Salah satu rumah bercat hijau di Kampung Pulo tidak bisa dirobohkan. Bahkan oleh alat berat seperti backhoe.
Tampilkan postingan dengan label MEGA POLITAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MEGA POLITAN. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Mei 2018
Senin, 19 Februari 2018
Pengadangan Anies Diperkirakan Gerus Elektabilitas Jokowi
Rabu, 18 Oktober 2017
Polda Kumpulkan Ulama dan Habaib, Ada Apa?
Sabtu, 05 Agustus 2017
Dumolid Bukan Narkotika, Kenapa Tora Sudiro Ditangkap Karenanya?
Artis peran Tora Sudiro dan istrinya, Mieke Amalia, ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (3/8/2017) pukul 10.00 WIB.
Selasa, 13 Juni 2017
BNN Temukan Sel Mewah dengan AC dan "Wifi" di Lapas Cipinang
Jumat, 20 Januari 2017
Polisi Bakal Cegah Duel Terbuka Jawara-GMBI di Bekasi
Kepala Bagian Operasional Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Aslan Sulastomo mengatakan, kepolisian akan memfasilitasi Jawara Bekasi untuk melakukan mediasi dengan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), bersama unsur Forkominda Kota Bekasi dalam waktu dekat. Hal ini menjawab tantantangan Jawara Bekasi pada GMBI.
Minggu, 04 Desember 2016
Kapolres Cirebon Kota, Muazin Bersuara Merdu di Aksi Bela Islam 212
Selasa, 01 November 2016
Tokoh-Tokoh Kristen Ingatkan Pemerintah Efek Kasus Ahok
Minggu, 23 Oktober 2016
Rabu, 14 September 2016
Kisah Pak Tono dan Tamatnya Karir Ahok!
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Rudi Agung*)
Pak Tono tertawa. Orang yang nongkrong di kedai kopi, heran. Alung, sahabat Cina pak Tono penasaran. Pak Tono menunjukkan meme dari gadgetnya. Isi meme dari media sosial diperlihatkan ke pengunjung kedai itu. Meme tersebut bertuliskan: temannya saja ditinggalkan, apa lagi warga.
Pak Tono tertawa. Orang yang nongkrong di kedai kopi, heran. Alung, sahabat Cina pak Tono penasaran. Pak Tono menunjukkan meme dari gadgetnya. Isi meme dari media sosial diperlihatkan ke pengunjung kedai itu. Meme tersebut bertuliskan: temannya saja ditinggalkan, apa lagi warga.
Minggu, 21 Agustus 2016
Amien Rais Sebut Ahok Antek Pemodal dan Tak Boleh Lagi Jadi Gubernur
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, menilai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak boleh lagi jadi gubernur DKI Jakarta.
Sabtu, 12 Maret 2016
Lampu Kendaraan Bikin Silau, Denda atau Penjara
Polisi kembali melakukan sosialisasi, kali ini bukan soal surat-menyurat, namun aturan soal penggunaan lampu. Rupanya, belakangan polisi kebanjiran protes di media sosial karena semakin banyaknya lampu kendaraan yang bikin silau pengguna jalan lain.
Selasa, 23 Februari 2016
Begini surga dunia di lantai 7 Hotel Alexis seperti dibilang Ahok
Pernyataan mengejutkan keluar dari Gubernur DKIJakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Dia menganalogikan Hotel Alexis sebagai surga dunia. Surga dunia yang dimaksud merujuk pada praktik prostitusi. Bukan seperti Kalijodo atau Dolly, praktik prostitusi di Hotel Alexis disebut-sebut khusus untuk kelas kakap.
Jumat, 30 Oktober 2015
Bomber Leopard Runtuhkan Stigma Terorisme Islam
LWK (27) tersangka pelaku pengeboman Mal Alam Sutera diapit petugas di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis
Munculnya sosok Leopard Wisnu Kumala (29) dalam kasus bom Mal Alam Sutera seperti titik balik yang bisa meruntuhkan stigmatisasi terhadap Islam selama ini dalam isu terorisme.
Selasa, 22 September 2015
Sabtu, 22 Agustus 2015
Ini Hajah Nani, Warga Kp Pulo yang Rumahnya Sukar Dirobohkan Backhoe
Sabtu, 21 Maret 2015
Hikmah tentang Penciptaan Mulut dan Telinga Buat Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Meski Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah meminta maaf karena berbicara kotor di salah satu stasiun televisi swasta, namun ada sebuah hikmah bagi pemimpin lainnya.
Minggu, 01 Maret 2015
Ini Usulan Anggaran Siluman DPRD DKI ke Dinas Pendidikan yang Diungkap Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan data usulan anggaran siluman DPRD DKI kepada Dinas Pendidikan DKI di APBD DKI 2015, di Balai Kota, Rabu (25/2/2015).
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membeberkan usulan anggaran siluman yang diajukan oleh DPRD DKI kepada Dinas Pendidikan DKI dalam APBD 2015. Dari data yang ditunjukkan oleh Basuki, berikut adalah usulan-usulan dana siluman yang tidak disepakati Basuki dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budhiman.
1. Professional development for teachermelalui pelatihan guru ke luar negeri sebesar Rp 25,5 miliar;
2. Pengadaan alat peraga pendidikan anak usia dini bantuan untuk PAUD Rp 15 miliar;
3. Pengadaan peralatan audio class SD Rp 4,5 miliar;
4. Pengadaan peralatan audio classSMA/SMK Rp 3 miliar;
5. Pengadaan peralatan audio class SMP Rp 3,5 miliar;
6. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 1 Jakarta Pusat sebesar Rp 3 miliar;
7. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 26 Jakarta Timur sebesar Rp 3 miliar;
8. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 29 Jakarta Selatan sebesar Rp 3 miliar;
9. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 34 Jakarta Pusat sebesar Rp 3 miliar;
10. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 39 Jakarta Pusat sebesar Rp 3 miliar;
11. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 5 Jakarta Timur sebesar Rp 3 miliar;
12. Pengadaan perangkat sains bidang teknologi rekayasa untuk SMK Negeri 52 Jakarta Timur sebesar Rp 3 miliar;
13. Pengadaan alat percepatan peningkatan mutu pembelajaran e-smart teacher education untuk SDN Kecamatan Cempaka Putih Rp 4,996 miliar;
14. Pengadaan alat percepatan peningkatan mutu pembelajaran teacher education untuk SDN Kecamatan Cempaka Putih Rp 4,996 miliar;
15. Pengadaan uninterruptible power supply(UPS) SMPN 37 Rp 6 miliar;
16. Pengadaan UPS SMPN 41 Rp 6 miliar;
17. Alat peraga elektronika mikrokontrol untuk SMA Rp 3 miliar di Sudin Pendidikan II Jakarta Selatan;
18. Professional outdoor audio system (IPM) Rp 4,5 miliar;
19. Pengadaan laboratorium multifungsi untuk SMAN Kecamatan Ciracas Rp 4,44 miliar;
20. Pengadaan laboratorium multifungsi untuk SMAN Kecamatan Kramatjati Rp 4,44 miliar.
Anggaran itu, lanjut Basuki, diajukan DPRD saat pembahasan oleh komisi setelah APBD disahkan pada rapat paripurna, 27 Januari 2015 lalu. Anggaran yang telah dibahas dengan komisi tersebut kemudian dikirim oleh DPRD kepada DKI, dengan harapan dokumen itulah yang diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (Baca: Ahok Bongkar Ajuan Anggaran Siluman DPRD di Dinas Pendidikan)
"Di versi APBD yang telah ditandatangani mereka (anggota DPRD), keluar angka-angka seperti ini. Pantas enggak, membeli barang-barang kayak begitu, sementara bangunan sekolah di Jakarta masih banyak yang begitu jelek? Itu kan enggak pantas," kata Basuki kesal, di Balai Kota, Rabu (25/2/2015).
Karena itulah, DKI menolak anggaran yang dianggap siluman tersebut.
Hanya, Basuki menegaskan, Pemprov DKI tidak lagi melakukan pembahasan pasca-pengesahan APBD. DKI mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 35 PUU-XI Tahun 2013 perihal pembahasan APBD pasca-putusan MK dan penghematan serta permohonan anggaran belanja.
Menurut Basuki, ajuan anggaran siluman itu tidak hanya ditemukan di Dinas Pendidikan DKI. Ajuan serupa juga ditemukan di SKPD lainnya, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI serta Dinas Perhubungan DKI. Seluruh usulan anggaran siluman itu secara total mencapai Rp 12,1 triliun.
"Jadi DPRD ini DPRD apaan? Dibilang yang tidak beretika itu Ahok (Basuki), terus yangnyolong (uang) begini beretika? Ahok tidak setuju usulan ini dibilang tidak beretika dan yang setuju usulan ini beretika. Coba saja tanya, bahasa Indonesia yang baik dan benar itu gimana," ujar Basuki.k
Senin, 09 Februari 2015
Jakarta Dilanda Banjir
Langganan:
Postingan (Atom)











