama, ujar pria yang masih lajang itu, sebagian pelanggan juga kebe­ratan, karena adanya tambahan ong­kos yang harus dibayarkan. (h/dil)
HALUAN 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar