Featured Video

Senin, 17 Juli 2017

Mengenal Jenis-jenis Konektor Baru Pengganti USB


Dengan semakin banyaknya vendor-vendor gadget yang mengadopsi tipe konektor jenis baru, benarkah konektor USB kini telah usang dan bakal segera ditinggalkan?

Port USB tradisional sudah lazim dipakai selama 20 tahun sejak pertama kali dikenalkan. Port ini biasa dipakai untuk menghubungkan beragam gadget, seperti kamera, controller, dan sebagainya.
Namun seiring kebutuhan yang meningkat, seperti kecepatan transfer dan isi ulang daya yang lebih cepat, teknologi konektor baru dikenalkan. Seperti USB-C, Thunderbolt, dan Lightning.
Masing-masing port memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika Anda ingin upgrade perangkat atau gadget baru di tahun 2017 ini, ada baiknya mengenal tipe-tipe konektor yang kini mulai populer di gadget-gadget keluaran baru.
USB Type C
USB Type C atau disingkat USB-C adalah konektor yang mirip Micro USB, namun bentuknya lebih pipih. Konektor ini juga bersifat bolak-balik atau simetris, sehingga Anda tak perlu menebak mana sisi atas atau bawah.



USB-C kini banyak dipakai di perangkat mobile seperti Android dan laptop. Selain itu, USB-C juga mulai diadopsi oleh host device seperti desktop, monitor, dan harddisk eksternal.
Kekurangan dari USB-C adalah saat ini port tersebut masih sedikit penggunanya. Jadi, bisa saja Anda memiliki kendala kecocokan konektor dengan perangkat-perangkat lain. Anda butuh adaptor atau docking untuk menghubungkannya.
Selain itu, bermacam-macam jenis adaptor juga dibuat oleh pabrikan pihak ketiga yang secara kualitas juga berbeda-beda.
Thunderbolt 3
Konektor jenis ini umum dipakai di perangkat-perangkat Apple, seperti MacBook Pro dan laptop Windows seperti Asus Predator. Selain itu, monitor kelas profesional dan harddisk kelas atas juga menggunakan Thunderbolt.



Bentuk Thunderbolt 3 memiliki desain yang sama dengan USB-C, namun Thunderbolt 3 mendukung lebih banyak protokol transfer dan kecepatannya lebih tinggi.
Di antara protokol yang didukung adalah PCI Express jika ingin menggunakan kartu grafis eksternal, DisPlayPort untuk menghubungkan banyak monitor 4K atau satu monitor 5K.
Kecepatan transfer Thunderbolt 3 sendiri diklaim mencapai 20 Gbps. Kecepatan seperti itu hampir dua kalinya kecepatan transfer USB-C.
Kekurangan dari kabel konektor Thunderbolt 3 ini adalah harganya yang masih tergolong mahal karena mendukung banyak protokol dibanding USB.
Jika ingin memaksimalkan koneksi Thunderbolt 3, Anda butuh kabel yang tepat. Kabel USB-C bisa dicolok ke port Thunderbolt 3, namun kabel itu tidak mendukung protokol lain, sehingga port Thunderbolt 3 tadi hanya berfungsi sebagai USB-C.
Selain itu, seperti jenis konektor baru lain, port Thunderbolt juga membutuhkan adaptor untuk menghubungkannya dengan perangkat standar lain.
Lightning
Port Lightning merupakan kelanjutan dari konektor 30 pin yang dikenalkan Apple untuk perangkat mobile-nya, mulai dari iPod hingga iPhone 4s, dan iPad generasi keempat.



Konektor Lightning kini banyak dipakai di model iPhone dan iPad baru. Selain itu, keyboard dan mouse Apple juga menggunakannya baik untuk mengisi ulang daya atau menghubungkannya dengan komputer.
Anda bisa membeli port Lightning dengan ujung satunya berupa USB-A atau USB-C, sehingga bisa mengisi ulang perangkat iOS dengan port apa pun yang diinginkan.
Lightning memiliki beberapa keunggulan, seperti konverter audio digital terintegrasi untuk membuat suara headphone lebih bertenaga, dan kemampuan mengisi ulang daya aksesori lainnya.
Kekurangannya, konektor Lightning merupakan konektor yang khusus dibuat untuk perangkat Apple. Jika konektor USB-C di masa depan kian populer, dan Apple tetap bersikukuh menggunakan Lightning, artinya di masa depan Anda butuh berbagai adaptor.
Bagaimana dengan konektor lain?
Tentu saja di luar tiga jenis konektor baru di atas tadi, masih ada jenis konektor lain. Kamera misalnya masih menggunakan port Micro USB, printer dengan port USB-B, dan TV dengan port HDMI.
Konektor-konektor itu akan bertahan beberapa lama, namun vendor-vendor pihak ketiga kini juga mulai membuat adaptor dari USB-C ke port-port seperti di atas.
Ada kabel USB-C dengan ujung satunya berupa Micro-USB atau HDMI, sehingga perangkat-perangkat lama Anda masih bisa digunakan dengan perangkat baru.
Anda juga bisa membeli dongle yang sesuai dengan konektor di perangkat lama yang sudah dimiliki, sehingga bisa memperpanjang penggunaan perangkat tersebut.k




Tidak ada komentar:

Posting Komentar