Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI No.12 tahun 2012, tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak, mewajibkan seluruh kendaraan dinas di kawasan Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) memakai bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax terhitung sejak 1 Juni 2012.
Sedangkan daerah lain di luar Jabodetabek termasuk provinsi-provinsi di Sumatera, pengaturan pemakaian pertamax ini akan ditetapkan kemudian. Artinya ketentuan ini tidak berlaku di Sumbar. Kendaraan dinas di daerah ini tidak diwajibkan menggunakan pertamax.
Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar Surya Budhi,SH dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Marzuki Mahdi, yang dihubungi Haluan terpisah Kamis (14/6), di Padang menjelaskan, karena aturan itu tidak berlaku untuk Sumbar makan dapat dikatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan kendaraan dinas di lingkungan Pemprov Sumbar yang masih menggunakan premium.
“Permen ESDM itu berlaku untuk kendaraan dinas di kawasan Jabodetabek. Jika kendaraan dinas di lingkungan Pemprov Sumbar masih menggunakan premium, maka hal itu bukan pelanggaran. Apalagi pengaturan BBM kendaraan dinas di lingkungan Pemprov Sumbar masih mengacu pada harga premium,” terang Surya Budi.
Untuk mengakomodir kebijakan pusat ini, Pemprov Sumbar akan mengajukan usulan pemakaian pertamax untuk kendaraan dinas pada perubahan APBD Sumbar 2012. Penerapannya diperkirakan dimulai Oktober mendatang setelah APBD Perubahan disahkan. Sedangkan bagi kendaraan pribadi pejabat, umumnya semua sudah menggunakan pertamax termasuk mobil pribadi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Menurut Marzuki Mahdi, Permen ESDM itu terdiri dari 3 poin penting. Selain kewajiban menggunakan pertamax untuk kendaraan dinas di Jabodetabek pada 1 Juni, pada poin kedua disebutkan kewajiban menggunakan pertamax bagi kendaraan dinas akan diikuti oleh seluruh provinsi Pulau Jawa dan Bali mulai 1 Agustus mendatang.
“Sedangkan provinsi di luar Jawa dan Bali, seperti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua, akan ditetapkan dengan peraturan menteri tersendiri nantinya. Artinya masih boleh membeli premium subsidi,” terang Marzuki.
Pada poin berikutnya, ditetapkan pula bahwa kendaraan pengangkut barang tambang dan hasil perkebunan, tidak dibolehkan menggunakan solar subsidi. Ketentuan ini mulai berlaku 1 September mendatang untuk seluruh kendaraan barang di tanah air, tanpa kecuali.
Gelar Sosialisasi
Untuk meredam kesimpangsiuran informasi, maka Dinas ESDM Sumbar bersama Pertamina akan menggelar sosialisasi tentang Permen ESDM No.12 tahun 2012 ini. Kegiatan ini rencananya akan diadakan Senin (18/6), di gubernuran Sumbar.
Menurut Herry Martinus, Kabid Ketenagalistrikan dan Migas Dinas ESDM Sumbar, seluruh stakeholder terkait diundang, diantaranya seluruh Pemko/Pemkab se-Sumbar, para pelaku usaha bidang pertambangan dan perkebunan, Organda dan pihak SPBU serta BP Migas.
“Sosialisasi ini kita gelar sebagai antisipasi dan meredam kesimpangsiuran informasi yang berkembang, baik soal mobil dinas pakai pertamax maupun soal kendaraan barang tidak boleh pakai solar subsidi,” katanya.
Seluruh aktifitas pertambangan akan didata membedakan yang aktif dengan yang tidak aktif, begitu pendataan tentang jumlah industri perkebunan dan kendaraan angkutan barang. (h/vie)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar